Kompas.com - 06/09/2022, 08:04 WIB

ENDE, KOMPAS.com - Flores Writers Festival 2022 akan diadakan di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 28 September - 1 Oktober 2022. Acara ini sebelumnya digelar di Ruteng, Kabupaten Manggarai pada tahun 2021.

"Festival kedua ini mengusung tema mai kea bego gha wewa sa’o (mari bermain di halaman)," ujar Manager Program Flores Writers Festival Maria Pankratia dalam keterangannya, Senin (5/9/2022).

Baca juga: 

Tema ini, jelasnya, diproyeksikan untuk membicarakan Ende sebagai kampung halaman, serta tempat penting dalam sejarah yang mendorong kemajuan peradaban dan kebudayaan modern di Flores.

Selanjutnya, berkaitan pula dengan pembahasan kembali soal Ende sebagai tempat lahirnya percetakan dan pers di Flores, bahkan NTT.

Selain itu, mendorong aktivasi ruang seni, budaya, dan literasi, seperti percetakan Arnoldus, penerbit Nusa Indah, serambi Soekarno, gedung Imakulata, dan tempat lain yang sejak dahulu menjadi pilar penting bagi lahir dan tumbuhnya kesenian serta kebudayaan modern di Flores.

Baca juga: 4 Alasan Kenapa Ende disebut Kota Pancasila

Foto : Patung Bung Karno di Taman Renungan Bung Karno di kota Ende, Flores, NTT, Selasa (15/10/2019).KOMPAS.COM/NANSIANUS TARIS Foto : Patung Bung Karno di Taman Renungan Bung Karno di kota Ende, Flores, NTT, Selasa (15/10/2019).

Pankratia menerangkan, festival tahun ini akan menampilkan seminar budaya mengenai Ende dan imajinasi tentang halaman, yang rencananya akan menghadirkan beberapa pembicara kunci dari lingkup Direktorat Kebudayaan Republik Indonesia, Universitas Flores, Serikat Sabda Allah (SVD), para penulis, serta jurnalis.

Selain seminar budaya, akan ada rangkaian diskusi mengenai pers di Flores, kiprah Gorys Keraf dalam khazanah linguistik dan pendidikan, bincang karya sastra, forum pembaca, komunitas, dan presentasi gagasan karya sedang tumbuh dari beberapa komunitas.

Baca juga:

"Aktivasi situs-situs penting juga sejalan dengan upaya aktivasi komunitas-komunitas kreatif di Ende dan Flores secara umum. Hal ini didasarkan pada pengamatan mengenai kurang nampaknya kegiatan literasi serta seni dan budaya di kota Ende hari-hari ini," jelasnya.

Oleh karena itu, menurutnya, kerja-kerja kesenian dan kebudayaan tidak cukup efektif dijalankan hanya oleh institusi formal, seperti negara atau gereja.

Flores Writers Festival berusaha mempresentasikan inisiatif-inisiatif komunitas dan kolektif di berbagai daerah di Flores yang sedang berjalan.

Hal ini menjadi bukti bahwa kesenian dan kebudayaan sudah sepantasnya ‘dikembalikan’ kepada warga dan institusi seperti negara agar berkewajiban menunjangnya.

Baca juga: Simpang Lima Ende di NTT Kian Diminati, Ada Air Mancur Instagramable

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.