Kompas.com - 11/07/2022, 20:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Taman Nasional Komodo rencananya akan memberlakukan pembatasan pengunjung dan biaya konservasi sebesar Rp 3,75 juta bagi wisatawan yang datang ke kawasan tersebut.

Biaya itu disebut sudah menjadi kesepakatan antara pemerintah pusat, melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), dengan pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Baca juga: Ramai Dibincangkan, Berapa Harga Tiket Masuk TN Komodo Saat Ini?

Pengunjung TN Komodo rencananya akan dibatasi 200.000 kunjungan per tahunnya. Pembatasan tersebut dilakukan berdasarkan hasil kajian para ahli dari berbagau perguruan tinggi di Indonesia.

Namun, pembatasan tersebut tidak dilakukan di seluruh wilayah TN Komodo, melainkan hanya berlaku di dua pulau, yakni Pulau Padar dan Pulau Komodo.

"Jadi tidak semua pulau, hanya dua pulau saja dan di dua pulau itu lah pemerintah mengkajinya, membatasi jumlah kunjungan. Karena terlalu banyak kunjungan, itu juga mempengaruhi ekosistem dan kehidupan komodo," kata Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTT, Sony Zeth Libing dalam Weekly Press Briefing Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) secara daring, Senin (11/07/2022).

Baca juga: 9 Pulau di Taman Nasional Komodo, Kunjungi Saat Liburan ke Sana

Pembatasan dilakukan karena pengunjung TN Komodo terus naik dari waktu ke waktu, dan dikhawatirkan akan membeludak di masa depan jika tak dilakukan pembatasan.

Kepala Taman Nasional Komodo Lukita Awang mencontohkan, destinasi yang ditetapkan sebagai situs warisan dunia oleh UNESCO pada 1991 itu dikunjungi sekitar 11.000 wisatawan pada 2002.

Angka kunjungan terus naik secara signifikan sejak 2010.

Kajian tim peneliti, pada 2030 mendatang, pengunjung TN Komodo diproyeksikan mencapai 283.686 wisatawan dan tahun 2045 diprediksi mencapai 479.240 kunjungan. Data ini merupakan perkiraan jika tak dilakukan pembatasan.

Adapun batas kapasitas kunjungan maksimal yang nyaman, baik untuk wisatawan mau pun lingkungan, adalah 290.000 orang.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Kompas Travel (@kompas.travel)

Dikutip dari Kompas.com, (29/06/2022), peningkatan aktivitas wisata itu mengakibatkan hilangnya nilai jasa ekosistem yang akan semakin parah jika tak segera dikendalikan.

Hasil penelitian juga menemukan adanya perubahan perilaku komodo.

"Komodo menjadi kurang kewaspadaan, menjadi lebih dekat dengan manusia di tempat wisata."

"Sebenarnya di tempat alamnya ada banyak lembah-lembah, kalau manusia datang, komodo lari. Tapi di tempat wisata komodo jadi lebih dekat pada manusia," ucap Awang.

Baca juga: Pengunjung TN Komodo Dibatasi, Wisata Labuan Bajo Akan Dioptimalkan

Selain itu, ukuran tubuh komodo juga diketahui menjadi lebih besar.

Catatan TN Komodo, berat normal komodo di habitat asli hanya mencapai maksimal sekitar 80 kilogram. Sementara di TN Komodo berat badan komodo bisa mencapai 100 kilogram.

"Sebenarnya secara normal dia paling besar 80 kilogram di habitat aslinya," tambah Awang.

Baca juga: Wacana Biaya Kontribusi Konservasi TN Komodo Rp 3,75 Juta, Ketahui 10 Hal Ini

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Marriott International Buka 14 Properti Baru di Asia Pasifik pada 2023

Marriott International Buka 14 Properti Baru di Asia Pasifik pada 2023

Travel Update
4 Lokasi Syuting Drakor Little Women di Singapura

4 Lokasi Syuting Drakor Little Women di Singapura

Jalan Jalan
Ulang Tahun Kota Yogyakarta 7 Oktober, Simak Rangkaian Acaranya

Ulang Tahun Kota Yogyakarta 7 Oktober, Simak Rangkaian Acaranya

Travel Update
Wisata ke Anjungan Yogyakarta di TMII, Ada Tempat Penyimpanan Keris

Wisata ke Anjungan Yogyakarta di TMII, Ada Tempat Penyimpanan Keris

Jalan Jalan
26 Juta Wisatawan Kunjungi Jawa Tengah hingga Agustus 2022

26 Juta Wisatawan Kunjungi Jawa Tengah hingga Agustus 2022

Travel Update
34 Negara yang Aman untuk Perempuan Traveling Sendirian

34 Negara yang Aman untuk Perempuan Traveling Sendirian

Jalan Jalan
5 Tempat Wisata di Jawa Barat dan Legenda di Baliknya

5 Tempat Wisata di Jawa Barat dan Legenda di Baliknya

Jalan Jalan
Ritual Taber Laut di Bangka Akan Digelar Lagi Desember 2022

Ritual Taber Laut di Bangka Akan Digelar Lagi Desember 2022

Travel Update
Spanyol Akan Luncurkan Visa Digital Nomad, Turis Bisa Kerja Sambil Liburan

Spanyol Akan Luncurkan Visa Digital Nomad, Turis Bisa Kerja Sambil Liburan

Travel Update
5 Rumah Adat Nusa Tenggara Barat, Bukti kekayaan Budaya Nusantara

5 Rumah Adat Nusa Tenggara Barat, Bukti kekayaan Budaya Nusantara

Travel Update
Batik Sembung di Yogyakarta, Lestarikan Budaya dengan Belajar Membatik

Batik Sembung di Yogyakarta, Lestarikan Budaya dengan Belajar Membatik

Travel Update
12 Desa Wisata Manggarai Timur NTT, Banyak Kekayaan Alam dan Budaya

12 Desa Wisata Manggarai Timur NTT, Banyak Kekayaan Alam dan Budaya

Jalan Jalan
Sembungan, Desa Tertinggi di Pulau Jawa yang Punya Banyak Wisata

Sembungan, Desa Tertinggi di Pulau Jawa yang Punya Banyak Wisata

Jalan Jalan
Meriahnya Parade Berkebaya di Solo Bersama Ibu Negara, Peringati Hari Batik Nasional 2022

Meriahnya Parade Berkebaya di Solo Bersama Ibu Negara, Peringati Hari Batik Nasional 2022

Travel Update
Ulang Tahun ke-266, Yogyakarta Gelar Banyak Acara Wisata

Ulang Tahun ke-266, Yogyakarta Gelar Banyak Acara Wisata

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.