Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Goa Pindul Tutup 2 Tahun Saat Pandemi, Pemandu Wisata Sempat Jadi Kuli

Kompas.com - 29/08/2022, 16:20 WIB
Faqihah Muharroroh Itsnaini,
Anggara Wikan Prasetya

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Obyek wisata alam Kabupaten Gunungkidul di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Goa Pindul, jadi salah satu yang terkena dampak pandemi Covid-19.

Selama dua tahun, penutupan operasional wisata Goa Pindul dan wisata lain akhirnya memaksa para pengelola wisata untuk memutar otak dan mencari pemasukan lain demi bertahan hidup.

“Hampir dua tahun Goa Pindul mati suri ini. Selama dua tahun pandemi (Covid-19) di sini sama sekali enggak ada aktivitas,” ujar seorang pemandu wisata bernama Sugito dari Wirawisata Goa Pindul, kepada Kompas.com, Jumat (19/8/2022). 

Baca juga: Menyusuri Goa Pindul di Gunungkidul, Lihat Stalagmit dan Stalaktit Indah

Saat pengunjung obyek wisata dibatasi, Sugito dan para pemandu wisata lainnya bekerja serabutan, mulai dari menjadi kuli hingga bertani.

"Selama pandemi, saya enggak kerja di sini, (jadi kuli) bangunan atau bertani di sawah. Kalau tidak ada pengunjung, saya kerja serabutan saja," imbuh laki-laki berusia 40 tahun tersebut. 

Wisata Goa Pindul di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Dok. Istimewa Wisata Goa Pindul di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta.

Sebelumnya, kata Sugito, ia dan sejumlah pemandu wisata lainnya sehari-hari bekerja memandu wisata lokal maupun mancanegara yang ingin menyusuri Goa Pindul. 

Ia sendiri pernah menjalani profesi sebagai pedagang bakso di keraton Yogyakarta, sebelum beralih menjadi pemandu wisata Goa Pindul. Jika ditotal, sudah hampir 12 tahun ia menjadi pemandu wisata. 

“Saya balik ke kampung (Gunungkidul), mau jaga orang tua. Bapak saya sendiri di sini, saya kerja di sini kan dekat pulangnya pagi berangkat, sore bisa pulang. Kalau pas kerja di Yogya kan biasanya satu bulan sekali baru pulang, (bapak) kasian," tutur dia. 

Baca juga: Harga Paket Wisata Goa Pindul, Susur Tiga Goa Mulai Rp 150.000

Sugito kemudian bertemu bergabung dengan Wirawisata, operator wisata Gua Pindul sejak 2010, yang merupakan desa binaan Bank Central Asia (BCA). 

Menurut ceritanya, Wirawisata merupakan salah satu dari dua operator yang menjadi pelopor atau mengawali menjadi penyedia jasa layanan dan fasilitas wisata di kawasan Goa Pindul. 

Kondisi kala pandemi dan saat ini

Hingga saat ini, meski masih dibatasi, perlahan-lahan objek wisata termasuk Goa Pindul sudah boleh beroperasi normal.

Wirawisata Goa Pindul, Desa Binaan BCA, yang berada di Dusun Gelaran, Desa Wisata Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul.KOMPAS.com/FAQIHAH MUHARROROH ITSNAINI Wirawisata Goa Pindul, Desa Binaan BCA, yang berada di Dusun Gelaran, Desa Wisata Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul.

Wisata susur Goa Pindul dikatakan oleh Sugito kembali beroperasi cukup aktif sejak Januari 2022 lalu. 

“Sekarang sudah bersyukur, bisa dikatakan, ya membaik, sudah meningkat lah wisatawannya,” jelasnya. 

Baca juga:

Meski belum pulih sepenuhnya, Sugito mengatakan bahwa warga setempat tetap berusaha untuk menjaga objek wisata di kawasan tersebut.

Mereka berupaya agar objek wisata terawat dan tidak terbengkalai. 

Wisata Goa Pindul di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Dok. Istimewa Wisata Goa Pindul di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta.

Selain itu, Sugito bercerita, para pemandu dari Wirawisata Goa Pindul juga cukup rutin mengikuti pelatihan, untuk terus meningkatkan kualitas layanan pemandu wisata. 

"Misalnya tempat pelampung enggak ada atapnya, kita rapihkan, kita kelola biar enggak rusak. Setiap pelatihan juga saya ikut terus, tapi enggak mesti waktunya," tutur dia. 

Baca juga: 7 Tips Jelajah Goa Pindul di Gunungkidul, Lindungi Ponsel

Berbagai pelatihan yang ia terima, mulai dari segi pelayanan, cara ramah tamah kepada pengunjung, cara menyambut dan menjelaskan, hingga standar penampilan, agar para wisatawan tentunya semakin merasa nyaman.

