Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Buang Air di Gunung, Pendaki Pemula Harus Tahu

Kompas.com - 02/09/2022, 08:08 WIB
Faqihah Muharroroh Itsnaini,
Anggara Wikan Prasetya

Tim Redaksi

"Ponco itu penting, saat kita jongkok, pasti terlindungi. Jadikan ponco itu bagian dari peralatan MCK, selain daripada sekop kecil dan semprotan untuk membasuh apabila habis pipis atau buang air besar," ujar dia.

Baca juga: Jangan Nekat Naik Gunung, Ini 4 Panduan jika Lama Tidak Mendaki

Di samping itu, ia memberikan tips bagi perempuan yang biasanya lebih risih dan berhati-hati saat buang air besar, agar bisa melakukannya saat masih pagi sekali atau larut malam, agar lebih tenang.

"Biasanya yang risih dan rikuh kan perempuan, pada saat buang air. Makanya kalau malam atau pagi-pagi bener, bisa bangun buat buang air. Kalaupun agak siang, pakai ponco terlindung semuanya," imbuh Galih. 

Untuk diketahui, jangan pernah menggunakan dedaunan untuk membasuh, karena belum tentu daun yang digunakan itu aman dan higienis. Mungkin saja daun tersebut menimbulkan rasa gatal pada kulit, bahkan sampai iritasi atau alergi. 

Kemudian, etika lainnya adalah untuk tidak membuang air di sumber air, ataupun di jalur pendakian, karena dapat mengganggu pendaki lainnya. Buang airlah di semak-semak atau tempat yang tersembunyi dari orang lain. 

Baca juga:

Lalu, kata Galih, yang tidak kalah penting adalah usai membuang air, kotoran harus ditimbun dengan tanah. 

"Manajemennya sama kayak di rumah kita. Jadi kapan pun mau buang air, ya buang air aja jangan ditahan. Silakan, asal tahu etikanya tadi. Cari tempat yang terlindungi, kemudian ditutup kembali, jadi tidak meninggalkan bau," pungkasnya.  

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Ada Rencana Kenaikan Biaya Visa Schengen 12 Persen per 11 Juni

Ada Rencana Kenaikan Biaya Visa Schengen 12 Persen per 11 Juni

Travel Update
Kasus Covid-19 di Singapura Naik, Tidak ada Larangan Wisata ke Indonesia

Kasus Covid-19 di Singapura Naik, Tidak ada Larangan Wisata ke Indonesia

Travel Update
Museum Kebangkitan Nasional, Saksi Bisu Semangat Pelajar STOVIA

Museum Kebangkitan Nasional, Saksi Bisu Semangat Pelajar STOVIA

Travel Update
World Water Forum 2024 Diharapkan Dorong Percepatan Target Wisatawan 2024

World Water Forum 2024 Diharapkan Dorong Percepatan Target Wisatawan 2024

Travel Update
Tebing di Bali Dikeruk untuk Bangun Hotel, Sandiaga: Dihentikan Sementara

Tebing di Bali Dikeruk untuk Bangun Hotel, Sandiaga: Dihentikan Sementara

Travel Update
Garuda Indonesia dan Singapore Airlines Kerja Sama untuk Program Frequent Flyer

Garuda Indonesia dan Singapore Airlines Kerja Sama untuk Program Frequent Flyer

Travel Update
5 Alasan Pantai Sanglen di Gunungkidul Wajib Dikunjungi

5 Alasan Pantai Sanglen di Gunungkidul Wajib Dikunjungi

Jalan Jalan
Pantai Lakey, Surga Wisata Terbengkalai di Kabupaten Dompu

Pantai Lakey, Surga Wisata Terbengkalai di Kabupaten Dompu

Travel Update
Bali yang Pas untuk Pencinta Liburan Slow Travel

Bali yang Pas untuk Pencinta Liburan Slow Travel

Travel Tips
Turis Asing Beri Ulasan Negatif Palsu ke Restoran di Thailand, Berakhir Ditangkap

Turis Asing Beri Ulasan Negatif Palsu ke Restoran di Thailand, Berakhir Ditangkap

Travel Update
19 Larangan dalam Pendakian Gunung Lawu via Cemara Kandang, Patuhi demi Keselamatan

19 Larangan dalam Pendakian Gunung Lawu via Cemara Kandang, Patuhi demi Keselamatan

Travel Update
Harga Tiket Camping di Silancur Highland, Alternatif Penginapan Murah

Harga Tiket Camping di Silancur Highland, Alternatif Penginapan Murah

Travel Update
Harga Tiket dan Jam Buka Terkini Silancur Highland di Magelang

Harga Tiket dan Jam Buka Terkini Silancur Highland di Magelang

Travel Update
Awas Celaka! Ini Larangan di Waterpark...

Awas Celaka! Ini Larangan di Waterpark...

Travel Tips
BOB Downhill 2024, Perpaduan Adrenalin dan Pesona Borobudur Highland

BOB Downhill 2024, Perpaduan Adrenalin dan Pesona Borobudur Highland

Travel Update
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com