Kompas.com - 10/09/2022, 22:11 WIB

KOMPAS.com - Terdapat beragam wisata yang bisa dilakukan di Kota Bandung, Jawa Barat, antara lain wisata kuliner dan wisata alam.

Wisatawan pun juga bisa mengetahui peristiwa bersejarah dengan mengunjungi sejumlah tempat wisata dekat pusat Kota Bandung. Titik yang menjadi patokan kali ini adalah Tugu Titik Nol Kilometer (0 KM) Bandung di Jalan Braga.

Baca juga:

Berikut daftar tempat wisata yang bisa dicapai dari pusat Kota Bandung yang Kompas.com rangkum, Sabtu (10/9/2022):

Aneka tempat wisata sejarah di dekat pusat Kota Bandung

1. Tugu Titik Nol Kilometer Bandung

Ilustrasi Tugu Titik Nol Kilometer (0 KM) Bandung di Jalan Braga, Kota Bandung, Jawa Barat. Tugu ini merupakan salah satu tempat wisata sejarah dekat pusat Kota Bandung.Dok. Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat Ilustrasi Tugu Titik Nol Kilometer (0 KM) Bandung di Jalan Braga, Kota Bandung, Jawa Barat. Tugu ini merupakan salah satu tempat wisata sejarah dekat pusat Kota Bandung.

Tugu Titik Nol (0 KM) Bandung berada di Jalan Braga, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung.

Tugu yang kerap dijadikan latar foto Instagramable ini berlokasi di depan kantor Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat.

Dilansir dari laman dbmtr.jabarprov.go.id, tugu ini merupakan tempat Gubernur Jenderal Hindia-Belanda waktu itu, H.M. Daendels, menancapkan tongkatnya dan berkata, "Coba usahakan, bila aku datang kembali di tempat ini telah dibangun sebuah kota." 

Momen tersebut juga berhubungan dengan kelahiran Kota Bandung. 

Baca juga: 7 Wisata Dekat Pusat Kota Bandung, Banyak Tempat Berburu Foto

2. Museum Konperensi Asia Afrika

Museum Konperensi Asia Afrika.SHUTTERSTOCK/AKHMAD DODY FIRMANSYAH Museum Konperensi Asia Afrika.

Museum Konperensi Asia Afrika atau Museum KAA berada tidak jauh dari pusat Kota Bandung, yakni 220 meter dengan lama berjalan kaki kira-kira tiga menit. Alamatnya di Jalan Asia Afrika Nomor 65, Braga, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung

Sesuai namanya, museum ini didirikan untuk mengenang Konferensi Asia-Afrika yang menginspirasi bangsa di Benua Asia dan Benua Afrika. Dilaporkan oleh Kompas.com, Kamis (31/3/2022), wisatawan bisa melihat koleksi yang berhubungan dengan konferensi tersebut, antara lain foto dan diorama.

Wisatawan harus melakukan reservasi dan menentukan waktu berkunjung secara online terlebih dahulu. Waktu kunjungannya pukul 09.00-10.00 WIB, 11.00-12.00 WIB, 13.00-14.00 WIB, dan 15.00-16.00 WIB.

Museum ini tutup setiap hari Senin, Rabu, Jumat, dan hari libur nasional.

Baca juga: 9 Museum di Bandung untuk Ngabuburit, Bisa Sambil Belajar Sejarah

3. Gedung Sate

Ilustrasi Gedung Sate di Kota Bandung, Jawa Barat. Bangunan ini merupakan salah satu tempat wisata sejarah dekat pusat Kota Bandung.Dok. Wikimedia Commons/I, Anton Leddin Ilustrasi Gedung Sate di Kota Bandung, Jawa Barat. Bangunan ini merupakan salah satu tempat wisata sejarah dekat pusat Kota Bandung.

Gedung Sate dibangun pada 27 Juli 1920, sehingga usianya pun sudah lebih dari satu abad. Alamatnya di Jalan Diponegoro Nomor 22, Citarum, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung.