Sehingga, meski sudah hampir dua tahun tidak beroperasi, obyek wisata Goa Pindul terus berusaha dijaga dan ditata. Selain itu, para pengelola Goa Pindul juga tetap terlatih untuk menghadapi wisatawan yang datang. 

Wisata Goa Pindul di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. KOMPAS.com/FAQIHAH MUHARROROH ITSNAINI Wisata Goa Pindul di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta.

Adapun pascapandemi, Sugito menyebutkan bahwa kunjungan wisatawan mulai membaik, meski belum sama seperti tahun 2019 dahulu.

Oleh karena itu, jika misalnya situasi sedang sepi, ia tetap mengambil pekerjaan di tempat lain demi menyambung hidup.

 
 
 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Kompas Travel (@kompas.travel)

"Makanya saya juga enggak stand by di sini, karena bisa menghabiskan waktu. Saya lihat situasi, misalnya nanti di grup ada yang kabarin ada tamu atau pengunjung, baru saya ke sini. Kalau enggak, ya saya sambil kerja di tempat lain," pungkasnya. 

Baca juga: 7 Aktivitas Wisata di Kawasan Goa Pindul, Susur Gua sampai Off-road

Apabila ingin menyusuri Goa Pindul, biayanya mulai dari Rp 50.000, sudah termasuk sewa pelampung, ban besar, dan pemandu. Selain itu, ada juga berbagai aktivitas wisata menarik lainnya yang tidak jauh dari Goa Pindul. 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Pameran Seni J+ Art di Semarang, Plastik Didaur Ulang Jadi Vas

Pameran Seni J+ Art di Semarang, Plastik Didaur Ulang Jadi Vas

Travel Update
Bangunan Bersejarah di Kota Kuno Matera, Italia Patah Akibat Lompatan Parkour

Bangunan Bersejarah di Kota Kuno Matera, Italia Patah Akibat Lompatan Parkour

Travel Update
5 Wisata Air Terjun di Lumajang, Cocok untuk Healing Sejenak

5 Wisata Air Terjun di Lumajang, Cocok untuk Healing Sejenak

Jalan Jalan
Rental Mobil Jadi Pendukung Pariwisata DIY, Ini Cara Pemilik Cegah Praktik Penggelapan

Rental Mobil Jadi Pendukung Pariwisata DIY, Ini Cara Pemilik Cegah Praktik Penggelapan

Travel Update
Wisata Tanaman Aglaonema Park Terbesar di Indonesia Ada di Kabupaten Sleman

Wisata Tanaman Aglaonema Park Terbesar di Indonesia Ada di Kabupaten Sleman

Travel Update
4 Tips Lihat Video Mapping di Kota Tua pada HUT ke-497 Jakarta, Awas Copet

4 Tips Lihat Video Mapping di Kota Tua pada HUT ke-497 Jakarta, Awas Copet

Travel Tips
Pengalaman ke Istana Daendels di Jakarta, seperti Labirin yang Megah

Pengalaman ke Istana Daendels di Jakarta, seperti Labirin yang Megah

Jalan Jalan
Kota Tua Dipadati Pengunjung Jelang Video Mapping HUT ke-497 Jakarta

Kota Tua Dipadati Pengunjung Jelang Video Mapping HUT ke-497 Jakarta

Travel Update
Mengenang Karya Benyamin Sueb Lewat Pameran Biang Kerok di Museum Kebangkitan Nasional

Mengenang Karya Benyamin Sueb Lewat Pameran Biang Kerok di Museum Kebangkitan Nasional

Travel Update
Bromo Kebakaran Lagi, Kali Ini di Kawasan Gunung Batok

Bromo Kebakaran Lagi, Kali Ini di Kawasan Gunung Batok

Travel Update
Sejarah Gedung AA Maramis di Jakarta, Dikenal sebagai Istana Daendels

Sejarah Gedung AA Maramis di Jakarta, Dikenal sebagai Istana Daendels

Jalan Jalan
Munich Jadi Kota Paling Nyaman untuk Berjalan Kaki di Dunia

Munich Jadi Kota Paling Nyaman untuk Berjalan Kaki di Dunia

Jalan Jalan
Acara Seru pada HUT Ke-497 Jakarta, Pertunjukan Cahaya hingga Seni Budaya Betawi

Acara Seru pada HUT Ke-497 Jakarta, Pertunjukan Cahaya hingga Seni Budaya Betawi

Travel Update
4 Wisata di Jember Dekat Stasiun, Ada Kampoeng Batja

4 Wisata di Jember Dekat Stasiun, Ada Kampoeng Batja

Jalan Jalan
Rute Menuju ke Nusantara Edupark Madiun

Rute Menuju ke Nusantara Edupark Madiun

Jalan Jalan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com