Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

10 Wisata Solo Dekat Stasiun Balapan, Banyak Bangunan Bersejarah

Kompas.com - Diperbarui 11/01/2023, 16:44 WIB
Ulfa Arieza

Penulis

KOMPAS.com - Kota Surakarta, atau lebih dikenal dengan Kota Solo, merupakan salah satu kota budaya di Provinsi Jawa Tengah. Tak hanya kota budaya, Solo memiliki sejumlah tempat wisata yang dapat dikunjungi wisatawan.

Untuk menuju Solo, wisatawan bisa menggunakan moda transportasi kereta api.

Baca juga: Apa Perbedaan Solo dan Surakarta? Berikut Penjelasannya

Salah satu stasiun kereta api di Solo adalah Stasiun Solo Balapan atau Stasiun Balapan yang berada di Jalan Wolter Monginsidi Nomor 112, Kestalan, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta.

Terdapat tempat wisata dekat Stasiun Balapan yang dapat dikunjungi wisatawan sebagai berikut.

Tempat wisata di dekat Stasiun Solo Balapan

1. Keraton Surakarta Hadiningrat   

Keraton Surakarta Hadiningrat atau dikenal sebagai Keraton Solo merupakan tempat wisata budaya dan sejarah yang tak boleh dilewatkan saat mengunjungi Solo. Keraton Solo sudah ditetapkan sebagai cagar budaya. 

Dikutip dari laman Badan Otorita Borobudur, keraton ini didirikan oleh Pakubuwana II pada 1744. Bangunan keraton merupakan perpaduan antara gaya Eropa dengan Jawa, dengan dominasi warna biru dan putih. 

Baca juga: Sekaten Solo Tahun 2022 Akan Digelar Lagi, Ada Pasar Malam di Alun-alun

Seorang pengayuh becak melintas di depan Keraton Surakarta Hadiningrat.KOMPAS.com/Labib Zamani Seorang pengayuh becak melintas di depan Keraton Surakarta Hadiningrat.

Keraton Surakarta Hadiningrat mempunyai museum yang menyimpan berbagai koleksi. Wisatawan dapat melihat berbagai macam peninggalan khas keraton, mulai dari pernak-pernik yang digunakan keluarga raja, hadiah dari para raja Eropa, alat musik gamelan, replika pusaka keraton, dan lainnya. 

Berdasarkan informasi dari situs Sistem Registrasi Nasional Cagar Budaya, Keraton Surakarta Hadiningrat membujur dari utara ke selatan yang terbagi menjadi tiga area. Meliputi, area luar tembok beteng Baluwarti bagian utara dan selatan, area dalam tembok beteng Baluwarti, dan area dalam Cepuri.

Lokasi Keraton Surakarta Hadiningrat berada di Baluwarti, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Surakarta. Jarak Stasiun Balapan ke keraton sekitar 3,3 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 10 menit. 

2. Pasar Klewer 

Tak jauh dari Keraton Solo, atau sekitar 350 meter, wisatawan dapat menemukan pasar tradisional Kota Solo, yaitu Pasar Klewer. Lokasinya berada di Jalan DR Radjiman No 5A, Gajahan, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Solo.

Wisatawan dapat berbelanja pernak-pernik khas Solo untuk oleh-oleh. Dilaporkan oleh Kompas.com, Minggu (8/5/2022), Pasar Klewer terkenal sebagai pusat grosir batik, tekstil, pakaian, kaos, pakaian tradisional, blangkon, dan aksesori.

Baca juga: Night Market Ngarsopuro di Kota Solo Pindah Sementara ke Barat Stadion Sriwedari

Pasar Klewer Solo yang ditutup selama PPKM Darurat.KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Pasar Klewer Solo yang ditutup selama PPKM Darurat.

Tak heran, pasar ini tak pernah sepi dari pembeli baik dari dalam maupun luar kota. Terlebih lokasinya strategis, terutama berdekatan dengan Keraton Surakarta Hadiningrat dan Masjid Agung Surakarta.

Pasar Klewer diresmikan oleh Presiden Soekarno pada 1970. Sejak saat itu, Pasar Klewer menjadi pusat perdagangan, khususnya kain batik.

