Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Berwisata ke Bantul, Ada Argowisata Kebun Jeruk Keprok

Kompas.com - 24/06/2022, 18:31 WIB
Markus Yuwono,
Anggara Wikan Prasetya

Tim Redaksi

YOGYAKARTA,KOMPAS.com - Berwisata ke Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), tak hanya memiliki pantai-pantai yang indah.

Kini, wisatawan bisa mampir ke Agrowiata kebun jeruk keprok di lahan pasir, tepatnya di Padukuhan Sogesanden, Kalurahan Srigading, Kapanewon Sanden, Bantul

Lokasi kebun jeruk di Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) Jawa cukup strategis sehingga wisatawan yang berkunjung ke Pantai Samas hingga Pantai Baru bisa mampir untuk memetik sendiri buah jeruk dari pohon.

Baca juga: Ujian Sekolah Selesai, Jumlah Wisatawan di Bantul Naik

Pemilik agrowisata kebun jeruk keprok Yuni Maryanto mengatakan bahwa kebun seluas 2 hektar itu sudah mulai dikunjungi wisatawan, baik dari Bantul maupun luar daerah.

Dalam satu hari, ada 5 hingga 10 wisatawan yang mampir untuk memetik buah jeruk langsung ke kebunnya.

"Wisatawan bisa memetik buah jeruk yang telah matang di pohon, kemudian ditimbang dan tinggal membayar Rp 15 ribu per kilogramnya," kata Yuni saat dihubungi wartawan Jumat (24/6/2022).

Kebun jeruk keprok yang jadi tempat wisata

Yuni mengatakan, awalnya kebun buah jeruk hanya dibeli oleh warga sekitar, lalu diunggah melalui media sosial sehingga semakin banyak wisatawan yang datang.

"Terkadang wisatawan juga melakukan foto saat memetik buah jeruk kemudian diunggah ke akun instagram masing-masing," kata dia.

Dia memepersilakan wisatawan untuk memetik satu buah jeruk kemudian dicicipi agar ketahuan rasa jeruknya dan tidak dipungut biaya.

Baca juga: Lokasi Syuting KKN di Desa Penari: Wisata Batu Kapal di Bantul, Yogyakarta

Selain itu banyak wisatawan yang meminta dia untuk memilihkan jeruk yang sudah siap dikonsumsi.

"Saya lebih suka wisawatan memetik buah jeruk itu sendiri karena tidak ada beban ketika di kupas rasanya jeruknya tidak manis," kata dia.

Sebenarnya agar rasa jeruk lebih manis, saat memetik jeruk tidak langsung dikupas dan dimakan. Diamkan dulu selama 2 hingga 3 hari agar rasa manisnya keluar.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Itinerary 2 Hari 1 Malam di Badui Dalam, Bertemu Warga dan ke Mata Air

Itinerary 2 Hari 1 Malam di Badui Dalam, Bertemu Warga dan ke Mata Air

Itinerary
3 Aktivitas di Taman Sejarah Bandung, Nongkrong sambil Belajar Sejarah

3 Aktivitas di Taman Sejarah Bandung, Nongkrong sambil Belajar Sejarah

Jalan Jalan
Rute Naik Angkot ke Taman Sejarah Bandung dari Gedung Sate

Rute Naik Angkot ke Taman Sejarah Bandung dari Gedung Sate

Travel Tips
Hotel Accor Meriahkan Java Jazz 2024 dengan Kuliner dan Hiburan

Hotel Accor Meriahkan Java Jazz 2024 dengan Kuliner dan Hiburan

Travel Update
787.900 Turis China Kunjungi Indonesia pada 2023, Sebagian ke Labuan Bajo

787.900 Turis China Kunjungi Indonesia pada 2023, Sebagian ke Labuan Bajo

Travel Update
4 Aktivitas yang bisa Dilakukan di Hutan Kota Babakan Siliwangi

4 Aktivitas yang bisa Dilakukan di Hutan Kota Babakan Siliwangi

Jalan Jalan
Sempat Tutup karena Longsor, Kali Udal Gumuk di Magelang Buka Lagi

Sempat Tutup karena Longsor, Kali Udal Gumuk di Magelang Buka Lagi

Travel Update
Hutan Kota Babakan Siliwangi : Lokasi, Jam Buka, dan Tiket Masuk

Hutan Kota Babakan Siliwangi : Lokasi, Jam Buka, dan Tiket Masuk

Jalan Jalan
75.000 Orang Kunjungi Candi Borobudur Saat Peringatan Waisak 2024

75.000 Orang Kunjungi Candi Borobudur Saat Peringatan Waisak 2024

Travel Update
5 Kota Terbaik di Dunia Menurut Indeks Keberlanjutan Destinasi Global

5 Kota Terbaik di Dunia Menurut Indeks Keberlanjutan Destinasi Global

Travel Update
Pengembangan Kawasan Parapuar di Labuan Bajo Terus Diperkuat Penguatan Konten Budaya Manggarai

Pengembangan Kawasan Parapuar di Labuan Bajo Terus Diperkuat Penguatan Konten Budaya Manggarai

Travel Update
Ada Rencana Penerbangan Langsung Rusia-Bali pada Musim Libur 2024

Ada Rencana Penerbangan Langsung Rusia-Bali pada Musim Libur 2024

Travel Update
Indeks Kinerja Pariwisata Indonesia Peringkat Ke-22 di Dunia

Indeks Kinerja Pariwisata Indonesia Peringkat Ke-22 di Dunia

Travel Update
DIY Ketambahan 25 Warisan Budaya Tak Benda, Pokdarwis Digandeng Ikut Lestarikan

DIY Ketambahan 25 Warisan Budaya Tak Benda, Pokdarwis Digandeng Ikut Lestarikan

Travel Update
Long Weekend Waisak Jumlah Penumpang Kereta Api di Yogya Naik 41 Persen

Long Weekend Waisak Jumlah Penumpang Kereta Api di Yogya Naik 41 Persen

Travel Update
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com