Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 28/08/2022, 13:47 WIB

KOMPAS.com - Festival Krakatau 2022 kembali digelar di Lampung dan acara puncaknya dilaksanakan pada Sabtu (27/08/2022).

Festival Krakatau merupakan ruang kreativitas, khususnya bagi para seniman, budayawan, hingga masyarakat umum. Rangkaian utama acaranya termasuk penampilan seni budaya, edukasi sejarah Gunung Krakatau, festival kuliner, Pesona Kemilau Krakatau, hingga tur Krakatau.

"Sejarah Gunung Krakatau sangat menarik dan punya keindahan alam di sekitarnya yang didukung dengan budaya asli yang ada di Provinsi Lampung. Adat Pepaduan dan Adat Saibatin merupakan potensi daya tarik wisata yang unik, sehingga Lampung dapat menjadi destinasi wisata yang unggul dan berdaya saing global," kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno saat menghadiri Festival Krakatau 2022 di Anjungan Agung Terminal Eksekutif Bakauheni, Lampung, Sabtu (27/08/2022), seperti dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Kompas.com.

Baca juga: 10 Pantai Lampung yang Wajib Dikunjungi, Bisa Lihat Lumba-lumba Hingga Surfing

Festival yang menjadi salah satu kebanggaan pariwisata Lampung ini biasa digelar setiap tahunnya sejak tahun 1990. Namun, beberapa tahun kebelakang sempat terhenti akibat pandemi Covid-19.

Sejarah diadakannya festival ini adalah erupsi Gunung Krakatau yang terjadi pada 27 Agustus 1883. Letusan Gunung Krakatau ini bahkan terdengar sampai berbagai negara, seperti Australia dan Sri Lanka. Maka dari itu, tanggal ini, yakni 27 Agustus, dipilih sebagai Festival Krakatau dalam rangka memperingati peristiwa tersebut.

Dikutip dari situs Pemerintah Provinsi Lampung, Festival Krakatau diharapkan dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara untuk berkunjung ke Lampung, terutama untuk lebih mengenal sisi budaya dan potensi daerahnya.

Baca juga: 25 Tempat Wisata Alam Lampung yang Wajib Dikunjungi

Dikutip dari situs Wonderful Indonesia yang dikelola Kemenparekraf, festival ini juga menjadi kesempatan bagi pengunjung untuk melihat lebih dekat Gunung Anak Krakatau yang masih aktif.

Namun, karena kondisi yang masih rawan, maka kegiatan ini terbatas untuk sekitar 100 undangan.

Baca juga: 7 Oleh-oleh Khas Bandar Lampung, Kopi Duren hingga Abon Jamur

Menurut Sandiaga, perpaduan sejarah Gunung Krakatau yang panjang, keindahan alam sekitarnya yang memukau, serta budaya asli yang ada di Lampung menjadi daya tarik tersendiri.

"Adat Pepaduan dan Adat Saibatin merupakan potensi daya tarik wisata yang unik, sehingga Lampung dapat menjadi destinasi wisata yang unggul dan berdaya saing global," kata Menparekraf.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+