Kompas.com - 31/05/2022, 10:31 WIB

KOMPAS.com - Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) berupaya memulihkan kembali sektor ekonomi kreatif (ekraf) di Indonesia pasca pandemi Covid-19.

Salah satu strategi yang digalakkan oleh pemerintah adalah pembangunan creative hub di 5 Destinasi Super Prioritas (DSP).

Sebagai informasi, creative hub merupakan wadah kreativitas bagi pelaku ekonomi kreatif dalam bentuk infrastruktur fisik. Adapun tujuan pembangunan creative hub adalah mendukung kegiatan pelaku ekonomi kreatif dalam berkarya.

Melalui kehadiran creative hub, pelaku ekraf dapat lebih mudah mengembangkan ide, bisnis, membangun jejaring, berorganisasi, serta mempererat ikatan sesama pelaku ekraf lainnya.

Baca juga: Creative Hub Puncak Waringin Labuan Bajo Masih Ditutup untuk Wisatawan

Sebelum didirikan di lima DSP, creative hub telah menjadi wadah kreatif di kota-kota besar, seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, serta Denpasar. Selanjutnya, pemerintah mendirikan creative hub di DSP, yakni Creative Hub Puncak Waringin, Labuan Bajo, serta Samosir yang baru diresmikan.

Untuk diketahui, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno meresmikan Creative Hub Samosir pada Minggu (22/3/2022).

Peresmian tersebut juga diselenggarakan bersamaan dengan launching agenda Horas Samosir Fiesta di Pantai Indah Situngkir, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara. Pada sambutannya, Menparekraf Sandiaga berpesan agar fasilitas creative hub jangan sampai sepi.

Baca juga: Menilik Kesiapan Creative Hub Puncak Waringin Labuan Bajo Menyambut G20

Sebab, creative hub dibangun untuk kepentingan masyarakat dan menggunakan dana dari pemerintah. Dengan demikian, masyarakat harus memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya.

Selain membangun gedung Creative Hub Samosir, pemerintah juga melakukan pengadaan fasilitas melalui mekanisme Bantuan Pemerintah (Banper). Adapun beberapa fasilitas penunjang yang terdapat di Creative Hub Samosir, yakni peralatan pengolahan kopi, sarana teknologi, serta sistem visual audio.

Pusat ekonomi kreatif di Samosir

Untuk diketahui, Creative Hub Samosir dibangun di atas tanah milik Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Samosir. Luas area keseluruhan creative hub ini mencapai 1.000 meter persegi. Sementara itu, luas bangunannya sendiri sekitar 460 meter persegi yang terbagi menjadi dua lantai.

Danau Toba.DOK. Shutterstock. Danau Toba.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.