Air Terjun Kalipait Bondowoso, Uniknya Sungai Hijau dari Kawah Ijen

Kompas.com - 17/05/2022, 16:04 WIB

KOMPAS.com – Berkunjung ke Kawah Ijen bisa dibilang sangat disayangkan apabila langsung pulang.

Padahal, di sekitar Kawah Ijen banyak tempat wisata yang unik. Salah satunya adalah Air Terjun Kalipait di Kabupaten Bondowoso.

Sesuai namanya, air terjun ini rasanya pahit dan asam. Berbeda dengan air terjun lain di kawasan pegunungan yang biasanya terasa sejuk dan segar.

Baca juga: Kawah Ijen via Banyuwangi, Siap-Siap Lewat Tengah Hutan

Air Terjun Kalipait berada tak jauh dari pos pendakian ke Kawah Ijen di Paltuding. Jaraknya hanya sekitar 2 kilometer (km) dengan waktu tempuh kurang-lebih 5 menit saja.

Lokasi Air Terjun Kalipait juga tidak sulit untuk ditemukan karena ada di samping jalan utama menuju Kawah Ijen via Bondowoso, Jawa Timur.

Air terjun berwarna hijau dari Kawah Ijen

Biasanya, air terjun yang bersumber dari perbukitan sangatlah jernih. Namun, berbeda dengan Air Terjun Kalipait.

Warna Air Terjun Kalipait adalah hijau. Itu karena sumber airnya berasal dari danau Kawah Ijen yang memang berwarna hijau.

Air Terjun Kalipait di Bondowoso yang berwarna hijau. Bersumber dari Kawah Ijen.KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Air Terjun Kalipait di Bondowoso yang berwarna hijau. Bersumber dari Kawah Ijen.

Kompas.com sempat mampir ke Air Terjun Kalipait usai menyambangi Kawah Ijen pada Kamis (12/5/2022).

Menurut keterangan di papan informasi, aliran Air Terjun Kalipait mengandung multi elemen air asam pekat, seperti sulfat, kloroda, fluoride, dan senyawa H2SO4 yang tinggi, sehingga dapat menghasilkan kristal gypsum.

Baca juga: Wisata Batu So’on di Bondowoso, Batu Mirip Stonehenge yang Misterius

Saat mencoba mencicipi airnya, Kompas.com merasakan sendiri bahwa rasanya memang pahit bercampur asam. Suhu air di Kalipait pun tidaklah panas.

Kalipait jadi tempat wisata sejak 2020

Dilansir dari Kompas.com Se (1/7/2021), Air Terjun kalipait sudah menjadi taman wisata alam sejak pertengahan 2020. 

Sebelumnya, Kalipait merupakan cagar alam. Perubahan status itu membuat Kalipait dapat dikunjungi wisatawan.

Saat masih menjadi cagar alam, Air Terjun Kalipait tertutup bagi wisatawan dengan pagar kawat berduri di pintu masuknya.

“Dulu saya ke Ijen 2018, (Kalipait) belum dibuka. Sekarang Alhamdulillah bisa lihat, jadi enggak penasaran lagi,” kata seorang pengunjung bernama Handayani kepada Kompas.com, Kamis.

Namun, ia menyayangkan cukup banyaknya sampah yang bertebaran di jalan utama menuju Ijen via Bonodowoso dan sekitar Kalipait.

Baca juga: Kebun Sawi Bondowoso Ini Mirip Suasana di Pulau Jeju, Begini Potretnya

“Sampahnya jangan dibuang sembarangan. Nanti takutnya ditutup lagi,” sambung dia.

Adapun aliran air terjun ini akan bermuara di Air Terjun Belawan, sekitar 8 km dari Gunung Ijen.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.