Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 28/08/2022, 19:07 WIB

MAUMERE, KOMPAS.com - Belasan penari kuda kepang tampil memukau saat pelantikan 17 kepala desa (kades) di Kabupaten Sikka, NTT, Sabtu (27/8/2022). Tarian ini dipersembahkan para penari asal Desa Riit, Kecamatan Nita.

Menariknya, para penari mengenakan pakaian adat berupa lesu (penutup kepala), sembar (selendang), dan lipa (sarung adat). Setiap sentakan kaki selalu berirama mengikuti alunan musik klekor gendang.

Tarian ini menampilkan sekelompok penari yang sedang menunggang kuda dari anyaman bambu atau bahan lainnya menyerupai seekor kuda. Kepala kuda dihiasi rambut tiruan, seperti tali.

Baca juga: Pelaku Wisata di Sikka Ikut Tolak Kenaikan Tarif Masuk TN Komodo Rp 3,75 Juta Per Orang

Tarian kuda kepang dipimpin oleh seorang pemandu yang disebut ulu bala.

"Ulu bala bertugas untuk memandu tarian. Kebetulan saya dipercaya jadi ulu bala," kata Vitalis Wora (33) kepada Kompas.com di halaman kantor Bupati Sikka.

Ulu bala, jelasnya, dilengkapi peluit yang selalu dibunyikan selama tarian berlangsung. Ia harus memastikan setiap ragam harus alunan musik.

"Karena itu saat tarian dipentaskan ulu bala berkeliling mengitari para penari yang lain," katanya.

Sejarah kesenian kuda kepang di Sikka

Vitalis menuturkan, tarian kuda kepang dulu mulai dipertunjukan sejak jaman penjajahan Jepang.

Baca juga: 147 Desa di Sikka NTT Diimbau Prioritaskan Sektor Pariwisata

Konon, lanjutnya, tarian ini lebih banyak dipentaskan saat kegiatan keagamaan dan penyambutan tamu resmi.

 
 
 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Kompas Travel (@kompas.travel)

"Dulu misalnya pentas saat acara sambut baru dan penerimaan tamu resmi dari pemerintah. Tapi sekarang sudah bisa dipentaskan saat perlombaan atau kegiatan lain," jelasnya.

Baca juga: Wisata Pintar Asia Beach di Sikka Akan Dikembangkan Jadi Miniatur NTT

Ia mengaku bangga karena mereka dipilih untuk membawakan tarian saat kegiatan tersebut. Kepercayaan itu tidak terlepas dari dukungan semua pihak, terutama para penari.

"Ini momen terpenting, luar biasa, dan membanggakan bagi kami untuk Desa Riit. Kami berharap ada dukungan pemerintah ke depan," pungkas dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+