Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pemkab Belitung Upayakan Segera Buka Lagi Penerbangan ke Malaysia

Kompas.com - 07/07/2022, 17:05 WIB
Wasti Samaria Simangunsong ,
Anggara Wikan Prasetya

Tim Redaksi

BELITUNG, KOMPAS.com - Pemerintah kabupaten Belitung tengah berupaya membuka kembali rute penerbangan internasional ke Bandara H.A.S. Hanandjoeddin di Tanjung Pandan, Provinsi Kepulauan Bangka-Belitung.

Salah satu rute yang direncanakan segera beroperasi pada akhir Agustus hingga awal September 2022 adalah Malaysia-Belitung oleh maskapai AirAsia.

"AirAsia direncakan terbang (dari Kuala Lumpur) ke Belitung pada akhir Agustus hingga awal September mendatang," kata kata Wakil Bupati Belitung Isyak Meirobie.

Pernyataan itu ia sampaikan dalam sesi Multi Stakeholder Forum Tiket.com - Improving Digital Marketing Literacy and Socialization of Sustainable Tourism Industry Development, di Belitung, Kamis (7/7/2022).

Baca juga: Jelajahi Gugusan Pulau di Belitung, Lihat Bintang Laut dan Mercusuar

Isyak melanjutkan, saat ini pihaknya tengah melobi petinggi-petinggi maskapai lainnya untuk bersedia membuka kembali rute penerbangan internasional dari negara-negara tetangga, seperti Singapura untuk memulihkan kembali sektor pariwisata dan roda perekonomian.

"Kami juga menyurati Super Air Jet dan meminta Batik Air terbang kembali ke Belitung," sambung Isyak.

Penerbangan domestik di Belitung masih kurang

Menurut dia, penerbangan domestik di Belitung juga masih terbilang sangat kurang. Isyak menuturkan, tak jarang wisatawan membatalkan kunjungannya ke Belitung akibat minimnya jadwal penerbangan.

"Pesawat domestik hanya ada empat sampai lima maskapai. Ini dirasakan sangat kurang. Penerbangan internasional pun tidak ada direct flight dari Belitung ke luar negeri, padahal kita punya dua bandara internasional," kata Plt Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Belitung Bakri Hauriansyah kepada Kompas.com, Kamis.

Danau Kaolin di Belitung. SHUTTERSTOCK/BANGHOL Danau Kaolin di Belitung.

Kata Isyak, kondisi setelah pandemi Covid-19 membuat maskapai harus menyewa kembali pesawat-pesawat yang sempat ditarik oleh pihak leasing, dalam kondisi yang belum layak terbang, sehingga perlu dilakukan maintenance.

"Sejak pandemi pesawat-pesawat banyak yang ditarik oleh leasing, sekarang maskapai melakukan rekondisi, menyewa kembali pesawat-pesawat yang ditarik, namun dalam kondisi belum layak terbang mengangkat penumpang, perlu diservis dulu," kata Ishak.

Baca juga: Geosite Pit Nam Salu Belitung Timur Jadi Pilihan Wisata Delegasi G20

Akibatnya, jumlah antrean di pusat maintenance pun cukup panjang, sehingga belum banyak pesawat yang bisa beroperasi melayani rute seperti sebelum pandemi.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com