Kompas.com - 25/06/2022, 14:10 WIB
Penulis Ulfa Arieza
|

KOMPAS.com - Economist Intelligence Unit (EIU) merilis peringkat kota paling layak huni di dunia atau The World's Most Liveable Cities 2022. Sejalan dengan itu, EIU juga merilis peringkat kota paling tidak layak huni di dunia 2022

Peringkat tersebut terangkum dalam laporan riset Global Liveability Index 2022: Recovery and Hardship. EIU yang merupakan bagian dari The Economist, rutin mengadakan riset Global Liveability Index. 

Baca juga: 20 Bandara Terbaik di Dunia, Bandara Soekarno-Hatta Peringkat Berapa?

Ilustrasi Karachi, PakistanUnsplash/Kashif Afridi Ilustrasi Karachi, Pakistan

Tahun ini, EIU menilai 172 kota dari seluruh negara di dunia. Hasilnya, Wina, Austria menduduki peringkat pertama kota paling layak huni di dunia 2022. Wina berhasil menggeser posisi Auckland, Selandia Baru yang menempati peringkat pertama tahun lalu.

Sebaliknya, Damaskus, Suriah menempati peringkat paling bawah sehingga menjadi kota paling tidak layak huni 2022. Tahun lalu, Damaskus juga menjadi kota paling tidak layak huni karena berada di posisi paling bawah.

Laporan EIU menyatakan, daftar kota yang berada di peringkat sepuluh terbawah cenderung stabil dari tahun lalu. 

“Damaskus, Suriah dan Tripoli, Libya menetap di peringkat paling bawah bersama dengan Lagos, Nigeria, karena mereka menghadapi kerusuhan sosial, terorisme, dan konflik,” tulis ringkasan laporan Global Liveability Index 2022: Recovery and Hardship, dikutip Kompas.com Sabtu (25/6/2022). 

Baca juga: 10 Kota Paling Layak Huni di Dunia 2022, Ada dari Asia

Metode penilaian 

Mengutip ringkasan laporan Global Liveability Index 2022: Recovery and Hardship, konsep layak huni adalah kota di seluruh dunia yang menyediakan kondisi kehidupan terbaik bagi warganya. 

Sejumlah indikator utama yang digunakan untuk mengukur kota layak huni adalah stabilitas, kesehatan, budaya dan lingkungan, pendidikan, serta infrastruktur.

Setiap indikator diukur menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif. Untuk metode kuantitatif, setiap faktor tersebut dinilai menggunakan skala dapat diterima, dapat ditoleransi, tidak nyaman, tidak diinginkan, atau tidak dapat ditoleransi.

Baca juga: 5 Fakta Bandara Internasional Hamad di Qatar, Terbaik di Dunia 2022

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Kompas Travel (@kompas.travel)

Sementara, metode kualitatif dilakukan berdasarkan penilaian tim analis ahli dan kontributor EIU. 

“Skor tersebut kemudian dikompilasi dan dibobot untuk memberikan total skor dalam rentang 1-100, dimana 1 dianggap tidak dapat ditoleransi dan 100 dianggap ideal,” bunyi ringkasan laporan Global Liveability Index 2022: Recovery and Hardship. 

Survei dilakukan pada periode 14 Februari 2022 sampai dengan 13 Maret 2022. 

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.