Dari pusat Kota Bandung, wisatawan bisa berkendara sejauh 3,6 kilometer selama kira-kira 15 menit.

Bangunan yang kini menjadi kantor pemerintahan Jawa Barat ini dulunya memiliki banyak peran, dikutip dari Kompas.com, Senin (27/7/2020).

Antara lain sebagai Kantor Jawatan Pekerjaan Umum dan Pengairan pada era Hindia Belanda dan Pusat Pemerintahan (Shucho) Wilayah Jawa Barat pada masa pendudukan Jepang.

Baca juga: 6 Tempat Wisata Dekat Stasiun Bandung, Bisa Jalan-jalan di Braga

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Makna di Balik Keris Tidak Melulu Soal Hal Mistis

Makna di Balik Keris Tidak Melulu Soal Hal Mistis

Jalan Jalan
Bisakah Wisatawan Beli Keris Asli Sebagai Suvenir

Bisakah Wisatawan Beli Keris Asli Sebagai Suvenir

Travel Update
Dampak Banjir Jeddah, Bus Jemaah Umrah Sempat Terjebak

Dampak Banjir Jeddah, Bus Jemaah Umrah Sempat Terjebak

Travel Update
12 Event Wisata Unggulan Kota Yogyakarta Tahun 2023, Jangan Lewatkan

12 Event Wisata Unggulan Kota Yogyakarta Tahun 2023, Jangan Lewatkan

Travel Update
Harga Tiket dan Jam Buka Wisata Bukit Klangon di Sleman Yogyakarta

Harga Tiket dan Jam Buka Wisata Bukit Klangon di Sleman Yogyakarta

Travel Tips
10 Wisata Indoor Bandung yang Cocok Dikunjungi Saat Musim Hujan

10 Wisata Indoor Bandung yang Cocok Dikunjungi Saat Musim Hujan

Jalan Jalan
Jalur Puncak Bogor Sudah Buka, Pengendara Tetap Diimbau Lewat Jonggol

Jalur Puncak Bogor Sudah Buka, Pengendara Tetap Diimbau Lewat Jonggol

Travel Update
4 Fakta Kebaya, Ternyata Tak Hanya Dipakai di Nusantara

4 Fakta Kebaya, Ternyata Tak Hanya Dipakai di Nusantara

Jalan Jalan
Yogyakarta Jadi Lokasi ASEAN Tourism Festival, Diharapkan Jadi Investasi Wisata

Yogyakarta Jadi Lokasi ASEAN Tourism Festival, Diharapkan Jadi Investasi Wisata

Travel Update
7 Wisata di Kemuning, Karanganyar dan Sekitarnya, Kebun Teh sampai Air Terjun

7 Wisata di Kemuning, Karanganyar dan Sekitarnya, Kebun Teh sampai Air Terjun

Jalan Jalan
Itinerary Seharian di Pekanbaru, Sunset di Jembatan Ikonik

Itinerary Seharian di Pekanbaru, Sunset di Jembatan Ikonik

Itinerary
10 Wisata Indoor di Yogyakarta yang Bisa Dikunjungi Saat Musim Hujan 

10 Wisata Indoor di Yogyakarta yang Bisa Dikunjungi Saat Musim Hujan 

Jalan Jalan
Sail Tidore Expo 2022, Ajang Promosi Wisata Urban dan Alam Kepulauan Seribu

Sail Tidore Expo 2022, Ajang Promosi Wisata Urban dan Alam Kepulauan Seribu

Travel Update
Jalan Yogyakarta-Wonosari Sudah Buka Lagi, tapi Buka-Tutup Jalur

Jalan Yogyakarta-Wonosari Sudah Buka Lagi, tapi Buka-Tutup Jalur

Travel Update
Asal-usul Kebaya yang Akan Didaftarkan ke UNESCO oleh Singapura dan 3 Negara

Asal-usul Kebaya yang Akan Didaftarkan ke UNESCO oleh Singapura dan 3 Negara

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.