Kompas.com - 08/08/2022, 16:35 WIB

KOMPAS.com - Sejumlah daerah di Indonesia memiliki tradisi makan bersama, tak terkecuali di Sumatera Barat yang memiliki tradisi makan bajamba.

Tradisi makan bajamba telah diwariskan turun-temurun sejak ratusan tahun lalu. Kegiatannya pun tak sekadar mengisi perut, tapi juga sarat dengan nilai filosofis masyarakat Minangkabau.

Jika ingin mencoba tradisi ini, kamu bisa mengunjungi Desa Wisata Kampuang Minang Nagari Sumpu yang berlokasi di Nagari Sumpur, Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.

Baca juga:

Desa ini terletak di sebelah utara Danau Singkarak, yang dialiri air dari Sungai Batang Sumpu.

Bajamba menjadi salah satu paket wisata unggulan di Nagari Sumpu, di samping atraksi-atraksi lainnya, antara lai menginap di homestay rumah gadang, melihat penampilan tari, memasak rendang, dan menjala ikan bilih.

Pengalaman ikut tradisi makan bajamba

Kompas.com berkesempatan mencoba sensasi menyantap makanan dengan tradisi bajamba, saat berkunjung ke Nagari Sumpu pada Selasa (02/08/2022) lalu.

Tutup tudung saji khusus yang disajikan saat Bajamba di Sumatera Barat. KOMPAS.com/FAQIHAH MUHARROROH ITSNAINI Tutup tudung saji khusus yang disajikan saat Bajamba di Sumatera Barat.

Pada dasarnya, bajamba biasa diadakan saat acara-acara penting, seperti pernikahan, Batagak Penghulu, dan acara adat lainnya. Tujuan makan bajamba adalah guna memupuk tali silaturahmi dan memunculkan rasa kebersamaan tanpa melihat status.

"Bajamba itu cara makan khas kami di ranah Minang. Tutupnya (tudung saji) itu namanya dulamak, jadi bukan sembarang kain atau penutup, dia punya filosofi juga, yang menjadi khas dari masing-masing nagari atau desa," ujar Ketua Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) Nagari Sumpu, Zuherman.

Adapun satu nampan berukuran besar diisi beberapa lauk, di antaranya rendang, ayam bumbu, ikan bilih, sayur, dan kerupuk, untuk porsi sekitar empat orang.

Baca juga: Desa Wisata Sungai Batang Sumatera Barat, Tempat Kelahiran Buya Hamka

Aturan saat makan Bajamba

Soal tata cara makan bajamba, sebenarnya ada beberapa aturan tertentu jika mengikuti kaidah asli. Di antaranya tidak boleh mengambil makanan yang terhidang jika orang yang lebih tua belum mengambilnya.

Desa Wisata Kampuang Minang Nagari Sumpu di Sumatera Barat. KOMPAS.com/Faqihah Muharroroh Itsnaini Desa Wisata Kampuang Minang Nagari Sumpu di Sumatera Barat.

Kemudian, saat makan, seseorang harus mengambil nasi dan lauk pauk dengan jumlah secukupnya menggunakan tangan kanan, lalu nasi dilemparkan ke mulut dalam jarak dekat.

Sementara itu, tangan kiri berfungsi menampung makanan yang berceceran dari mulut.

Selain cara makan, ada peraturan mengenai posisi duduk dalam tradisi bajamba. Peserta laki-laki diharapkan duduk baselo atau bersila, sedangkan para perempuan duduk dengan cara basimpuah atau bersimpuh.

Namun, bagi wisatawan, aturannya hanya dipersilahkan untuk duduk lesehan dan dipisah antara laki-laki dengan perempuan.

Baca juga: 1 Hari di Desa Wisata Kampuang Minang Nagari Sumpu, Coba Pakaian Tradisional

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Kompas Travel (@kompas.travel)

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.