Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Girimanik Mountain Camp, Sejuknya Bermalam di Dataran Tinggi Wonogiri

Kompas.com - 26/06/2022, 09:09 WIB
Anggara Wikan Prasetya

Penulis

KOMPAS.com – Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah punya kawasan dataran tinggi yang sejuk, tepatnya di sisi utara, seperti Kecamatan Slogohimo, Bulukerto, dan Girimarto.

Kawasan tersebut sejuk karena berada di lereng Pegunungan Lawu Selatan dengan hutan yang masih begitu rimbun.

Salah satu tempat wisata baru yang bisa dikunjungi untuk merasakan udara sejuk Wonogiri sisi utara adalah Girimanik Mountain Camp.

Baca juga: Tegal Simbah, Tempat Wisata Baru Wonogiri dengan Banyak Spot Foto Instagramable

Lokasi Girimanik Mountain Camp tepatnya berada di Ngerapah, Setren, Kecamatan Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.

Dari pusat Kabupaten Wonogiri, jarak tempuh menuju Girimanik Mountain Camp adalah sekitar 44 kilometer (km) dengan waktu tempuh kurang-lebih 1,5 jam.

Sejuknya udara dan keindahan panorama alam

Kompas.com sempat melakukan kunjungan ke Girimanik Mountain Camp pada Hari Rabu (22/6/2022). Lokasi tempat wisata ini searah dengan menuju kawasan wisata Air Terjun Girimanik. 

Berada di ketinggian sekitar 1.200 meter di atas permukaan laut (mdpl), udara di Girimanik Mountain Camp memang sejuk. Padahal, saat itu waktu menunjukkan pukul 09.00 WIB.

Baca juga: Paralayang di Puncak Joglo Wonogiri, Terbang dari Tempat Latihan Atlet

Lokasinya yang berada di ketinggian juga membuat panorama terbuka ke arah selatan terlihat jelas. Tampak perbukitan berlapis yang ada di Wonogiri sisi selatan.

Memandang ke sisi utara saat cuaca cerah, terlihat hamparan perbukitan hijau yang pepohonannya begitu lebat.

Tempat duduk untuk bersantai di Girimanik Mountain Camp.KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Tempat duduk untuk bersantai di Girimanik Mountain Camp.

Wisatawan bisa berkunjung ke tempat ini. Jam buka Girimanik Mountain Camp adalah pukul 08.00 WIB sampai 22.00 WIB. 

Saat malam hari, gemerlap cahaya lampu di kawasan bawah terlihat indah. Wisatawan bisa menikmati keindahan itu ditemani kopi sambil bercengkerama bersama teman.

Harga tiket masuk Girimanik Mountain Camp adalah Rp 5.000 untuk dewasa dan Rp 3.000 untuk anak-anak. Ada tiket masuk kawasan wisata Girimanik, yakni Rp 2.000 per orang dan Rp 2.000 untuk sepeda motor.

Baca juga: Masjid Bersejarah di Wonogiri, Lebih Tua dari Masjid Agung Demak

Ada resto yang menyuguhkan berbagai menu, seperti nasi goreng, ayam geprek, sup iga, soto, bakso, dan ikan nila yang bisa dipesan untuk disantap sembari menyaksikan pemandangan indah.

Camping di Girimanik Mountain Camp

Menurut supervisor Girimanik Mountain Camp bernama Kusmanto, konsep tempat ini adalah camping

Pihaknya menyediakan 11 cottage dari kayu dengan dua tempat tidur (glamping) dan sewa tenda. Untuk kamar mandi ada di luar karena konsepnya adalah camping.

Taman di depan Girimanik Mountain Camp.KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Taman di depan Girimanik Mountain Camp.

Di tengah deretan cottage, terdapat taman dengan rumput, pohon, bunga penuh warna, dan patung jerapah yang menyuguhkan kesan alami sekaligus ceria.

“Untuk glamping kami, saat weekend harganya Rp 300.000. Untuk Senin sampai Jumat kita diskon 25 persen jadi Rp 225.000,” kata Kusmanto kepada Kompas.com, Kamis.

Baca juga: Bukit Glodakan Wonogiri, Spot Sunrise Menawan Berlatar Gunung Lawu

Selain menginap di cottage dengan dua tempat tidur, wisatawan yang menginap akan mendapat fasilitas sarapan pagi gratis untuk 2 orang, termos air minum, dan kopi atau teh yang disiapkan di cottage masing-masing.

