Kompas.com - 02/07/2022, 16:04 WIB

5. Sistem pembayaran kolektif 

Sistem pembayaran ke Taman Nasional Komodo akan dilakukan secara kolektif per empat orang sebesar Rp 15 Juta mulai 1 Agustus 2022.  

"Biaya konservasi Rp 15 juta untuk empat orang ini juga sudah termasuk biaya tiket masuk di dalamnya. Sehingga, jika wisatawan mengunjungi TN Komodo dalam tahun yang sama, tidak perlu membayar tiket masuknya lagi," ujar Carolina.

Atas adanya penerapan biaya kontribusi konservasi, Carolina meminta kepada para pelaku industri pariwisata, khususnya di area Labuan Bajo untuk tidak khawatir.

Itu karena pembatasan dan biaya tersebut hanya berlaku untuk Pulau Komodo, Pulau Padar, dan kawasan perairan sekitarnya.

"Para pelaku industri pariwisata sebetulnya tidak perlu khawatir karena masih bisa menawarkan paket-paket wisata tanpa kompensasi biaya konservasi ini ke lokasi lain yang juga atraktif dan tidak kalah menarik di kawasan TNK," terangnya. 

6. Pembayaran dilakukan secara online satu pintu

Dalam melakukan pembayaran, Taman Nasional Komodo meminta wisatawan melakukannya secara online

"Nantinya, wisatawan yang ingin berkunjung perlu membayar biaya kontribusi untuk konservasi sebesar Rp 15 juta untuk empat orang yang berlaku dalam satu tahun dan mendaftar melalui aplikasi yang bisa diunduh lewat handphone masing-masing," jelas Carolina.

Baca juga: Asita NTT: Rencana Masuk TN Komodo Rp 3,75 Juta Perlu Dijelaskan Lebih Rinci

Bisa disimpulkan bahwa dalam melakukan pendaftaran dan pembayaran wisatawan hanya bisa memakai aplikasi khusus. Untuk aplikasinya akan diumumkan dikemudian hari.

7. Penetapan biaya turut melibatkan penduduk lokal 

Lebih lanjut, Carolina menyampaikan bahwa penetapan biaya baru ini turut melibatkan penduduk Desa Komodo. 

Jadi, biaya yang sudah disebutkan itu termasuk implementasi tahap awal yang telah bekerja sama dengan naturalist guide (warga setempat yang menjadi pemandu wisata di Taman Nasional Komodo) dan juga para pedagang setempat.

Ilustrasi komodo di TN Komodo.WIKIMEDIA COMMONS/ALDOARIANTO.87 Ilustrasi komodo di TN Komodo.

Dilansir dari Kompas.com, Jumat (1/7/2022), bisa dibilang bahwa biaya konservasi yang dibayarkan oleh wisatawan juga akan digunakan untuk pemberdayaan warga setempat.

Kelompok nelayan, kelompok tani, pengumpul buah asam, pengusaha kuliner, perajin dan penjual suvenir, serta pemandu wisata juga termasuk ke dalam program pemberdayaan masyarakat.

Baca juga: Harga Tiket Masuk Taman Nasional Komodo Rp 3,75 Juta per 1 Agustus

"Sehingga dengan adanya penetapan (biaya) ini tidak hanya dapat menjaga dan melestarikan ekosistem komodo dan spesies lain, tetapi juga membantu mendongkrak ekonomi masyarakat lokal," jelas Carolina. 

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.