Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 06/09/2022, 11:05 WIB

LABUAN BAJO, KOMPAS.com - Pihak Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) menegaskan, wisatawan yang ingin menerbangkan drone di kawasan Taman Nasional (TN) Komodo, Nusa Tenggara Timur (NTT), harus mematuhi sejumlah ketentuan, termasuk surat izin.

“Menerbangkan drone di kawasan Taman Nasional Komodo harus memegang surat izin. Dalam surat izin itu salah satu larangannya adalah menerbangkan drone di Pulau Kalong,” ujar Kepala Tata Usaha Balai Taman Nasional Komodo, Dwi, saat dihubungi Kompas.com, Selasa (6/9/2022).

Baca juga:

Ia mengatakan, wisatawan yang hendak menerbangkan drone di kawasan TN Komodo wajib mengajukan permohonan penerbangan drone terlebih dahulu.

Adapun ia menambahkan, TN Komodo adalah kawasan konservasi yang di dalamnya terdapat banyak satwa liar. Keberadaan mereka tidak boleh diganggu. 

Baca juga: Pulau Kalong di Labuan Bajo, Sajikan Keindahan Senja yang Menawan

Foto dirilis Minggu (4/7/2021), memperlihatkan perahu pinisi bersandar di sekitar Pulau Kalong, Nusa Tenggara Timur. Pandemi Covid-19 yang menghantam sektor pariwisata, membuat pemerintah terus melakukan penataan di kawasan Labuan Bajo dengan harapan dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi dan pariwisata yang menurun saat ini.ANTARA FOTO/RIVAN AWAL LINGGA Foto dirilis Minggu (4/7/2021), memperlihatkan perahu pinisi bersandar di sekitar Pulau Kalong, Nusa Tenggara Timur. Pandemi Covid-19 yang menghantam sektor pariwisata, membuat pemerintah terus melakukan penataan di kawasan Labuan Bajo dengan harapan dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi dan pariwisata yang menurun saat ini.

Untuk diketahui, imbauan penerbangan drone ini berkaitan dengan video viral wisatawan yang terlihat menerbangkan drone dari kapal di perairan Pulau Kalong, TN Komodo, pada Minggu (4/9/2022) lalu. Video tersebut direkam oleh warga yang ada di dekat kapal.

Dilaporkan oleh Kompas.com, Selasa, wisatawan tersebut sudah minta maaf dan mengakui kesalahannya lewat video. 

Baca juga:

Terkait peristiwa itu, Dwi menerangkan bahwa pihaknya sudah membuat surat panggilan terhadap wisatawan tersebut.

“Kami sudah buatkan surat panggilan terhadap yang bersangkutan,” tuturnya.

Baca juga: Pemkab dan BTNK Akan Tindak Turis yang Bakar Petasan di Pulau Kalong

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+