Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 19/07/2022, 14:46 WIB

KOMPAS.com - Belum lama ini, muncul wacana larangan perjalanan antara Australia dan Bali. Hal tersebut dipicu kekhawatiran Australia penularan wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang telah masuk ke Indonesia, termasuk Bali.

Baca juga: Itinerary 3 Hari 2 Malam di Bali, Mampir Kintamani dan Ubud

Terkait hal tersebut, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno meyakini wabah PMK di tanah air sudah cukup terkendali. Sehingga, para wisatawan dari Australia menurutnya tak perlu khawatir akan keamanan berwisata di Bali.

“Per hari ini, kita dalam situasi terkendali dan virus PMK yang menyerang hewan ini tidak berdampak terhadap minat kunjungan wisatawan."

"Kami pastikan keamanan dan kenyamanan, serta kesehatan wisatawan yang berwisata di Indonesia,” ujarnya dalam Weekly Press Briefing Kemenparekraf, Senin (18/07/2022).

Baca juga: Bali Masuk 50 Tempat Terindah di Dunia 2022 Versi Time

Sandiaga menyampaikan, berbagai pihak telah bergerak cepat mengatasi wabah PMK di Indonesia agar terkendali dan tidak semakin menyebar.

Beberapa strategi yang dilakukan, seperti monitoring, menggelar vaksinasi, hingga pengobatan dan penyemprotan kandang hewan ternak berkuku belah, seperti dikutip dari Kompas.com (03/07/2022).

Lebih lanjut, Menparekraf menyampaikan bahwa pihaknya telah berupaya agar kasus wabah PMK tidak menyebar sampai ke destinasi wisata.

"Kami sudah menyiapkan langkah-langkah agar kasus PMK ini terisolasi dan tidak masuk ke dalam isu G20 dan destinasi wisata sehingga beberapa kesiapan ini kami komunikasikan ke Australia dan stakeholders, agar memberikan keyakinan dan rasa aman kepada wisatawan,” imbuhnya.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Kompas Travel (@kompas.travel)

Sebelumnya, diberitakan KompasTV (15/07/2022), sebelumnya larangan penutupan perjalanan ini menguat seiring kekhawatiran para peternak dan senator oposisi Australia akan para pelancong yang terpapar risiko penularan PMK.

Secara teori, PMK bisa ditularkan dari hewan ternak ke manusia, terutama dari meminum susu. Meskipun, kasusnya sebetulnya jarang terjadi.

Baca juga: Liburan ke Australia, Ini 4 Festival Unik yang Bisa Dikunjungi

Namun, dampak terhadap hewan ternak, peternak, konsumen, dan ekonomi Australia secara umum tetap dinilai sebagai ancaman besar.

Wakil Perdana Menteri New South Wales Paul Toole bahkan meminta para pelancong Australia yang baru kembali dari Bali untuk membuang alas kakinya sebelum masuk ke negara tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+