Menu sarapan pagi adalah nasi goreng, nasi pecel telur, nasi pecel ragi, dan soto. Wisatawan bisa memilih salah satu. 

“Jika mau mandi dengan air hangat, bisa menghubungi yang jaga. Nanti kita rebuskan air hangat,” ujar dia.

Bagian dalam cottage Girimanik Mountain Camp.KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Bagian dalam cottage Girimanik Mountain Camp.

Adapun cottage di Girimanik Mountain Camp bisa menampung 2 orang dewasa dan maksimal bisa ditambah 2 orang lagi untuk anak hingga usia sekitar 10 tahun.

Bagi laki-laki dan perempuan yang hendak menginap, mereka wajib sudah menikah yang dibuktikan dengan KTP atau buku nikah. 

Baca juga: Itinerary 1 Hari di Wonogiri, Bisa Nikmati Suasana ala Bali

Jika belum menikah, mereka dilarang berada dalam satu cottage. Selain itu, wisatawan yang menginap juga tidak boleh membawa minuman keras.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Pengalaman ke Pasar Kreatif Jawa Barat, Tempat Nongkrong di Bandung

Pengalaman ke Pasar Kreatif Jawa Barat, Tempat Nongkrong di Bandung

Jalan Jalan
Libur Panjang Waisak 2024, KAI Operasikan 20 Kereta Api Tambahan

Libur Panjang Waisak 2024, KAI Operasikan 20 Kereta Api Tambahan

Travel Update
Pasar Kreatif Jawa Barat: Daya Tarik, Jam Buka, dan Tiket Masuk

Pasar Kreatif Jawa Barat: Daya Tarik, Jam Buka, dan Tiket Masuk

Travel Update
Berkunjung ke Pantai Nangasule di Sikka, NTT, Ada Taman Baca Mini

Berkunjung ke Pantai Nangasule di Sikka, NTT, Ada Taman Baca Mini

Jalan Jalan
10 Wisata Malam di Semarang, Ada yang 24 Jam

10 Wisata Malam di Semarang, Ada yang 24 Jam

Jalan Jalan
Tanggapi Larangan 'Study Tour', Menparekraf: Boleh asal Tersertifikasi

Tanggapi Larangan "Study Tour", Menparekraf: Boleh asal Tersertifikasi

Travel Update
Ada Rencana Kenaikan Biaya Visa Schengen 12 Persen per 11 Juni

Ada Rencana Kenaikan Biaya Visa Schengen 12 Persen per 11 Juni

Travel Update
Kasus Covid-19 di Singapura Naik, Tidak ada Larangan Wisata ke Indonesia

Kasus Covid-19 di Singapura Naik, Tidak ada Larangan Wisata ke Indonesia

Travel Update
Museum Kebangkitan Nasional, Saksi Bisu Semangat Pelajar STOVIA

Museum Kebangkitan Nasional, Saksi Bisu Semangat Pelajar STOVIA

Travel Update
World Water Forum 2024 Diharapkan Dorong Percepatan Target Wisatawan 2024

World Water Forum 2024 Diharapkan Dorong Percepatan Target Wisatawan 2024

Travel Update
Tebing di Bali Dikeruk untuk Bangun Hotel, Sandiaga: Dihentikan Sementara

Tebing di Bali Dikeruk untuk Bangun Hotel, Sandiaga: Dihentikan Sementara

Travel Update
Garuda Indonesia dan Singapore Airlines Kerja Sama untuk Program Frequent Flyer

Garuda Indonesia dan Singapore Airlines Kerja Sama untuk Program Frequent Flyer

Travel Update
5 Alasan Pantai Sanglen di Gunungkidul Wajib Dikunjungi

5 Alasan Pantai Sanglen di Gunungkidul Wajib Dikunjungi

Jalan Jalan
Pantai Lakey, Surga Wisata Terbengkalai di Kabupaten Dompu

Pantai Lakey, Surga Wisata Terbengkalai di Kabupaten Dompu

Travel Update
Bali yang Pas untuk Pencinta Liburan Slow Travel

Bali yang Pas untuk Pencinta Liburan Slow Travel

Travel Tips
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com