3. Alun-alun Kidul 

Alun-alun Kidul berada dalam kompleks Keraton Surakarta Hadiningrat. Wisatawan dapat melakukan sejumlah aktivitas di kawasan Alun-alun Kidul, antara lain menikmati wisata kuliner, belajar sejarah, naik andong keliling kompleks keraton, atau sekadar duduk santai. 

Lokasi Alun-alun Kidul berada di Jalan Gading, Gajahan, Kecamatan Pasar Kliwon. Jaraknya dari Stasiun Balapan sekitar 4,4 kilometer dengan waktu tempuh 14 menit. 

Baca juga: Rute ke Bandara Adi Soemarmo yang Ternyata Bukan di Kota Solo

Alun-alun Kidul Kraton Surakarta, Jawa Tengah.pariwisatasolo.surakarta.go.id Alun-alun Kidul Kraton Surakarta, Jawa Tengah.

4. Pura Mangkunegaran 

Selain Keraton Surakarta Hadiningrat, ada satu lagi keraton di Kota Solo, yaitu Pura Mangkunegaran. Pura Mangkunegaran adalah istana  kediaman para raja atau adipati Mangkunegaran. 

Dilansir dari Kompas.com, Sabtu (29/11/2021), Pura Mangkunegaran dibangun oleh Raden Mas Said atau Pangeran Sambernyawa, yang bergelar Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegara I.

Pura Mangkunegaran didirikan oleh Raden Mas Said pada 1757, setelah menandatangani Perjanjian Salatiga. Berdasarkan perjanjian itu, Raden Mas Said diakui sebagai pangeran dengan wilayah otonom berstatus kadipaten, yang disebut Praja Mangkunegaran. 

Baca juga: Sandiaga dan Gibran Ingin Penerbangan Internasional Langsung ke Solo

Puro Mangkunegaran di di Jalan Ronggowarsito, Kelurahan Keprabon, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Jawa Tengah.KOMPAS.COM/Fristin Intan Sulistyowati Puro Mangkunegaran di di Jalan Ronggowarsito, Kelurahan Keprabon, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Jawa Tengah.

Kompleks bangunan Pura Mangkunegaran dibagi menjadi tiga halaman. Halaman pertama disebut pamedan, yakni lapangan berdenah persegi panjang yang membujur dari barat ke timur. 

Halaman kedua, terdapat pendopo ageng berbentuk joglo dengan arsitektur bergaya perpaduan Jawa-Eropa. Halaman ketiga, terdapat peringgitan, dalem agung, dan tempat tinggal keluarga Mangkunegaran.

Saat ini, dalem agung berfungsi sebagai museum, yang memamerkan berbagai macam koleksi benda seni, perhiasan, senjata, pakaian, hingga gambar penguasa Mangkunegaran. Lokasinya berada di Jalan Ronggowarsito, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta. 

Jaraknya dari Stasiun Balapan sekitar dua kilometer, dengan waktu tempuh tujuh menit.

Baca juga: 8 Tempat Wisata Kota Solo untuk Ajak Anak-anak Saat Libur Sekolah

5. Kampung Batik Laweyan 

Jika wisatawan ingin belajar membuat baik maka datanglah ke Kampung Batik Laweyan. Kampung batik ini, merupakan salah satu kampung batik tertua di Indonesia, berdasarkan informasi dari situs web Kampoeng Batik Laweyan.

Kampung Batik Solo - Seorang pengrajin batik di Kampung Batik Laweyan, Surakarta, Jawa Tengah.https://pariwisatasolo.surakarta.go.id/ Kampung Batik Solo - Seorang pengrajin batik di Kampung Batik Laweyan, Surakarta, Jawa Tengah.

Baca juga: Delegasi G20 Bakal Hadir di Kirab Budaya Solo Batik Carnival 2022

Industri batik tulis dengan pewarna alami di Kampung Batik Laweyan mulai berkembang pada abad 14 masehi, pada masa pemerintahan Keraton Pajang. Saat teknik batik cap ditemukan pada 1900-an, lahir juragan-juragan batik yang melegenda dari Kampung Batik Laweyan. 

