Kompas.com - 29/05/2022, 15:31 WIB

KOMPAS.com – Ketika akan liburan ke daerah di Indonesia yang penduduknya masih memakai bahasa Jawa untuk percakapan sehari-hari, wisatawan mungkin butuh persiapan khusus. 

Sebelum liburan baiknya memang mengetahui sedikit-sedikit mengenai kosa kata dasar bahasa Jawa agar wisatawan bisa sedikit berbicara Jawa atau memahami pembicaraan orang-orang sekitar.

Bahkan, terkadang orang yang membeli barang dengan bahasa Jawa akan diberi harga lebih murah oleh pedagang.

Baca juga: 15 Wisata Bantul Yogyakarta dengan Pemandangan Alam Instagramable

Oleh karena itu, jika dalam waktu dekat berencana liburan ke tempat wisata yang ada di Jawa Tengah atau Jawa Timur, bisa coba gunakan untuk kosa kata dasar bahasa Jawa berikut ini. 

Daftar kosa kata bahasa Jawa untuk bahasa ngoko (kasar) dan krama (alus) ini diambil dari Kamus Indonesia-Jawa III yang diterbitkan pada 2014 dan Kamus Bahasa Jawa – Indonesia I tahun 1993. 

Daftar kosa kata bahasa Jawa dasar

  • Apa - opo (ngoko), menopo (krama)
  • Siapa - sopo (ngoko), sinten (krama)
  • Kapan - kapan (ngoko), kapan (krama)
  • Di mana - nengdi (ngoko), woten pundhi (krama)
  • Bagaimana - piye (ngoko), kadhos pundi (krama)
  • Apa kabar – piye kabare (ngoko), pripun Kabaripun (krama)
  • Saya - aku (ngoko), kula (krama)
  • Kamu - kowe (ngoko), penjenengan (krama)
  • Dari - Soko (ngoko), saking (krama)
  • Kemarin - wingi (ngoko), kolowingi (krama)
  • Jalan - dalan (ngoko), mergi (krama)
  • Uang - dhuit (ngoko), artho (krama)
  • Sekarang – saiki (ngoko), sakmeniko (krama)
  • Besok - sesuk (ngoko), mbenjang (krama)
  • Maaf - ngapunten (ngoko), ngapura (krama)
  • Atas - ndhuwur (ngoko), inggil (krama)
  • Terima kasih – suwun (ngoko), matur nuwun (krama)
  • Bawah – ngisor (ngoko), ngandap (krama)
  • Besar - gedhe (ngoko), ageng (krama)
  • Kecil - cilik (ngoko), alit (krama)
  • Sama - podho (ngoko), sami (krama)
  • Berjalan - mlaku (ngoko), mlampah (krama)
  • Mengerti - ngerti (ngoko), ngretos (krama)
  • Beli - tuku (ngoko), tumbas (krama)
  • Harga - rego (ngoko), regi (krama)
  • Itu – kui (ngoko), niku (krama)
  • Ini - iki (ngoko), menika (krama)
  • Ada - enek (ngoko), wonten (krama)
  • Bisa - iso (ngoko), saged (krama)
  • Baik - apik (ngoko), sae (krama)
  • Berapa - piro (ngoko), pinten (krama)
  • Besok - sesuk (ngoko), mbenjang (krama)
  • Betul - bener (ngoko), leres (krama)
  • Jualan – adol (ngoko), sadeyan (krama)
  • Iya - iyo (ngoko), inggih (krama)
  • Tidak - ora (ngoko), mboten (krama)
  • Warna - werno (ngoko), werni (krama)
  • Belum - durung (ngoko), dereng (krama)
  • Di sini – nang kene (ngoko), woten mriki (krama)
  • Lihat - ndelok (ngoko), mirsani (krama)
  • Datang – teka (ngoko), rawuh (krama)
  • Mahal - larang (ngoko), awis (krama)
  • Murah – murah (ngoko), mirah (krama)
  • Makan – mangan (ngoko), dhahar (krama)
  • Minum - ngombe (ngoko), ngunjuk (krama)
  • Kurang – kurang (ngoko), kirang (krama)
  • Duduk – lungguh (ngoko), lenggah (krama)
  • Jauh - adoh (ngoko), tebih (krama)
  • Dekat - cedak (ngoko), cerak (krama)
  • Jadi – dadi (ngoko), dados (krama)
  • Satu – siji (ngoko), setunggal (krama)
  • Dua – loro (ngoko), kalih (krama)
  • Tiga – telu (ngoko), tigo (krama)
  • Empat – papat (ngoko), sekawan (krama)
  • Lima – limo (ngoko), gangsal (krama)
  • Enam – enem (ngoko), enem (krama)
  • Tujuh – pitu (ngoko), pitu (krama)
  • Delapan – wolu (ngoko), wolu (krama)
  • Sembilan – songo (ngoko), songo (krama)
  • Sepuluh – sepuluh (ngoko), sedasa (krama)
  • Sebelas – sewelas (ngoko), sewelas (krama)
  • Dua puluh – rongpuluh (ngoko), kalih doso (krama)
  • Dua puluh lima - selawe (ngoko), selangkung (krama)
  • Seratus – satus (ngoko), setunggal atus (krama)
  • Seribu – sewu (ngoko), setunggal ewu (krama)
  • Satu juta – sakjuta (ngoko), setungal yuta (krama)

Baca juga: 7 Peninggalan Kerajaan Islam di Jawa, Wisata Religi hingga Keraton

Sebagai diketahui bahasa Jawa ngoko bisa digunakan kepada orang yang lebih muda maupun seumuran. 

Sementara untuk bahasa krama, bisa dipakai kepada orang yang lebih tua. Bahasa krama yang lebih sopan disarankan untuk dipakai saat berbicara kepada para pedagang maupun orang-orang yang baru dikenal.

Cara menyapa dalam bahasa Jawa 

1. Bagaimana kabarnya sekarang?

Pripun kabare sakniki?

2. Bagaimana kabarnya, lama sudah tak ketemu?

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.