Kompas.com - 05/08/2022, 07:27 WIB

Itulah mengapa sejak dibuka kembali pada Januari lalu, Departemen Taman Nasional telah membatasi jumlah pengunjung tidak boleh lebih dari 4.125 orang per hari, yang dialokasikan dalam slot per jam. Setiap slot-nya hanya terdiri dari 375 orang.

Penutupan sementara tempat wisata yang terkenal berkat film The Beach ini diharapkan menjadi agenda tahunan untuk melindungi ekosistemnya. 

Dilansir dari The Thaiger, tercatat sebanyak 50 persen karang Maya Bay rusak akibat kegiatan wisata yang tak terbatas selama bertahun-tahun, dengan 6.000 orang pengunjung setiap hari saat Maya Bay begitu populer. 

Hal itulah yang mendorong penutupan seluruh area tersebut pada tahun 2018 silam.

Baca juga: Wisata ke Thailand Akan Wajib Bayar Biaya Tambahan 300 Baht

Kawanan hiu blacktip mulai terlihat di salah satu sudut Teluk Maya, Thailand. Kemunculan ini tergolong langka ketika Teluk Maya dipadati oleh ribuan wisatawan yang berkunjung ke Phi Phi Island tiap hari.Channel News Asia Kawanan hiu blacktip mulai terlihat di salah satu sudut Teluk Maya, Thailand. Kemunculan ini tergolong langka ketika Teluk Maya dipadati oleh ribuan wisatawan yang berkunjung ke Phi Phi Island tiap hari.

Kendati demikian, keputusan ini menjadi perdebatan, khususnya bagi para pelaku usaha wisata yang menggantungkan hidupnya ke tempat wisata ini.

Awalnya, pihak berwenang berencana menutup lokasi ini untuk wisatawan selama empat bulan.

Namun, apabila penutupan tersebut membawa dampak yang signifikan terhadap kemajuan perbaikan ekosistem, bisa saja penutupan Maya Bay akan berlanjut hingga bertahun-tahun lamanya.

“Kami ingin menyelamatkan laut kami, dan jika kami bisa, jika kami bisa melakukannya di tempat wisata massal terberat di laut Thailand, kami bisa melakukannya di mana pun. Proyek Maya Bay adalah salah satu proyek terbesar dalam hidup saya. Jadi selama saya hidup, saya akan mengawasinya," demikian kata ahli biologi kelautan, Thon Thamrongnawasawat.

Baca juga: Mengenal Kuil Mae Nak dan Cerita Hantu Thailand yang Tragis

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.