Kompas.com - 06/08/2022, 09:45 WIB

Pantai utara Nagekeo, jadi tempat berjemur dan persawahan garam

Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do mengatakan bahwa pariwisata pantai di pulau di bagian utara Kabupaten Nagekeo cukup menawan untuk dikunjungi oleh wisatawan.

"Pulau Rii Taa yang berpasir putih sangat direkomendasikan untuk wisatawan berjemur. Dan juga pantai persawahan garam di sepanjang pesisir utara yang unik, Pantai Marapokot, Pantai Kotajogho, dan Pulau Kinde yang berpasir putih dan berada ditengah laut sangat unik untuk berkemah, berjemur, dan berenang di laut teduhnya. Pantai Kotajogho terus ditata dengan membangun toilet yang layak," jelasnya ketika ditemui Kompas.com di Mbay, Jumat. 

Ia melanjutkan, terkait Pulau Kinde, sudah dibuat perencanaan bersama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk dikelola, dengan pintu masuknya dari pantai Kotajogho.

Baca juga: Pantai Laing Lewe, Pantai Pasir Putih Terpanjang di Manggarai Timur, NTT

Konsepnya berwisata dengan perahu untuk melihat pohon mangrove di pesisir pantai sampai ke Pulau Kinde. Pulau-pulau ini direkomendasikan bagi peserta G20 saat berwisata ke Kabupaten Nagekeo.

Ia menambahkan, pandemi Covid-19 berdampak terhadap wisata pantai itu karena hanya dikunjungi oleh masyarakat setempat. 

Saat ini, obyek wisata itu dibuka kembali untuk dikunjungi wisatawan.

Baca juga: Menjelajahi Pantai Pasir Putih Pulau Kinde di Nagekeo Flores (1)

Pemandangan indah bukit di pesisir utara dari Pulau Flores menuju ke Pulau Kinde, Desa Tendakinde, Kecamatan Wolowae, Kabupaten Nagekeo, Flores, NTT, Kamis, (20/6/2019). (KOMPAS.com/MARKUS MAKUR)KOMPAS.com/MARKUS MAKUR Pemandangan indah bukit di pesisir utara dari Pulau Flores menuju ke Pulau Kinde, Desa Tendakinde, Kecamatan Wolowae, Kabupaten Nagekeo, Flores, NTT, Kamis, (20/6/2019). (KOMPAS.com/MARKUS MAKUR)

Wisata kampung adat bagi peserta G20

Selain wisata pantai di bagian utara, ujar Johanes, Pemerintah Nagekeo juga merekomendasikan peserta G20 untuk berwisata di kampung adat di seluruh Nagekeo.

Ada Kampung Adat Kawa, Boamara, Nunu Ngongo, dan Tutubhada yang memiliki keunikan masing-masing.

"Rute masuk di kampung adat yakni Jalan Trans Flores bagian tengah, belok kiri di Kampung Boawae dan menuju ke kampung adat tersebut yang berada di pinggir jalur tengah. Jalur ini sangat singkat menuju ke Maumere," jelasnya.

Baca juga: Pengembangan Pariwisata Nagekeo Kinde-Nangadhero-Taka Bonerate (2)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.