Kompas.com - 26/07/2022, 18:06 WIB

KOMPAS.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menyampaikan terkait penerapan visa digital nomad yang masih dalam tahap pembahasan dan menjadi pekerjaan rumah antarkementerian.

"Ini PR buat kita, bahwa ini on top of priority list. Tadi baru saja dibahas agar ada progress signifikan," kata Sandiaga dalam Weekly Press Briefing secara online, Senin (25/7/2022).

Namun, sambung dia, sesuai komunikasi bersama Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, keputusan pemberlakuan maupun pembatalan visa digital nomad itu ada di tatanan rapat koordinasi (rakor) antarmenteri.

Adapun visa digital nomad ini rencananya akan diberikan bagi warga negara asing (WNA) yang ingin bekerja sembari liburan di Indonesia, sehubungan dengan fenomena work from anywhere di seluruh dunia.

Baca juga:

Visa yang dibuat guna merespon arus digitalisasi dan pola perilaku pekerja jarak jauh (remote worker), tersebut rencananya akan berlaku selama lima tahun.

 
 
 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Kompas Travel (@kompas.travel)

Tujuannya yakni, agar Indonesia dapat menarik lebih banyak wisatawan yang memiliki waktu tinggal atau length of stay panjang.

Sebagaimana diberitakan Kompas.com, Selasa (28/6/2022), dari hasil survei terkait digital nomad ini, Sandiaga menjelaskan tercatat sebanyak 95 persen yang menunjuk Indonesia khususnya Bali sebagai destinasi pertama bagi remote worker.

Baca juga: Citayam Fashion Week Bikin Macet, Sandiaga: Perlu Penataan

Sandiaga menuturkan, kebijakan visa digital nomad juga selaras guna mendukung tercapainya target 1,5 juta wisatawan mancanegara untuk berwisata di Bali.

Dia juga berharap kualitas kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali bisa mencapai antara 50 hingga 60 persen, dengan length of stay (lama tinggal) yang lebih panjang dan quality of spending (jumlah belanja) yang semakin tinggi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.