Kompas.com - 04/08/2022, 06:05 WIB

KOMPAS.com - Festival Qixi adalah perayaan yang dikenal luas sebagai Valentine di China atau Chinese Valentine's Day. Perayaan ini diperingati setiap hari ketujuh bulan ketujuh menurut kalender China.

Sebagai informasi, festival Qixi 2022 jatuh pada hari Kamis (4/8/2022).

Meski kerap dijuluki sebagai hari Valentine atau hari kasih sayang, namun ada kisah yang mengharukan di balik festival Qixi.

Baca juga: 5 Cara Merayakan Festival Qixi, Perayaan Valentine di China

Kisah Niulang dan Zhinu, hanya bisa bertemu sekali dalam setahun

Festival Qixi memiliki sejarah yang panjang dan berusia sekitar 2.000 tahun. Perayaan ini berawal dari kisah penggembala sapi bernama Niulang dan bidadari sekaligus penjahit bernama Zhinu.

Dilansir dari china.org.cn, menurut legenda, Zhinu jatuh cinta dengan Niulang. Keduanya pun menikah diam-diam. 

Namun, hal ini tidak disenangi oleh Pemimpin di Surga lantaran pernikahan antara manusia dengan bidadari merupakan hal terlarang. 

Zhinu dan Niulang pun dipisahkan, tepatnya di kedua sisi Sungai Surgawi (Heavenly River) yang saling berseberangan. 

Pada tanggal ketujuh bulan ketujuh menurut penanggalan China, sekelompok murai terbang ke langit dan membentuk jembatan agar Zhinu dan Niulang bisa bertemu. 

Baca juga: Restoran Apung Raksasa Hong Kong Terbalik di Laut China Selatan

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Kompas Travel (@kompas.travel)

Tradisi festival Qixi, tidak melulu soal kasih sayang

Ilustrasi pasangan yang mengamati bintang.Dok. Pexels/Yuting Gao Ilustrasi pasangan yang mengamati bintang.

Masyarakat China merayakan festival Qixi dengan berbagai cara.

Cara yang paling umum adalah dengan memandangi langit malam. Konon, pada zaman dahulu, masyarakat China melihat Bima Sakti membentuk seperti sungai besar di langit yang kemudian dinamai Heavenly River. 

Di kedua sisi Heavenly River terlihat konstelasi Aquila dan bintang Vega, keduanya dianggap perwujudan Niulang dan Zhinu.

Baca juga: 10 Mal Terbesar di Dunia, Banyak yang dari Thailand dan China

Namun, festival Qixi tidak melulu berkaitan dengan kasih sayang. 

Pada zaman dahulu, para perempuan akan melempar jarum jahit ke mangkuk berisi air pada malam Qixi sebagai momen menguji keterampilan menyulam mereka.

Jika jarum tidak tenggelam alias mengambang, maka perempuan tersebut dinilai ahli dalam menyulam, dikutip dari chinadaily.com.cn.

Baca juga: Pengalaman WNI Puasa di China Saat Pembatasan Covid-19, Masjid Tutup  

Tidak hanya itu, perempuan lajang juga berdoa pada waktu ini guna menemukan calon suami yang baik, sedangkan perempuan yang baru menikah juga berdoa agar cepat memiliki anak.

Saat ini festival Qixi lebih dikenal sebagai perayaan kasih sayang. Oleh sebab itu, tidak sedikit pasangan di China yang merayakannya dengan cokelat, makan malam romantis, atau buket mawar.

Sejumlah restoran, hotel, dan pertokoan juga kerap mengadakan promo atau diskon yang berhubungan dengan festival Qixi.

Baca juga: 10 Mal Terbesar di Dunia, Banyak yang dari Thailand dan China

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.