Kompas.com - 17/07/2022, 15:43 WIB
Penulis Ulfa Arieza
|

KOMPAS.com - Kota Surakarta, atau lebih dikenal dengan Kota Solo merupakan salah satu kota budaya di Provinsi Jawa Tengah. Tak hanya kota budaya, Solo memiliki sejumlah destinasi wisata yang dapat dikunjungi wisatawan.

Untuk menuju Solo, wisatawan bisa menggunakan moda transportasi kereta api. Salah satu stasiun kereta api di Solo adalah Stasiun Solo Balapan atau Stasiun Balapan yang berada di Jalan Wolter Monginsidi Nomor 112, Kestalan, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta.

Terdapat tempat wisata dekat Stasiun Balapan yang dapat dikunjungi wisatawan sebagai berikut.

Baca juga: Apa Perbedaan Solo dan Surakarta? Berikut Penjelasannya

1. Keraton Surakarta Hadiningrat   

Keraton Surakarta Hadiningrat atau dikenal sebagai Keraton Solo merupakan destinasi wisata budaya dan sejarah yang tak boleh dilewatkan saat mengunjungi Solo. Keraton Solo sudah ditetapkan sebagai cagar budaya. 

Mengutip laman Badan Otorita Borobudur, keraton ini didirikan oleh Pakubuwana II pada 1744. Bangunan keraton merupakan perpaduan antara gaya Eropa dengan Jawa, dengan dominasi warna biru dan putih. 

Baca juga: Sekaten Solo Tahun 2022 Akan Digelar Lagi, Ada Pasar Malam di Alun-alun

Seorang pengayuh becak melintas di depan Keraton Surakarta Hadiningrat.KOMPAS.com/Labib Zamani Seorang pengayuh becak melintas di depan Keraton Surakarta Hadiningrat.

Keraton Surakarta Hadiningrat mempunyai museum yang menyimpan berbagai koleksi. Wisatawan dapat melihat berbagai macam peninggalan khas keraton, mulai dari pernak-pernik yang digunakan keluarga raja, hadiah dari para raja Eropa, alat musik gamelan, replika pusaka keraton, dan lainnya. 

Berdasarkan informasi dari situs Sistem Registrasi Nasional Cagar Budaya, Keraton Surakarta Hadiningrat membujur dari utara ke selatan yang terbagi menjadi tiga area. Meliputi, area luar tembok beteng Baluwarti bagian utara dan selatan, area dalam tembok beteng Baluwarti, dan area dalam Cepuri.

Lokasi Keraton Surakarta Hadiningrat berada di Baluwarti, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Surakarta. Jarak Stasiun Balapan ke keraton sekitar 3,3 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 10 menit. 

2. Pasar Klewer 

Tak jauh dari Keraton Solo, atau sekitar 350 meter, wisatawan dapat menemukan pasar tradisional Kota Solo, yaitu Pasar Klewer. Lokasinya berada di Jalan DR Radjiman No 5A, Gajahan, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Solo.

Wisatawan dapat berbelanja pernak-pernik khas Solo untuk oleh-oleh. Mengutip Kompas.com (8/5/2022), Pasar Klewer terkenal sebagai pusat grosir batik, tekstil, pakaian, kaos, pakaian tradisional, blangkon, aksesoris, dan sebagainya. 

Baca juga: Night Market Ngarsopuro di Kota Solo Pindah Sementara ke Barat Stadion Sriwedari

Pasar Klewer Solo yang ditutup selama PPKM Darurat.KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Pasar Klewer Solo yang ditutup selama PPKM Darurat.

Tak heran, pasar ini tak pernah sepi dari pembeli baik dari dalam maupun luar kota. Terlebih lokasinya sangat strategis, terutama berdekatan dengan Keraton Surakarta Hadiningrat dan Masjid Agung Surakarta.

Pasar Klewer diresmikan oleh Presiden Soekarno pada 1970. Sejak saat itu, Pasar Klewer menjadi pusat perdagangan, khususnya kain batik.

3. Alun-alun Kidul 

Alun-alun Kidul berada dalam kompleks Keraton Surakarta Hadiningrat. Wisatawan dapat melakukan sejumlah aktivitas di kawasan Alun-alun Kidul, antara lain menikmati wisata kuliner, belajar sejarah, naik andong keliling kompleks keraton, atau sekadar duduk santai. 

