Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 17/07/2022, 07:07 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Tim SAR Satlinmas Wilayah II Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengimbau wisatawan di pantai untuk mewaspadai munculnya ubur-ubur.

"Setelah beberapa hari hilang, hari ini muncul ubur-ubur," kata Koordinator SAR Satlinmas Wilayah II Gunungkidul Marjono kepada Kompas.com Sabtu (16/7/2022).

Ia melanjutkan, ubur-ubur yang dikenal masyarakat lokal bernama impes ini muncul saat musim kemarau Juli sampai September. Kemunculan ubur-ubur pertama kali dilihat pada Sabtu (9/7/2022).

Baca juga: 6 Pertolongan Pertama Jika Disengat Ubur-ubur, Jangan Digaruk

"Beberapa hari lalu sempat menghilang karena munculnya hujan," kata Marjono.

Sekretaris SAR Satlinmas Wilayah II Gunungkidul Surisdiyanto menambahkan hari ini ada  3 orang tersengat ubur-ubur. Sehingga total ada 19 orang yang tersengat ubur-ubur sejak kemunculan akhir pekan lalu.

Dijelaskannya ubur-ubur tidak sengaja dipegang atau tersentuh wisatawan karena memang bentuknya tipis berwarna biru. Tubuhnya yang berbentuk payung berumbai, bisa menyebabkan gatal di kulit jika tersentuh.

"Jika tidak kuat bisa menyebabkan sesak napas," kata Suris

 
 
 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Kompas Travel (@kompas.travel)

Bentuk ubur-ubur ini bisa menarik perhatian, khususnya anak-anak karena tubuhnya transparan dan memiliki rumbai warna biru. Bentuk warna menarik ini seringkali membuat pengunjung ingin menyentuh ubur-ubur.

"Ciri khusus ubur ubur berwarna biru bergelembung seperti balon dan memiliki ekor, serabut panjang (tentakel)," kata Suris.

Baca juga: Masak Ubur-ubur, Ini 3 Tips Mengolahnya

Menurut dia, wisatawan tak perlu terlalu khawatir dengan adanya impes asal mengikuti imbauan petugas.

Tips aman wisata di pantai dari sengatan ubur-ubur

Petugas SAR selama musim ubur ubur, biasa melakukan patroli pantai dan mengubur impes tersebut guna mengurangi korban sengatan.

Berikut ini tips aman wisata di pantai agar tidak tersengat ubur-ubur:

1. Pakai sandal atau alas kaki saat di pasir dan batu karang

Alas kaki berguna untuk meminimalisasi telapak kaki dari menginjak hewan kecil yang tak terlihat, tetapi beracun.

Beberapa hewan kecil yang beracun, di antaranya impes, bulu babi, dan kelabang laut yang banyak ditemui sekitar batu karang.

Ilustrasi hampir terkena sengatan ubur-ubur.Dok. Shutterstock/alagon Ilustrasi hampir terkena sengatan ubur-ubur.

2. Bermain di lokasi yang aman

Jika terlihat hewan-hewan kecil beracun, baik di laut atau pasir pantai, sebaiknya menghindar dan jangan dibuat mainan.

3. Bersihkan luka sengatan

Jika terkena sengatan, bersihkan tentakel dari kulit dan basuh dengan air laut atau air hangat, bisa juga dengan alkohol.

4. Segera cari bantuan

Usai membersihkan bekas sengatan ubur-ubur, carilah posko SAR terdekat untuk mendapatkan pertolongan pertama.

5. Ke dokter jika butuh penanganan

Sengatan ubur-ubur bisa menyebabkan sesak napas. Jika diperlukan, segeralah ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bukit Porong Labuan Bajo Kembangkan Wisata Tematik, Ada Tarian Adat hingga Falsafah Berkebun

Bukit Porong Labuan Bajo Kembangkan Wisata Tematik, Ada Tarian Adat hingga Falsafah Berkebun

Travel Update
Padukuhan di Tepi DIY Ini Berada di Dasar Lembah Bengawan Solo Purba

Padukuhan di Tepi DIY Ini Berada di Dasar Lembah Bengawan Solo Purba

Jalan Jalan
Desa Wisata Welora di Maluku Barat Daya, Punya Spot Selam Keren yang Digemari Turis Asing

Desa Wisata Welora di Maluku Barat Daya, Punya Spot Selam Keren yang Digemari Turis Asing

Jalan Jalan
Larangan Mendaki Gunung di Bali, Menparekraf: Sedang Diklarifikasi

Larangan Mendaki Gunung di Bali, Menparekraf: Sedang Diklarifikasi

Travel Update
6 Tempat Beli Oleh-oleh Haji dan Umrah di Jakarta 

6 Tempat Beli Oleh-oleh Haji dan Umrah di Jakarta 

Jalan Jalan
Mengapa Air Berkah untuk Waisak Diambil di Umbul Jumprit?

Mengapa Air Berkah untuk Waisak Diambil di Umbul Jumprit?

Jalan Jalan
Larangan Mendaki Gunung di Bali Akan Dibuat Jadi Perda

Larangan Mendaki Gunung di Bali Akan Dibuat Jadi Perda

Travel Update
Api Dharma untuk Waisak Diambil dari Mrapen di Jawa Tengah, Kenapa?

Api Dharma untuk Waisak Diambil dari Mrapen di Jawa Tengah, Kenapa?

Jalan Jalan
Jumlah Kedatangan Wisatawan Muslim Diprediksi Capai 230 Juta pada 2028

Jumlah Kedatangan Wisatawan Muslim Diprediksi Capai 230 Juta pada 2028

Travel Update
36.000 Wisatawan Kunjungi Banyuwangi Selama Libur Waisak 2023

36.000 Wisatawan Kunjungi Banyuwangi Selama Libur Waisak 2023

Travel Update
Nonton Indonesia Vs Argentina di GBK Bisa Naik MRT, Ini Caranya

Nonton Indonesia Vs Argentina di GBK Bisa Naik MRT, Ini Caranya

Travel Tips
Sejumlah Pantai di Italia Batasi Jumlah Turis demi Menjaga Lingkungan

Sejumlah Pantai di Italia Batasi Jumlah Turis demi Menjaga Lingkungan

Travel Update
Daftar 25 Maskapai Penerbangan Terbaik di Dunia 2023

Daftar 25 Maskapai Penerbangan Terbaik di Dunia 2023

Travel Update
Nonton Indonesia Vs Argentina di GBK, Bisa Sambil Nongkrong di 4 Spot Ini

Nonton Indonesia Vs Argentina di GBK, Bisa Sambil Nongkrong di 4 Spot Ini

Jalan Jalan
Bakal Ada Diskon Harga Tiket Pesawat 40 Persen ke Indonesia Timur

Bakal Ada Diskon Harga Tiket Pesawat 40 Persen ke Indonesia Timur

Travel Update
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+