Selain belajar melukis motif batik, wisatawan juga dapat berbelanja aneka macam batik di Kampung Batik Laweyan. Lokasinya berada di Jalan DR. Rajiman Nomor 521 Kampoeng Batik Laweyan, Surakarta. 

Jaraknya dari Stasiun Balapan sekitar 4,2 kilometer, dengan waktu tempuh sekitar 15 menit. 

Rombongan Perkusi dari Keraton Surakarta Hadiningrat.Kompas.com/Anggara Wikan Prasetya Rombongan Perkusi dari Keraton Surakarta Hadiningrat.

6. Taman Sriwedari 

Taman Sriwedari merupakan kompleks taman yang menjadi salah satu destinasi wisata sejarah Kota Solo. 

Dikutip dari Kompas.com, Minggu (16/1/2022), pembangunan Taman Sriwedari dimulai pada 1899. Awalnya, lokasi Taman Sriwedari merupakan taman kota, kemudian menjadi kawasan rekreasi pada 1901. 

Taman Sriwedari dibangun di atas lahan yang dibeli Pakubuwono IX dan diberikan kepada putra mahkotanya yaitu Pakubuwono X. Lokasi tanah yang kini menjadi Taman Sriwedari awalnya adalah milik seorang Belanda bernama Johanness Busselarr. 

Baca juga: Cara Bayar Tiket KRL Solo-Jogja dan Rincian Harganya

Gerbang pintu masuk Taman Sriwedari SurakartaReca Ence/Shutterstock.com Gerbang pintu masuk Taman Sriwedari Surakarta

Pada periode 1905 sampai 1917, Taman Sriwedari mengalami sejumlah pemugaran dan pengubahan fungsi. Terdapat sejumlah bangunan wisata di Taman Sriwedari, antara lain Museum Radya Pustaka, gedung wayang orang, kebun binatang mini, dan gedung pagelaran wayang kulit. 

Taman Sriwedari yang dulu dikenal sebagai Taman Raja ini berlokasi di Jalan Slamet Riyadi, Nomor 275, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta. Jaraknya dari Stasiun Balapan sekitar 2,2 kilometer dengan waktu tempuh 11 menit. 

7. Taman Balekambang 

Taman Balekambang yang berdiri sejak 1921 merupakan perwujudan kasih sayang orangtua kepada anaknya. Mengutip dari Kompas.com, Senin (28/3/2022), obyek wisata ini merupakan pemberian Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Haryo atau Mangkunegara VII kepada dua anaknya, yaitu  Gusti Raden Ayu Partinah dan Gusti Raden Ayu Partini. 

Baca juga: Sejarah Taman Balekambang di Kota Solo, Taman Tanda Cinta Orangtua

Taman Balekambang Solo.KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Taman Balekambang Solo.

Oleh sebab itu, saat berkunjung ke Taman Balekambang wisatawan akan melihat dua patung di tengah taman dan di tengah kolam yang merupakan patung Gusti Raden Ayu Partinah dan Gusti Raden Ayu Partini. 

Dulunya, Taman Balekambang tertutup hanya untuk keluarga kerajaan. Namun, sejak 1944 ketika Mangkunegara VIII memerintah, taman ini dibuka untuk umum.  

Lokasi Taman Balekambang berada di Jalan Balekambang, Manahan, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta. Jaraknya dari Stasiun Balapan sekitar 2,3 kilometer dengan waktu tempuh delapan menit. 

8. Benteng Vastenburg 

Benteng Vastenburg merupakan benteng peninggalan Belanda, berdasarkan informasi dari Kompas.com, Selasa (24/8/2021). Benteng yang dibangun pertama kali pada 1745 ini, awalnya digunakan oleh Belanda untuk mengawasi Keraton Surakarta Hadiningrat.

Baca juga: 20 Wisata di Solo dan Sekitarnya, Bisa Wisata Alam dan Sejarah

Tampak depan Rungkitlap Benteng Vastenburg Solo, Selasa (15/2/2022).KOMPAS.COM/Fristin Intan Sulistyowati Tampak depan Rungkitlap Benteng Vastenburg Solo, Selasa (15/2/2022).

