Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 05/09/2022, 12:03 WIB
Wasti Samaria Simangunsong ,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Jam tangan jadi salah satu aksesori wajib guna menunjang aktivitas harian. Seiring waktu berjalan, tersedia pula jam tangan outdoor (luar ruangan) yang didesain khusus agar bisa digunakan saat menjalani aktivitas yang cukup menantang.

Keberadaan jam tangan outdoor penting untuk memudahkan sejumlah kegiatan, antara lain saat mendaki gunung dan menyelam di laut.

Baca juga:

Jam jenis ini telah dilengkapi sejumlah fitur yang berbeda dari jam tangan biasa.

 

Lantas, apa saja yang harus diperhatikan sebelum memilih jam tangan outdoor?

3 tips memilih jam tangan outdoor

1. Perhatikan tujuan aktivitas

Tujuan aktivitas menjadi salah satu pertimbangan utama sebelum memutuskan membeli jam yang seperti apa. Apakah tujuannya untuk mendaki atau menyelam, misalnya.

Hal tersebut penting untuk diperhatikan, meski saat ini sejumlah jam tangan outdoor juga sudah dilengkapi fitur multisport.

"Tips memilih jam tangan sebenarnya sesuai kebutuhan, apakah dia memilih jam untuk diving (menyelam) saja atau mau sekalian hiking (menjelajah)," kata Garmin Specialist, Tama, kepada Kompas.com, Jumat (3/5/2022).

Baca juga: Itinerary ke Pacitan 2 Hari 1 Malam, Destinasi yang Cocok untuk Petualang

Ilustrasi jam tangan outdoorKompas.com/Wasti Samaria Simangunsong Ilustrasi jam tangan outdoor

2. Ketahui daya tahan baterai

Daya tahan baterai jam tangan juga wajib untuk diperhatikan, baik dari segi lamanya penggunaan hingga ketahanan di medan tertentu.

"Biasanya orang diving dan hiking itu butuh jam tangan yang performance daya tahan baterainya lama, nah di Garmin kisaran baterainya bisa sampai 21 hari, lalu untuk mode diving-nya bisa sampai 25 jam, jadi sudah cukup lama," jelasnya.

Baca juga: Buat Para Petualang, Ini Tips Hunting Foto di Alam Liar

3. Perhatikan fitur monitoring

Ilustrasi jam tangan di bawah air.Dok. UNSPLASH/Timo Wagner Ilustrasi jam tangan di bawah air.

Umumnya jam tangan khusus diving juga fitur penunjang lain, dari monitoring gas dan kedalaman, titik-titik pemberhentian, hingga informasi soal kesehatan penggunanya.

"Kalau mode diving, itu biasanya yang dimonitor sama jam yang pasti gas-nya, lalu kedalamannya, biasanya sama decompression stop, safety stop (berhenti di kedalaman tertentu). Ketika diving kan kita harus diam dulu di posisi tertentu, karena kita mengirup gasnya bukan sekadar oksigen saja, itu semua bisa kontrol langsung melalui jam tangan," terang Tama.

Baca juga: Jangan Cuma Bawa Bekal Mi Instan Saat Mendaki Gunung, Ini Alasannya

Sementara itu, untuk jam tangan khusus berpetualang di darat, termasuk mendaki, fitur yang ada lebih berkaitan dengan pemantauan lokasi dan jarak, saturasi oksigen, dan kondisi medan pendakian.

"Kalau untuk hiking, ada GPS yang penting banget untuk tracking jarak, sama biasanya lihat timer dan jaraknya berapa jauh, terus lihat tanjakannya seperti apa," terangnya.

Baca juga: Tips Siapkan Bujet untuk Mendaki Gunung dan Kisaran Harganya

Di sisi lain, fitur pengukuran kadar oksigen dalam tubuh akan sangat membantu pendaki  sebab semakin tinggi suatu tempat, kadar oksigennya juga semakin tipis.

"Bisa juga untuk mengukur kesehatan, karena kalau kita naik gunung, kita bisa ukur kadar saturasi oksigen di jam. Saat naik gunung, semakin tinggi suatu tempat, kadar oksigennya juga semakin tipis, nah itu bisa kita ukur langsung dari jam tangan. Itulah kenapa banyak pendaki yang pakai smartwatch saat naik gunung," tuturnya.

Baca juga: 5 Gunung di Sekitar Wisata Dieng, Bisa Sekalian Mendaki

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
28th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jip Wisata Jelajah Rawa Pening, Nikmati Sunset hingga Susur Sungai

Jip Wisata Jelajah Rawa Pening, Nikmati Sunset hingga Susur Sungai

Jalan Jalan
Pameran Flona 2023 Jadi Tempat Kenalkan Tanaman dan Hewan ke Anak

Pameran Flona 2023 Jadi Tempat Kenalkan Tanaman dan Hewan ke Anak

Travel Update
Tutup Sementara, Ketahui 6 Fakta Unik Patung Merlion Singapura

Tutup Sementara, Ketahui 6 Fakta Unik Patung Merlion Singapura

Jalan Jalan
Penutupan Bromo Akibat Kebakaran Tak Ganggu Kunjungan Wisata di Malang

Penutupan Bromo Akibat Kebakaran Tak Ganggu Kunjungan Wisata di Malang

Travel Update
5 Tips ke Pantai Senggigi Lombok, Sore tapi Jangan Kesorean

5 Tips ke Pantai Senggigi Lombok, Sore tapi Jangan Kesorean

Travel Tips
Pendakian Bukit Mongkrang Masih Tutup, meski Kebakaran Sudah Padam

Pendakian Bukit Mongkrang Masih Tutup, meski Kebakaran Sudah Padam

Travel Update
Wisata ke Flona 2023, Lihat Aneka Bunga Cantik dan Hewan Rp 50 Juta

Wisata ke Flona 2023, Lihat Aneka Bunga Cantik dan Hewan Rp 50 Juta

Jalan Jalan
Kebakaran di Bukit Mongkrang di Gunung Lawu Sudah Padam

Kebakaran di Bukit Mongkrang di Gunung Lawu Sudah Padam

Travel Update
Rute Bus Wisata Surabaya dan Jadwalnya 

Rute Bus Wisata Surabaya dan Jadwalnya 

Travel Tips
Cari Promo BCA tiket.com Travel Fair 2023, Dapat Tiket Pesawat ke Singapura Rp 400.000

Cari Promo BCA tiket.com Travel Fair 2023, Dapat Tiket Pesawat ke Singapura Rp 400.000

Travel Update
Turis China Disebut Takut ke Thailand Akibat Film dan Rumor di Internet

Turis China Disebut Takut ke Thailand Akibat Film dan Rumor di Internet

Travel Update
Harga Tiket Bus Wisata Surabaya dan Cara Pesannya 

Harga Tiket Bus Wisata Surabaya dan Cara Pesannya 

Travel Tips
Promo Hotel di BCA Tiket.com Travel Fair 2023, Bintang 4 mulai Rp 200.000

Promo Hotel di BCA Tiket.com Travel Fair 2023, Bintang 4 mulai Rp 200.000

Travel Update
Kota Tua di Surabaya Akan Dilengkapi Wisata Susur Sungai dan UMKM

Kota Tua di Surabaya Akan Dilengkapi Wisata Susur Sungai dan UMKM

Travel Update
Lebih dari 2 Juta Turis Asing ke Jepang pada Agustus, Mayoritas dari Korea

Lebih dari 2 Juta Turis Asing ke Jepang pada Agustus, Mayoritas dari Korea

Travel Update
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com