Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tempat Kelahiran Soekarno di Surabaya Akan Dijadikan Museum

Kompas.com - 06/06/2022, 23:30 WIB
Ni Nyoman Wira Widyanti

Penulis

Sumber Antara

KOMPAS.com - Rumah kelahiran Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, di Surabaya, Jawa Timur, tengah direvitalisasi untuk dijadikan museum. 

Rumah tersebut berlokasi di Jalan Pandean Gang IV Nomor 40, Peneleh, Kecamatan Genteng, Kota Surabaya, Jawa Timur. Dari Bandara Internasional Juanda, jaraknya 21 - 33 kilometer (km) dengan lama berkendara sekitar 32 - 40 menit. 

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengatakan bahwa proses revitalisasi rumah tersebut masih dilakukan. Nantinya, tempat tersebut akan dilengkapi beberapa artefak dan ornamen pendukung. 

Baca juga:

"Museum ini akan menceritakan berbagai kisah perjuangan Bung Karno sejak lahir di Surabaya hingga menjadi proklamator kemerdekaan Indonesia," tuturnya, dikutip dari Antara, Senin (6/6/2022). 

Rencananya museum ini, lanjutnya, akan segera dibuka. 

Ia berharap, pengunjung yang datang nantinya bisa mempelajari kehidupan dan meneladani semangat pahlawan yang lahir pada 6 Juni 1901 ini.

"Semangat beliau (Bung Karno) bisa masuk ke dalam jiwa anak muda. Apalagi, Surabaya terkenal sebagai Kota Pahlawan. Selain Bung Karno, juga ada Bung Tomo dan pahlawan lainnya yang menggelorakan semangat melawan penjajahan," terangnya.

Baca juga: 7 Tempat Wisata yang Rekam Napak Tilas Soekarno

Menggunakan konsep Kampung Kebangsaan

Eri menjelaskan, tempat kelahiran Soekarno akan dihubungkan dengan tempat wisata sejarah lainnya di kawasan tersebut. Konsepnya adalah Kampung Kebangsaan.

Ia menambahkan bahwa rumah tersebut berada tidak jauh dari rumah H.O.S Tjokroaminoto, tepatnya di Jalan Peneleh Gang VII Nomor 29-31. Rumah tersebut juga dahulunya merupakan tempat Soekarno indekos ketika menempuh pendidikan.

Adapun pada tahun 2017, rumah H.O.S Tjokroaminoto telah diresmikan sebagai museum oleh Pemerintah Kota Surabaya. 

Baca juga:

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Kompas Travel (@kompas.travel)

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Sumber Antara
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Panduan Lengkap ke Desa Wisata Koto Kaciak, Simak Sebelum Datang

Panduan Lengkap ke Desa Wisata Koto Kaciak, Simak Sebelum Datang

Travel Tips
Traveloka Resmikan Wahana Baru di Kidzania Jakarta, Ada Diskon 25 Persen

Traveloka Resmikan Wahana Baru di Kidzania Jakarta, Ada Diskon 25 Persen

Travel Update
Barcelona Hapus Rute Bus dari Google Maps, Ini Alasannya

Barcelona Hapus Rute Bus dari Google Maps, Ini Alasannya

Travel Update
4 Tips Berkunjung ke Desa Wisata Koto Kaciak, Datang Pagi Hari

4 Tips Berkunjung ke Desa Wisata Koto Kaciak, Datang Pagi Hari

Travel Tips
Cara Menuju ke Desa Wisata Lerep Kabupaten Semarang

Cara Menuju ke Desa Wisata Lerep Kabupaten Semarang

Jalan Jalan
4 Oleh-Oleh Desa Wisata Koto Kaciak, Ada Rinuak dan Celana Gadebong

4 Oleh-Oleh Desa Wisata Koto Kaciak, Ada Rinuak dan Celana Gadebong

Travel Tips
Istana Gyeongbokgung di Korea Akan Buka Tur Malam Hari mulai Mei 2024

Istana Gyeongbokgung di Korea Akan Buka Tur Malam Hari mulai Mei 2024

Travel Update
Desa Wisata Lerep, Tawarkan Paket Wisata Alam Mulai dari Rp 60.000

Desa Wisata Lerep, Tawarkan Paket Wisata Alam Mulai dari Rp 60.000

Jalan Jalan
Itinerary Seharian Sekitar Museum Mpu Tantular Sidoarjo, Ngapain Saja?

Itinerary Seharian Sekitar Museum Mpu Tantular Sidoarjo, Ngapain Saja?

Jalan Jalan
 7 Olahraga Tradisional Unik Indonesia, Ada Bentengan

7 Olahraga Tradisional Unik Indonesia, Ada Bentengan

Jalan Jalan
5 Tips Liburan dengan Anak-anak Menggunakan Kereta Api Jarak Jauh

5 Tips Liburan dengan Anak-anak Menggunakan Kereta Api Jarak Jauh

Travel Tips
Mengenal Desa Wisata Koto Kaciak, Surga Budaya di Kaki Bukit Barisan

Mengenal Desa Wisata Koto Kaciak, Surga Budaya di Kaki Bukit Barisan

Jalan Jalan
Aktivitas Wisata di Bromo Ditutup mulai 25 April 2024, Ini Alasannya

Aktivitas Wisata di Bromo Ditutup mulai 25 April 2024, Ini Alasannya

Travel Update
Bali Jadi Tuan Rumah Acara UN Tourism tentang Pemberdayaan Perempuan

Bali Jadi Tuan Rumah Acara UN Tourism tentang Pemberdayaan Perempuan

Travel Update
Hari Kartini, Pelita Air Luncurkan Penerbangan dengan Pilot dan Awak Kabin Perempuan

Hari Kartini, Pelita Air Luncurkan Penerbangan dengan Pilot dan Awak Kabin Perempuan

Travel Update
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com