Memasuki akhir abad ke-20, Benteng Vastenburg sempat terbengkalai serta berada di tengah konflik kepemilikan. Pada 2010, benteng ini akhirnya ditetapkan sebagai Situs Cagar Budaya, sekaligus mengalami perbaikan. 

Bentuk bangunan Benteng Vastenburg berupa bujur sangkar dengan dinding batu bata setinggi enam meter, serta dilengkapi dengan bastion. Mengelilingi tembok benteng, terdapat parit yang dalam dengan penghubung berupa jembatan gantung untuk menuju ke pintu gerbang. 

Baca juga: 5 Tempat Nongkrong di Solo yang Instagramable

Namun, jembatan itu sudah tidak ada lagi saat ini, serta hanya tersisa parit dangkal. Pada bagian Benteng Vastenburg terdapat lapangan cukup luas, yang dulunya digunakan sebagai lokasi apel bendera atau persiapan pasukan.

Lokasi Bentang Vastenburg berada di Kedung Lumbu, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Surakarta. Jaraknya dari Stasiun Balapan sekitar 2,5 kilometer dengan waktu tempuh sembilan menit. 

9. Bendungan Taman Tirtonadi 

Jika ingin menikmati wisata low budget, kamu bisa mengunjungi Bendungan Taman Tirtonadi. Lokasinya, bersebelahan dengan Terminal Bus Tirtonadi. 

Dikutip dari laman Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan, bendungan ini merupakan pertemuan Kali Gajah Putih dan Kali Pepe. Bendungan yang baru diresmikan pada 2019 lalu, terdapat bangunan jembatan di atas bendungan ini. 

Baca juga: Terminal Tirtonadi Kota Solo Bisa Jadi Wisata, Bukan Sekadar Tempat Tunggu Bus

Taman Tirtonadi yang nyaman untuk bersantai.Kompas.com/Anggara Wikan Prasetya Taman Tirtonadi yang nyaman untuk bersantai.

Uniknya, material jembatan tersebut hampir sebagian besar menggunakan kaca, baik di lantai maupun pembatas kanan dan kiri. Desain atap jembatan juga dibuat cukup estetik dengan dominanasi warna biru.

Bantaran sungai di sekitar bendungan dilengkapi dengan jalur pedestarian dan taman. Bendungan ini juga dilengkapi dengan dermaga  sehingga ke depannya dapat menunjang menunjang wisata air. 

Jaraknya dari Stasiun Balapan sekitar 2,4 kilometer dengan waktu tempuh tujuh menit. 

10. Museum Batik Danar Hadi 

Museum yang berdiri sejak 1967 ini menyuguhkan koleksi batik kualitas terbaik dari berbagai daerah.

Koleksi yang ada meliputi batik asli keraton, batik China, batik Jawa Hokokai (batik yang terpengaruh oleh kebudayaan Jepang), batik pesisir (Kudus, Lasem, dan Pekalongan), batik Sumatera, dan lainnya. 

Baca juga: Semboyan dan Slogan Kota Solo Beserta Makna dan Artinya

Museum Batik Danar Hadi dan Ndalem Wuryoningratan di Jalan Slamet Riyadi, Surakarta.KOMPAS/RIZA FATHONI Museum Batik Danar Hadi dan Ndalem Wuryoningratan di Jalan Slamet Riyadi, Surakarta.

Dilansir dari situs web Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Solo, museum ini memiliki koleksi kain batik mencapai 1.000 helai. Bahkan, sudah diakui Museum Rekor Dunia-Indonesia (MURI) sebagai museum dengan koleksi batik terbanyak. 

Pengunjung dapat melihat proses pembuatan batik, bahkan bisa mengikuti workshop pembuatan batik secara langsung. Museum Batik Danar Hadi berada di Jalan Slamet Riyadi Nomor 261 Surakarta, tepatnya di dalam kompleks Dalem Wuryaningratan. 

Jaraknya dari Stasiun Balapan sekitar 2,4 kilometer dengan waktu tempuh delapan menit.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com