Kompas.com - 02/08/2022, 16:17 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Bagi manusia Bali, tiada hari tanpa sembahyang dan ritual. Menghaturkan sesajen yang berupa dupa, bunga, dan tirta, adalah aktivitas setiap hari.

Mencakupkan tangan menyembah Tuhan adalah bagian dari aktivitas keseharian yang tak pernah surut. Melantunkan lagu ketuhanan atau mekidung sudah menjadi bagian dari budaya.

Maka, tidak aneh jika wisatawan yang datang ke Bali sering menyaksikan persembahyangan atau ritual seperti itu di berbagai tempat suci.

Ritual menyembah Tuhan dengan segala manifestasinya adalah bagian yang tidak terpisahkan dalam kehidupan masyarakat di Pulau Dewata ini.

Kedua, menjaga hubungan harmonis sesama manusia. Kita bisa melihat kehidupan yang harmonis itu terwujud dalam kenyataan di Bali. Bukan hanya antarmanusia Bali sendiri, bahkan juga dengan para pendatang, siapa pun dia dan dari mana pun ia berasal.

Orang Bali sangat welcome dengan orang lain. Mereka melihat orang lain adalah saudara, adalah sahabat sebagai sesama manusia ciptaan Tuhan.

Ada konsep hidup yang disebut dengan Tat Twam Asi, yang arti bebasnya: aku adalah kamu, kamu adalah aku. Jika diteruskan: kalau aku menyakiti kamu berarti aku menyakiti diriku sendiri, demikian juga sebaliknya.

Oleh karena manusia Bali melihat orang lain adalah saudara, kawan, bukan musuh atau orang yang patut diawasi dan dicurigai, maka mereka senang dengan kehadiran orang lain. Itulah sebabnya, orang luar melihat masyarakat Bali ramah dan bersahabat.

Di sela-sela sikap dan perilaku bersahabat yang terkadang tampak permisif ini, orang Bali meyakini adanya Hukum Karmaphala.

Hukum ini adalah hukum sebab-akibat. Siapa yang (berani) berbuat buruk di Bali, maka ia akan menerima akibatnya, cepat atau lambat. Semesta akan menghukum sang pelaku sebagai pahala dari perbuatannya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.