Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Anggaran Kemenparekraf Tahun 2023 Sebesar Rp 3,3 Triliun

Kompas.com - 04/06/2022, 14:04 WIB
Ni Nyoman Wira Widyanti

Penulis

KOMPAS.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menyampaikan, Kamis (2/6/2022), resume pagu angaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) tahun 2023 adalah sebesar Rp 3,31 triliun. 

Adapun angka tersebut mengalami penurunan dari tahun 2022 yang sebesar Rp 4,02 triliun.

"Jumlah pagu indikatif 2023 mengalami penurunan sebesar 17,53 persen dibandingkan pagu indikatif 2022," tutur Sandiaga dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR RI, melalui keterangan resmi yang Kompas.com terima, Jumat (3/6/2022).

Dalam kesempatan yang sama, Sandiaga mengatakan bahwa Kemenparekraf mengalami penambahan pencadangan anggaran tahun 2022 sebesar Rp 337,63 miliar. Hal tersebut guna mengantisipasi ketidakpastian perekonomian global yang dapat berdampak ke perekonomian nasional. 

Baca juga:

Suasana rapat kerja dengan Komisi X DPR RI di Jakarta pada Kamis (2/6/2022). Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) menyampaikan resume pagu anggaran tahun anggaran 2023.Dok. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Suasana rapat kerja dengan Komisi X DPR RI di Jakarta pada Kamis (2/6/2022). Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) menyampaikan resume pagu anggaran tahun anggaran 2023.

"Kita menghadapi gejolak ekonomi di mana harga kebutuhan pangan dan energi diprediksi akan meningkat secara tajam. Jadi memang ini adalah realita yang harus kita hadapi bersama," ujarnya. 

Sementara itu, Ketua Komisi X DPR RI, Syaiful Huda, mengimbau Kemenparekraf untuk memaparkan peta masalah yang dihadapi di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) tahun 2021 dan 2021, dalam menyusun Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2023.

"Kami juga mendorong agar Kemenparekraf untuk mempertahankan program-program yang secara langsung dan proaktif dari para pelaku parekraf, program-program pengembangan desa wisata, dan program dalam bentuk stimulus kepada para pelaku parekraf," terang Syaiful. 

Baca juga:

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com