Lokasi Alun-alun Kidul berada di Jalan Gading, Gajahan, Kecamatan Pasar Kliwon. Jaraknya dari Stasiun Balapan sekitar 4,4 kilometer dengan waktu tempuh 14 menit. 

Baca juga: Rute ke Bandara Adi Soemarmo yang Ternyata Bukan di Kota Solo

Alun-alun Kidul Kraton Surakarta, Jawa Tengah.pariwisatasolo.surakarta.go.id Alun-alun Kidul Kraton Surakarta, Jawa Tengah.

4. Pura Mangkunegaran 

Selain Keraton Surakarta Hadiningrat, ada satu lagi keraton di Kota Solo, yaitu Pura Mangkunegaran. Pura Mangkunegaran adalah istana  kediaman para raja atau adipati Mangkunegaran. 

Mengutip Kompas.com (29/11/2021), Pura Mangkunegaran dibangun oleh Raden Mas Said atau Pangeran Sambernyawa, yang bergelar Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegara I.

Pura Mangkunegaran didirikan oleh Raden Mas Said pada 1757, setelah menandatangani Perjanjian Salatiga. Berdasarkan perjanjian itu, Raden Mas Said diakui sebagai pangeran dengan wilayah otonom berstatus kadipaten, yang disebut Praja Mangkunegaran. 

Baca juga: Sandiaga dan Gibran Ingin Penerbangan Internasional Langsung ke Solo

Puro Mangkunegaran di di Jalan Ronggowarsito, Kelurahan Keprabon, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Jawa Tengah.KOMPAS.COM/Fristin Intan Sulistyowati Puro Mangkunegaran di di Jalan Ronggowarsito, Kelurahan Keprabon, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Jawa Tengah.

Kompleks bangunan Pura Mangkunegaran dibagi menjadi tiga halaman. Halaman pertama disebut pamedan, yakni lapangan berdenah persegi panjang yang membujur dari barat ke timur. 

Halaman kedua, terdapat pendopo ageng berbentuk joglo dengan arsitektur bergaya perpaduan Jawa-Eropa. Halaman ketiga, terdapat peringgitan, dalem agung, dan tempat tinggal keluarga Mangkunegaran.

Saat ini, dalem agung berfungsi sebagai museum, yang memamerkan berbagai macam koleksi benda seni, perhiasan, senjata, pakaian, hingga gambar penguasa Mangkunegaran. Lokasinya berada di Jalan Ronggowarsito, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta. 

Jaraknya dari Stasiun Balapan sekitar dua kilometer, dengan waktu tempuh tujuh menit.

Baca juga: 8 Tempat Wisata Kota Solo untuk Ajak Anak-anak Saat Libur Sekolah

5. Kampung Batik Laweyan 

Jika wisatawan ingin belajar membuat baik, maka datanglah ke Kampung Batik Laweyan. Kampung bati ini, merupakan salah satu kampung batik tertua di Indonesia, berdasarkan informasi dari situs Kampoeng Batik Laweyan.

Kampung Batik Solo - Seorang pengrajin batik di Kampung Batik Laweyan, Surakarta, Jawa Tengah.https://pariwisatasolo.surakarta.go.id/ Kampung Batik Solo - Seorang pengrajin batik di Kampung Batik Laweyan, Surakarta, Jawa Tengah.

Baca juga: Delegasi G20 Bakal Hadir di Kirab Budaya Solo Batik Carnival 2022

Industri batik tulis dengan pewarna alami di Kampung Batik Laweyan mulai berkembang pada abad 14 masehi, pada masa pemerintahan Keraton Pajang. Saat teknik batik cap ditemukan pada 1900-an, lahir juragan-juragan batik yang melegenda dari Kampung Batik Laweyan. 

Selain belajar melukis motif batik, wisatawan juga dapat berbelanja aneka macam batik di Kampung Batik Laweyan. Lokasinya berada di Jalan DR. Rajiman Nomor 521 Kampoeng Batik Laweyan, Surakarta. 

Jaraknya dari Stasiun Balapan sekitar 4,2 kilometer, dengan waktu tempuh sekitar 15 menit. 

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.