Kompas.com - 08/07/2022, 10:10 WIB

KOMPAS.com - Tren wisata di kalangan generasi milenial (28-35 tahun) menunjukkan perubahan, khususnya terkait referensi wisata, sejak pandemi Covid-19 melanda.

"Jika dilihat, wisatawan milenial cenderung menyukai wisata yang sehubungan dengan hobi mereka," kata Senior Public Relations Manager Tiket.com, Sandra Darmosumarto, kepada Kompas.com, di Belitung, Jumat (8/7/2022).

Salah satu contohnya adalah tren bersepeda beberapa waktu terakhir, membuat wisatawan tak ragu lagi menaiki sepedanya untuk menjelajahi rute-rute domestik baru.

Baca juga:

Adanya layanan penambahan bagasi yang diberikan oleh sebuah maskapai penerbangan, kian mempermudah generasi milenial dalam melancarkan hobinya ini.

Sandra menuturkan, berwisata bagi anak muda tidak lagi sekadar menikmati keindahan alam, tapi juga sudah mencakup pengalaman apa yang akan mereka peroleh saat mengunjungi destinasi tersebut.

"Sekarang itu anak muda kalau bepergian ke suatu tempat akan membawa barang yang berhubungan dengan kesukaan mereka. Jadi, healing-nya anak-anak muda sekarang, mereka pergi ke suatu tempat untuk melakukan hobinya," katanya.

Baca juga: Tren Nginap di Akomodasi Privat Naik pada 2022, Vila hingga Resort

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Kompas Travel (@kompas.travel)

Tren work from hotel di kalangan generasi milenial

Di samping itu, selama pandemi juga terjadi peningkatan pemesanan kamar hotel akibat munculnya tren staycation dan work from home (bekerja dari rumah atau WFH) di kalangan generasi milenial.

Peluang ini ditangkap oleh para pelaku industri perhotelan, untuk menyediakan paket work from hotel (bekerja dari hotel), yakni sebuah cara kerja baru yang ditawarkan bagi pekerja milenial untuk melepas penat, sembari menginap di hotel sekitar tempat tinggalnya masing-masing.

Baca juga:

"Saat pandemi, anak-anak muda kerjanya kan dari rumah. Kemudian mereka bosan, sehingga mencari opsi work from hotel, makanya tingkat pemesanan kamar hotel cukup meningkat waktu itu," tuturnya.

Jika dirangkum keseluruhan, atas observasi Tiket.com, pandemi Covid-19 membuat masyarakat Indonesia cenderung memilih untuk berlibur di dalam negeri.

Adapun animo untuk liburan ke luar negeri baru meledak saat penerbangan ke luar negeri sudah banyak dibuka.

Baca juga: Tren Wisata pada Tahun Macan Air, Ini Penjelasannya Menurut Feng Shui

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.