Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 31/08/2022, 14:00 WIB

KOMPAS.com - Merasakan sensasi menjadi warga lokal belakangan jadi daya tarik sendiri bagi wisatawan. Pengalaman tersebut salah satunya bisa didapatkan dengan berkunjung ke Desa Coklat Bali di Tabanan, Bali.

Destinasi yang berdiri sejak Oktober 2020 ini merupakan pengembangan merek produk cokelat, CAU Chocolate, yang sempat terdampak pandemi Covid-19.

Sebab, sebelumnya lebih menargetkan wisatawan mancanegara.

Baca juga: 25 Wisata Bali yang Populer dan Unik, Pas buat Libur Panjang

"Dengan konsep Desa Coklat Bali ingin mendekatkan ke konsumen-konsumen lokal. Termasuk masyarakat yang ada di sekitar kami, khususnya Tabanan dan Bali," ujar CEO CAU Chocolate Bali Kadek Surya Prasetya Wiguna kepada Kompas.com, Jumat (26/8/2022).

Sebagai destinasi agrowisata sekaligus edukasi, wisatawan yang mampir ke Desa Coklat Bali bisa mengenal lebih dalam tentang cokelat, mulai dari proses menanam, pengolahan, hingga mengonsumsinya atau membawa pulang sebagai oleh-oleh.

Salah satu yang dipelajari adalah tentang pengolahan cokelat tradisional.

"Kan sebetulnya cokelat tidak dibuat dengan teknologi seperti hari ini, menggunakan begitu banyak mesin dan orang. Dulu sangat sederhana, cokelat dicacah, dibuat powder (bubuk), lalu diminum. Hal seperti ini yang kami ajarkan di Desa Coklat," tutur Surya.

Baca juga: 6 Tempat Melihat Sunset di Bali, Ada yang Terbaik di Dunia

Di samping itu, karena wisatawan mancanegara mulai berdatangan, Desa Coklat Bali juga turut mengenalkan budaya Bali, seperti tarian, tradisi, dan rumah Bali.

Di antaranya juga mengenalkan tradisi yang dilakukan para petani cokelat, seperti ritual canang.

"Kalau bangun pagi, (petani cokelat) datang ke kebunnya. Ketika ke kebun dia sebelumnya biasanya melakukan adat Bali. Salah satunya bikin canang dulu."

"Jadi kami mengembangkan sebuah konsep be a Balinese, bagaimana, sih, menjadi seorang petani kakao Bali yang ada di Bali," ungkap Surya.

Harga tiket masuk di Desa Coklat Bali

Aktivitas di Desa Coklat Bali, Tabanan.DOK DESA COKLAT BALI Aktivitas di Desa Coklat Bali, Tabanan.

Harga tiket masuk di Desa Coklat Bali mulai dari Rp 35.000 per orang.

Tarif ini merupakan tarif rombongan, misalnya untuk anak sekolah, dengan minimal 20 orang. Namun, tarif ini tidak termasuk membuat cokelat.

Sementara itu, untuk tur pendek (short chocolete tour) dikenakan biaya sekitar Rp 100.000, sudah termasuk keliling ke kebun cokelat, belajar pembibitan tanaman cokelat, melihat aktivitas di pabrik cokelat, hingga membuat cokelat.

"Tur pendek, tapi sudah bikin cokelat dan bawa pulang cokelatnya," ucap Surya.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+