Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 25/08/2022, 14:57 WIB

MALANG, KOMPAS.com - Badan Pelaksana Otorita Borobudur atau BPOB tengah melebarkan pengembangan pariwisata di Jawa Timur. Pemerataan destinasi wisata menjadi tujuannya. 

Direktur Utama BPOB, Indah Juanita mengatakan, empat daerah kota/kabupaten di Jawa Timur yang pariwisatanya tengah berupaya dikembangkan, yaitu Ngawi, Magetan, Ponorogo, dan Pacitan. 

Baca juga: 13 Pantai dengan Sunset Terindah di Jawa Timur

Ada beberapa hal yang sudah dilakukan dalam pengembangan kawasan pariwisata di Jawa Timur. Di Pacitan, misalnya, BPOB berupaya membuat konten-konten kreatif yang bisa dimanfaatkan bagian dari pemasaran pariwisata. 

"Di Pacitan kami lakukan pengkayaan konten, kami bawa fotografer, setelah kami buat diserahkan ke Dispartanya (Dinas Pariwisata) jadi materi promosi," kata Indah saat diwawancarai di Universitas Brawijaya pada Rabu (24/08/2022).

Beberapa destinasi wisata di Pacitan yang dianggap potensial untuk lebih dikembangkan, seperti Goa Gong dengan beragam stalaktit dan stalagmitnya, serta Sungai Maron yang kerap disebut mirip dengan Sungai Amazon di Amerika Serikat.

Keindahan batuan di Goa Gong, Pacitan, Jawa Timur dengan warna-warni dari lampu sorot. Goa Gong menjadi salah satu tempat wisata di Jawa Timur yang akan lebih dikembangkan.Nicholas Ryan Aditya Keindahan batuan di Goa Gong, Pacitan, Jawa Timur dengan warna-warni dari lampu sorot. Goa Gong menjadi salah satu tempat wisata di Jawa Timur yang akan lebih dikembangkan.

Selain itu, di Kabupaten Ngawi, misalnya, ada beberapa destinasi yang juga dinilai potensial untuk dikembangkan, seperti Benteng Pendem atau Benteng Van den Bosch yang sedang direvitalisasi.

Baca juga: Benteng Pendem Ngawi Bakal Dipercantik dengan Wisata Air

Adapun revitalisasi Benteng Pendem kini sudah hampir rampung. Pengerjaannya ditargetkan selesai selambatnya Januari 2023.

"Begitu juga di Ngawi terdapat situs-situs yang menarik yang sedang kami kembangkan. Karena di Ngawi juga terdapat Benteng Pendem peninggalan Belanda yang menjadi ikon baru," katanya. 

Adapun pengembangan kawasan pariwisata di Jawa Timur dilakukan sesuai amanah Peraturan Presiden Nomor 46 tahun 2017 tentang Badan Otorita Pengelola Kawasan Pariwisata Borobudur. 

Baca juga: 6 Tempat Glamping di Jawa Timur, Pas untuk Akhir Pekan

Indah menjelaskan, BPOB memiliki tugas koordinatif untuk mensinkronisasi dan mendampingi pengembangan kepariwisataan di 30 kota/kabupaten. 

Wilayah koordinatif tersebut berada di tiga destinasi pariwisata nasional, yaitu Yogyakarta-Borobudur, Semarang-Karimunjawa, dan Solo-Sangiran.

"Empat kabupaten/kota di Jawa Timur (yang jadi fokus pengembangan) ini berada di Solo-Sangiran yaitu Solo Raya, Salatiga, Boyolali, Karanganyar, Gunungkidul, Ponorogo, Ngawi, Pacitan dan Magetan," ucap Indah.

Ditargetkan menjadi seperti Bali

Benteng Van Den Bosch atau Benteng Pendem, salah satu destinasi unggulan di Kabupaten Ngawi.Kompas.com/Aisyah Sekar Ayu Maharani Benteng Van Den Bosch atau Benteng Pendem, salah satu destinasi unggulan di Kabupaten Ngawi.

Indah menambahkan, pengembangan kawasan pariwisata secara terintegrasi ditargetkan seperti Bali, yakni hampir setiap daerah di sana dikunjungi wisatawan dengan jumlah yang nyaris merata.

Ia menyebut hasil salah satu penelitian bahwa Bali, Jakarta, dan Kepulauan Riau adalah penyumbang 90 persen devisa dan turis yang sangat tinggi untuk Indonesia.

Baca juga: 10 Pantai Ombak Besar di Jawa Timur, Ada yang Tingginya 8 Meter

Kondisi itu menurutnya amat disayangkan. Sebab, Indonesia sebetulnya sangat luas dan banyak daerah pariwisata punya potensi yang besar.

Sehingga, diharapkan ada daerah-daerah lain menjadi seperti Bali, yang dapat menyumbangkan banyak wisatawan dan devisa. 

"Bagaimana Bali yang besar ini bisa ada di mana-mana di Indonesia. Jadi, suatu kawasan khusus di mana di situ ada nilai investasi dan menimbulkan dampak positif ke masyarakat di sekitarnya. Jadi wisatawan datang ke suatu kawasan tinggalnya lebih lama, spend money lebih banyak," katanya.

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Kompas Travel (@kompas.travel)

Salah satu upaya yang dilakukan adalah bekerja sama dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Brawijaya untuk mendukung percepatan pengembangan kawasan destinasi pariwisata nasional. 

Beberapa di antaranya lewat kajian-kajian terkait hukum atau ekonomi pariwisata. Hal lainnya juga bisa berupa pendampingan desa wisata ketika mahasiswa melakukan magang atau praktik kerja lapangan. 

Baca juga: 10 Wisata Alam Malang, Surga Tersembunyi di Jawa Timur

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UB, Abdul Ghofar mengatakan, pihaknya siap membantu mengembangkan pariwisata di empat kota/kabupaten di Jawa Timur yang menjadi fokus pengembangan wisata dari BPOB. 

Beberapa kontribusi yang dapat diberikan melalui mahasiswa seperti membuat perencanaan pengembangan wisata, pengelolaan data wisata, dan melakukan pengabdian masyarakat.

"Saya kira itu dibutuhkan untuk masyarakat untuk pelatihan pendampingan, kita terjun terutama di desa-desa wisata di empat daerah di Jatim untuk juga melakukan kajian dan pengabdian," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+