Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

15 Kosakata Bahasa Sunda Dasar untuk Traveler

Kompas.com - 06/07/2022, 22:39 WIB
Ulfa Arieza

Penulis

KOMPAS.com - Indonesia memiliki banyak bahasa daerah yang masih digunakan sampai sekarang, salah satunya adalah Bahasa Sunda. Suku Sunda yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia (mayoritas di Jawa Barat) masih menggunakan Bahasa Sunda dalam percakapan sehari-hari. 

Tak heran, jika berwisata ke Jawa Barat kamu akan menemukan masyarakat berbincang menggunakan Bahasa Sunda. Sebelum berwisata ke Jawa Barat, tak ada salahnya untuk mempelajari kearifan lokal Suku Sunda tersebut.

R. Satjadibrata dalam Kamus Sunda-Indonesia (2011) mengatakan Bahasa Sunda memiliki lima tingkatan kata-kata atau undak usuk bahasa. Meliputi, kasar pisan, kasar, panengah, lemes, dan lemes pisan.

Baca juga: Kosakata Bahasa Jawa untuk Tawar-menawar, Wisatawan Perlu Tahu

Para murid Saung Angklung Udjo yang sedang mendemonstrasikan heleran atau arak-arakan kepada para wisatawan, Bandung, Kamis (16/1/2020).kompas.com / Nabilla Ramadhian Para murid Saung Angklung Udjo yang sedang mendemonstrasikan heleran atau arak-arakan kepada para wisatawan, Bandung, Kamis (16/1/2020).

Kasar pisan biasanya digunakan untuk ekspresi kemarahan. Kata panengah yang digunakan kepada orang sebaya dan anak-anak. 

Selanjutnya, kata-kata untuk menunjukkan hormat di dalam Bahasa Sunda yakni lemes. Sedangkan, kata-kata yang berguna untuk menghormati orang berpangkat lebih tinggi seperti raja, yakni lemes pisan

Sementara, sumber Sundapedia membagi tingkatan Bahasa Sunda menjadi tiga, yakni lemes (halus), loma (akrab), dan kasar.

Baca juga: Asal-usul Kata Ngabuburit, Ternyata dari Bahasa Sunda  

Bahasa Sunda lemes merupakan ragam bahasa halus atau sopan digunakan untuk menghormati lawan bicara. 

Bahasa Sunda loma biasanya dipakai dalam percakapan dengan sesama atau orang-orang yang sudah akrab.

Berikut kosa kata Bahasa Sunda dasar untuk traveler seperti dihimpun Kompas.com dari Kamus Sunda-Indonesia (2011) karangan R. Satjadibrata, situs Gramedia dan Sundapedia

Baca juga: Daftar Kosakata Bahasa Jawa untuk Wisatawan yang Akan Traveling

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Kompas Travel (@kompas.travel)

1. Wilujeng 

Wilujeng berarti selamat, dalam tingkatan Bahasa Sunda lemes. Traveler bisa menggunakan kata wilujeng untuk memberikan sapaan secara formal. 

Wilujeng enjing, berarti selamat pagi.

Wilujeng siang, berarti selamat siang.

Wilujeng sonten, berarti selamat sore. 

Wilujeng wengi, berarti selamat malam. 

Baca juga: Mengenal Macan Dahan Asia dan Sunda, Koleksi Baru Batu Secret Zoo

2. Kumaha, damang?

Kata "kumaha, damang?" memiliki arti "bagaimana, sehat?". Umumnya, kalimat ini digunakan untuk menanyakan kabar. 

Sementara itu, lawan bicaranya dapat menjawab dengan kata sehat, damang, atau pun sae.

3. Punten

Punten dalam Bahasa Sunda berarti permisi atau maaf. Biasanya, kata punten digunakan saat kita lewat di depan orang dan kerumunan atau hendak bertanya sesuatu.  

Nantinya, lawan bicara kita akan menjawab dengan kata mangga, yang berarti silakan. 

Contoh kalimat: punten, ada sesuatu yang saya ingin tanyakan. 

Artinya: maaf, ada sesuatu yang saya ingin tanyakan.

