Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Surau Tertua di Belitung, Masjid Sijuk yang Berdiri Sejak 1817

Kompas.com - 09/07/2022, 11:11 WIB
Wasti Samaria Simangunsong ,
Anggara Wikan Prasetya

Tim Redaksi

BELITUNG, Kompas.com - Persis di ujung tikungan Jalan Penghulu, Desa Sijuk, Kabupaten Belitung, tampak bangunan yang mencolok dengan dominasi warna coklat tuanya.

Masjid Sijuk, surau yang sudah berusia lebih dari dua abad ini masih berdiri kokoh, mempertahankan desain awalnya sejak dibangun pada awal abad ke-19 Masehi.

Tidak ada yang tahu pasti, siapa pembuat masjid itu. Namun, saat berkunjung Rabu (6/7/2022) lalu, Kompas.com menemukan sebuah poster di dinding Masjid Sijuk, yang menerangkan sejarah masjid.

Baca juga: Delegasi G20 Akan Kunjungi 4 Tempat Wisata di Belitung

Masjid Sijuk yang diberi nama Masjid Al-Ikhlas ini merupakan satu-satunya masjid yang masih ada dari empat masjid pertama di daerah Kecamatan Membalong.

Dalam poster tertulis, Masjid Sijuk dibangun oleh seorang bernama Tuk Dong yang kabarnya merupakan seorang penyebar agama Islam dari Kalimantan.

Namun, ada pula yang mengatakan bahwa masjid dibangun oleh dua orang bersaudara dari negeri China.

Satunya membangun masjid, sedangkan satunya lagi membangun kelenteng. Adapun Kelenteng Sijuk dibangun dua tahun lebih awal dari Masjid Sijuk, tepatnya tahun 1815.

Selama berdiri, Masjid Sijuk sempat direnovasi tahun 1948 dan 1970. Pada 1948, ada penambahan dinding penyekat, sehingga masjid terbagi menjadi ruang tertutup dan terbuka tanpa dinding.

Pada renovasi tahun 1970, dilakukan untuk penggantian atap dan seng tanpa mengubah bentuk asli masjid yang sesungguhnya.

Baca juga:

Pada tahun 1980, masjid ini sempat ditelantarkan sebab tempat ibadah telah dipindahkan ke masjid yang lebih besar, yakni Masjid Al-Muhajirin yang juga berada di daerah Sijuk.

Hingga akhirnya di tahun 1999, masyarakat Dusun Ulu bermusyawarah untuk memperbaiki dan mempergunakan kembali masjid yang sempat ditinggalkan hampir 20 tahun ini.

"Karena luasnya terbatas, paling cuma muat 40 orang, jadi kalau ada Jumat'an dan salat Idul Adha besok, orang-orang milihnya ke masjid yang lebih besar," demikian kata Jaenudin (Momon) pemandu perjalanan sekaligus warga lokal Sijuk, kepada Kompas.com, Rabu.

Masjid Al-Ikhlas Sijuk, masjid tertua di Belitung sejak 1817.Kompas.com/Wasti Samaria Simangunsong Masjid Al-Ikhlas Sijuk, masjid tertua di Belitung sejak 1817.

Orang-orang Sijuk beraktivitas di masjid baru yang lebih besar karena jemaah semakin banyak. Setelah belasan tahun di masjid baru, orang-orang Sijuk memilih menggunakan lagi Masjid Al-Ikhlas sampai sekarang.

Momon mengatakan bahwa masjid ini ditopang oleh empat pilar tiang utama dari kayu yang hanya tumbuh di daerah hutan bakau.

"Kayu ini disebut Kayu Teruntum, didapat dari daerah hutan Mengguru di Desa Sungai Padang. Kayu dibawa dengan rakit di sungai selama berbulan-bulan, karena waktu itu kan belum ada transportasi seperti sekarang," kata dia.

Sedangkan dinding masjid terbuat dari papan dan atapnya terbuat dari sirap (bahan tipis kayu ulin) yang berasal dari Pulau Kalimantan.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Puncak Festival Balon 2024, Alun-alun Wonosobo Jadi Lautan Manusia

Puncak Festival Balon 2024, Alun-alun Wonosobo Jadi Lautan Manusia

Jalan Jalan
Harga Tiket dan Jam Buka Curug Sewu, Air Terjun Tingkat Tiga di Kendal Jawa Tengah

Harga Tiket dan Jam Buka Curug Sewu, Air Terjun Tingkat Tiga di Kendal Jawa Tengah

Travel Update
Guru Spiritual Terkenal dari India: Bali Membawa Ketenangan dan Semangat untuk Pemulihan Jasmani dan Rohani

Guru Spiritual Terkenal dari India: Bali Membawa Ketenangan dan Semangat untuk Pemulihan Jasmani dan Rohani

Travel Update
7 Wisata Alam di Cilacap, Jawa Tengah, Lokasi Liburan Bersama Keluarga

7 Wisata Alam di Cilacap, Jawa Tengah, Lokasi Liburan Bersama Keluarga

Jalan Jalan
5 Wisata Pantai dekat Heha Ocean View, Ada yang Gratis

5 Wisata Pantai dekat Heha Ocean View, Ada yang Gratis

Jalan Jalan
Rafting Seru di Namu Hejo Pangelangan, Bandung

Rafting Seru di Namu Hejo Pangelangan, Bandung

Jalan Jalan
Namu Hejo: Harga Tiket, Jam Buka, dan Lokasi

Namu Hejo: Harga Tiket, Jam Buka, dan Lokasi

Hotel Story
Puncak Festival Balon di Wonosobo Digelar 21 April 2024

Puncak Festival Balon di Wonosobo Digelar 21 April 2024

Travel Update
Lanakila Lake Lampung: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Jam Buka

Lanakila Lake Lampung: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Jam Buka

Jalan Jalan
9 Tips Tingkatkan Kenyamanan di Kamar Hotel

9 Tips Tingkatkan Kenyamanan di Kamar Hotel

Travel Tips
Pemindahan Spot Ikonik Wisata Hawai, Tangga Haiku, Telah Dimulai

Pemindahan Spot Ikonik Wisata Hawai, Tangga Haiku, Telah Dimulai

Travel Update
Berwisata di Bukit Pinteir Bangka Belitung, Lintasan Hiking Sudah Dilengkapi Gazebo

Berwisata di Bukit Pinteir Bangka Belitung, Lintasan Hiking Sudah Dilengkapi Gazebo

Travel Update
Libur Lebaran 2024, Lebih dari 120.000 Wisatawan Kunjungi Banyuwangi

Libur Lebaran 2024, Lebih dari 120.000 Wisatawan Kunjungi Banyuwangi

Travel Update
7 Perbedaan Visa Kunjungan Wisata dan Visa on Arrival, Jangan Salah

7 Perbedaan Visa Kunjungan Wisata dan Visa on Arrival, Jangan Salah

Travel Update
4 Lokasi untuk Lihat Patung Merlion Selain di Singapura, Ada di Madiun

4 Lokasi untuk Lihat Patung Merlion Selain di Singapura, Ada di Madiun

Jalan Jalan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com