Odong-odong Dilarang Beroperasi di Kota Batu, Kecuali di Tempat Wisata

Kompas.com - 06/06/2022, 15:48 WIB

BATU, KOMPAS.com - Odong-odong tidak diperbolehkan beroperasi di jalan raya Kota Batu. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batu dan Polres Batu menegaskan hal itu tidak sesuai dengan UU Lalu Lintas Nomor 22 tahun 2009.

Meski demikian, Dishub memberikan toleransi terhadap beroperasinya kendaraan odong-odong di tempat-tempat wisata.

Baca juga: 15 Vila di Batu yang Cocok untuk Keluarga, Harga Mulai Rp 100.000

Kepala Dishub Kota Batu, Imam Suryono mengatakan, beroperasinya kendaraan odong-odong telah melanggar beberapa pasal dalam UU tersebut.

Beberapa di antaranya Pasal 208 yang menjelaskan bahwa kendaraan yang tidak memiliki izin sebagai angkutan orang dilarang beroperasi dan Pasal 289 karena odong-odong dianggap tidak dilengkapi dengan kelengkapan keselamatan seperti sabuk pengaman.

"Odong-odong merupakan kendaraan modifikasi, sehingga bisa saja tidak sesuai standar yang ada dan membahayakan bagi penumpang dan sopirnya, apalagi dengan kondisi jalan-jalan besar di Kota Batu yang naik turun," katanya saat dihubungi Kompas.com, Jumat (03/06/2022).

Menurutnya, penindakan terhadap kendaraan odong-odong tidak hanya dilakukan di Kota Batu saja tetapi juga daerah lainnya.

Baca juga:

Aturan seperti ini, lanjut dia, diberlakukan untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan, misalnya kecelakaan lalu lintas.

"Jangan sampai kita kecolongan seperti kejadian di Boyolali sekitar Mei lalu, ada kendaraan odong-odong yang masuk jurang, penumpangnya ada yang mengalami luka-luka dan meninggal. Maka harus kami antisipasi sejak awal supaya tidak ada kejadian seperti itu," ujarnya.

Polres Batu menertibkan kendaraan odong-odong yang diparkir di Terminal Kota Batu pada Jumat (3/6/2022) lalu. KOMPAS.com/ Nugraha Perdana Polres Batu menertibkan kendaraan odong-odong yang diparkir di Terminal Kota Batu pada Jumat (3/6/2022) lalu.

Di sisi lain, Dishub Kota Batu memberikan pengecualian terhadap lokasi beroperasi kendaraan odong-odong, misalnya di tempat wisata.

"Seperti di tempat wisata, desa wisata, atau di dalam kampung, itu masih ditoleransi selama tidak keluar jalan raya. Ini sudah kami sampaikan kepada pengendara odong-odong di Kota Batu," tambah Imam.

Baca juga:

Untuk diketahui, pada Kamis (02/06/2022) Paguyuban Pengemudi Karangploso - Giripurno - Batu (PPKGB) melakukan aksi protes terhadap kendaraan odong-odong yang mengangkut penumpang di dalam jalur trayek angkutan kota (Angkot).

Akibat adanya permasalahan tersebut, Polres Batu harus mengamankan tiga kendaraan odong-odong.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Daftar Kalender Kegiatan Pariwisata Sumatera Barat Agustus-Akhir 2022

Daftar Kalender Kegiatan Pariwisata Sumatera Barat Agustus-Akhir 2022

Travel Update
Tarif Masuk Pulau Komodo Rp 3,75 Juta Berlaku Januari 2023, Kemenparekraf: Sambil Dikomunikasikan

Tarif Masuk Pulau Komodo Rp 3,75 Juta Berlaku Januari 2023, Kemenparekraf: Sambil Dikomunikasikan

Travel Update
4 Wahana Menarik di Cimory Dairyland Prigen, Cobalah Saat Berkunjung

4 Wahana Menarik di Cimory Dairyland Prigen, Cobalah Saat Berkunjung

Jalan Jalan
Beda Set Menu dan Buffet untuk Makanan Pernikahan

Beda Set Menu dan Buffet untuk Makanan Pernikahan

Travel Tips
Harga Tiket Masuk dan Jam Buka Terbaru Cimory Dairyland Prigen

Harga Tiket Masuk dan Jam Buka Terbaru Cimory Dairyland Prigen

Travel Update
6 Tips Mendaki Gunung Prau Lintas Jalur Patak Banteng-Dieng, Jangan Kesorean

6 Tips Mendaki Gunung Prau Lintas Jalur Patak Banteng-Dieng, Jangan Kesorean

Travel Tips
Itinerary Pendakian Gunung Prau via Patak Banteng Turun Dieng

Itinerary Pendakian Gunung Prau via Patak Banteng Turun Dieng

Itinerary
Kenaikan Tiket Taman Nasional Komodo Ditunda, Catat Harganya Saat Ini

Kenaikan Tiket Taman Nasional Komodo Ditunda, Catat Harganya Saat Ini

Travel Update
Sensasi Ikut Tradisi Makan Bajamba Asal Minangkabau, Berbalas Pantun

Sensasi Ikut Tradisi Makan Bajamba Asal Minangkabau, Berbalas Pantun

Jalan Jalan
Presiden Joko Widodo Akan Buka IITCEF 2022 di Jakarta

Presiden Joko Widodo Akan Buka IITCEF 2022 di Jakarta

Travel Update
Jumlah Kunjungan Wisata ke Cianjur Naik Setiap Akhir Pekan

Jumlah Kunjungan Wisata ke Cianjur Naik Setiap Akhir Pekan

Travel Update
KAI Daop 1 Jakarta Tawarkan Promo Tiket Kereta Api Mulai Rp 17.000

KAI Daop 1 Jakarta Tawarkan Promo Tiket Kereta Api Mulai Rp 17.000

Travel Promo
Tarif Masuk Pulau Komodo Rp 3,75 Juta Ditunda sampai Januari 2023

Tarif Masuk Pulau Komodo Rp 3,75 Juta Ditunda sampai Januari 2023

Travel Update
7 Wisata Salatiga, Ada Tempat Liburan dengan Pemandangan Alam

7 Wisata Salatiga, Ada Tempat Liburan dengan Pemandangan Alam

Jalan Jalan
Pengalaman Naik ke Atas Puncak Jam Gadang, Ada Apa di Dalamnya?

Pengalaman Naik ke Atas Puncak Jam Gadang, Ada Apa di Dalamnya?

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.