Baca juga: 15 Kosakata Dasar buat Traveling ke Bali

4. Hatur nuhun

Hatur nuhun berarti terima kasih. Kamu bisa mengucapkan hatur nuhun atau hanya nuhun saja. 

Jika dianalogikan ke dalam Bahasa Indonesia, hatur nuhun memiliki arti terima kasih. Sedangkan, nuhun memiliki arti makasih.

5. Bade ka mana?

Bade ka mana berarti mau ke mana, dalam tingkatan Bahasa Sunda lemes. Kamu bisa memakai kalimat ini saat hendak bertanya kepada seseorang yang lebih tua atau dihormati. 

Sementara itu, tingkatan Bahasa Sunda loma adalah arek ka mana. Biasanya, kalimat tanya ini digunakan kepada teman sebaya atau orang yang sudah kita kenal dekat. 

Baca juga: 12 Tempat Wisata di Bandung, Pas buat Liburan Sekolah

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Ada Promo Masuk Ancol Gratis mulai 1 Juni 2024, Simak Syaratnya

Ada Promo Masuk Ancol Gratis mulai 1 Juni 2024, Simak Syaratnya

Travel Update
Maskapai Ini Punya Penerbangan Bersama Anjing, Harganya Rp 97 Jutaan

Maskapai Ini Punya Penerbangan Bersama Anjing, Harganya Rp 97 Jutaan

Travel Update
Dieng Caldera Race 2024 Digelar mulai 7 Juni 2024

Dieng Caldera Race 2024 Digelar mulai 7 Juni 2024

Travel Update
Cara Berkunjung ke Koryu Space Japan Foundation, Gratis Masuk

Cara Berkunjung ke Koryu Space Japan Foundation, Gratis Masuk

Travel Tips
Traveler Wajib Tahu, Ini Kelebihan E-Paspor ketimbang Paspor Biasa

Traveler Wajib Tahu, Ini Kelebihan E-Paspor ketimbang Paspor Biasa

BrandzView
Puas dengan Pelayanan, 98 Persen Jemaah Ingin Umrah Kembali Bersama Jejak Imani

Puas dengan Pelayanan, 98 Persen Jemaah Ingin Umrah Kembali Bersama Jejak Imani

Travel Update
Deep and Extreme Indonesia 2024 Digelar mulai Kamis Ini di JCC Senayan

Deep and Extreme Indonesia 2024 Digelar mulai Kamis Ini di JCC Senayan

Travel Update
Pertemuan Asosiasi Pemda di Asia Pasifik Digelar Bersama Likupang Tourism Festival 2024

Pertemuan Asosiasi Pemda di Asia Pasifik Digelar Bersama Likupang Tourism Festival 2024

Travel Update
Desainer Indonesia Akan Pamer Kain dan Batik di Italia Bulan Depan

Desainer Indonesia Akan Pamer Kain dan Batik di Italia Bulan Depan

Travel Update
4 Tips Berkunjung ke Pasar Antik Cikapundung, Siapkan Uang Tunai

4 Tips Berkunjung ke Pasar Antik Cikapundung, Siapkan Uang Tunai

Jalan Jalan
Pasar Antik Cikapundung, Tempat Pencinta Barang Lawas di Bandung

Pasar Antik Cikapundung, Tempat Pencinta Barang Lawas di Bandung

Jalan Jalan
KONI Dorong Kota Malang Menjadi Destinasi Sport Tourism

KONI Dorong Kota Malang Menjadi Destinasi Sport Tourism

Travel Update
Koryu Space Japan Foundation: Lokasi, Jam Buka, dan Harga Tiket Masuk

Koryu Space Japan Foundation: Lokasi, Jam Buka, dan Harga Tiket Masuk

Travel Tips
Koryu Space Japan Foundation, Working Space Gratis di Jakarta

Koryu Space Japan Foundation, Working Space Gratis di Jakarta

Travel Update
 Legaran Svarnadvipa di Tanah Datar Sumbar, Pertunjukkan Seni untuk Korban Bencana

Legaran Svarnadvipa di Tanah Datar Sumbar, Pertunjukkan Seni untuk Korban Bencana

Travel Update
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com