Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 22/08/2022, 07:48 WIB

KOMPAS.com - Lagu Joko Tingkir Ngombe Dawet tengah viral di berbagai media sosial, terutama TikTok.

Lagu ini menjadi sorotan karena nada dan liriknya yang mudah nempel di telinga.

Baca juga: Joko Tingkir Ngombe Dawet

Namun sebagian masyarakat justru menganggap penggunaan nama "Joko Tingkir" dalam judul dan lirik lagu tidak sopan.

Sebab, Joko Tingkir dianggap sebagai tokoh yang berjasa dan dihormati oleh masyarakat Jawa. Lantas, siapa sebenarnya Joko Tingkir ini?

Siapa Joko Tingkir?

Guru Besar Universitas Sebelas Maret (UNS) Profesor Bani Sudardi menjelaskan, Joko Tingkir atau Jaka Tingkir bukanlah nama yang sesungguhnya.

Baca juga: 5 Tempat Wisata yang Punya Mitos Bisa Buat Hubungan Asmara Kandas

Joko Tingkir adalah sebuah gelar yang dimiliki oleh seorang pria bernama asli Mas Karebet, karena dirinya pernah menjadi anak angkat dari Ki Ageng Tingkir.

"Tingkir adalah nama sebuah wilayah yang saat ini masuk dalam Kabupaten Salatiga. Jadi nama Jaka Tingkir (ejaan aslinya) itu berarti pemuda dari wilayah atau Desa Tingkir," terang Bani kepada Kompas.com, Minggu (21/08/2022).

Joko Tingkir kemudian mengabdi di Kesultanan Demak. Akibat kesuksesannya saat mengabdi, Joko Tingkir pun diangkat menjadi menantu Sultan Trenggana. Itulah mengapa Joko Tingkir masih termasuk keluarga Kesultanan Demak.

Bani melanjutkan, ketika terjadi perebutan kekuasaan di Kesultanan Demak, Joko Tingkir kemudian dapat memenangkannya sehingga ia menjadi Sultan di daerah Pajang, yang saat ini merupakan sebuah Kelurahan di Surakarta (Solo).

"Jaka Tingkir kemudian menjadi Sultan dengan gelar Sultan Hadiwijaya. Di dalam masyarakat Jawa, Jaka Tingkir termasuk tokoh yang dihormati karena beliau adalah seorang yang sakti dan bijaksana," tutur Bani.

Baca juga: Sumur Barhout di Yaman, Mitos Penjara Jin hingga Gerbang Neraka

Adapun kesaktian Joko Tingkir tampak ketika dirinya bisa melompati kolam Masjid Demak secara mundur. Bahkan, konon ia juga bisa membunuh seekor kerbau menggunakan tangannya dengan cara ditempeleng dan menaklukkan 40 ekor buaya di sebuah sungai yang bernama Kedhung Srengenge.

Dikenal bijaksana

Selain sakti, Joko Tingkir juga terkenal dengan kebijaksanaannya. Hal itu tampak ketika ia hendak dibunuh oleh utusan Arya Penangsang.

Setelah berhasil menangkap para utusan tersebut, bukannya membunuh mereka, Joko Tingkir justru memberikan hadiah dan pakaian. Lalu menyuruh para utusan untuk pulang dengan baik-baik.

"Kebijaksanaan lain Jaka Tingkir yaitu ketika terjadi perselisihan perebutan kekuasaan antara Pajang dan Mataram. Joko Tingkir mengalah tidak memerangi Pajang dan pulang kembali ke istananya," tutur Bani.

Baca juga: Curug Pangeran Bogor, Antara Mitos dan Kesegaran Air Terjun di Gunung Bunder

Joko Tingkir juga berpesan kepada anaknya, Pangeran Benawa, untuk tidak menjadi raja serta merelakan yang menjadi raja adalah Panembahan Senapati.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+