Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 12/09/2022, 19:35 WIB

KOMPAS.com - M-Paspor merupakan aplikasi layanan paspor dari Ditjen Imigrasi, sekaligus pengganti Aplikasi Pendaftaran Antrean Paspor Online (APAPO). Aplikasi ini diluncurkan pada Januari 2022.

"Melalui M-Paspor, pemohon bisa mengajukan permohonan paspor dengan mengunggah scan berkas ke aplikasi," kata Kepala Subkoordinator Humas Ditjen Imigrasi Achmad Nur Saleh, dikutip dari Kompas.com, Kamis (13/1/2022).

Baca juga:

Untuk menggunakan aplikasi ini, calon pemohon paspor wajib mengunduh dan melakukan registrasi terlebih dahulu. 

Di bawah ini adalah sejumlah tips untuk menggunakan M-Paspor. Simak selengkapnya:

Tips menggunakan M-Paspor

1. Siapkan berkas dan masukkan data dengan benar

Ilustrasi paspor Indonesia. SHUTTERSTOCK/TEMITIMAN Ilustrasi paspor Indonesia.

Saat mengajukan permohonan pembuatan paspor melalui aplikasi ini, salah satu tahap yang akan dilalui adalah pengunggahan scan dokumen asli. 

Dilansir dari Kompas.com, Kamis (27/1/2022), beberapa dokumen yang dimaksud adalah Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), dan Akta Kelahiran.

Bila ingin mengganti paspor yang sudah habis masa berlakunya, maka dokumen tersebut ditambah dengan paspor lama.

Calon pemohon paspor juga wajib memasukkan data dengan benar, serta bersikap jujur saat menjalani proses wawancara di kantor imigrasi.

Baca juga: Cara Penggantian Paspor yang Habis Masa Berlaku lewat M-Paspor

2. Paspor biasa atau e-paspor?

Paspor elektronik IndonesiaKompas.com/MITA AMALIA HAPSARI Paspor elektronik Indonesia

Di salah satu tahap permohonan di M-Paspor, terdapat pilihan paspor biasa atau paspor elektronik (e-paspor).

Jika dilihat sekilas, bentuk keduanya terlihat mirip. Namun, paspor elektronik memiliki chip berisi data pemegang paspor yang lebih lengkap dibanding paspor biasa, meliputi data biometrik wajah dan sidik jari. 

Baca juga: Apa Bedanya Paspor Biasa dan Paspor Elektronik?

Selain itu, tidak semua kantor imigrasi melayani pengurusan paspor elektronik dan biaya pengurusannya juga berbeda. 

Biaya pengurusan paspor biasa (48 halaman) mulai dari Rp 350.000 per permohonan, sedangkan biaya pengurusan paspor elektronik (48 halaman) mulai dari Rp 650.000 per permohonan.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cap Go Meh 2023, Tingkat Okupansi Hotel di Singkawang Capai 100 Persen

Cap Go Meh 2023, Tingkat Okupansi Hotel di Singkawang Capai 100 Persen

Travel Update
Indonesia Tutup 2022 dengan Nyaris 5,5 Juta Kunjungan Turis Asing

Indonesia Tutup 2022 dengan Nyaris 5,5 Juta Kunjungan Turis Asing

Travel Update
Cerita Turis dari New York, Datang ke Bogor Lihat Cap Go Meh 2023

Cerita Turis dari New York, Datang ke Bogor Lihat Cap Go Meh 2023

Travel Update
Selain China, Pemerintah Targetkan Gaet Banyak Wisatawan India pada 2023

Selain China, Pemerintah Targetkan Gaet Banyak Wisatawan India pada 2023

Travel Update
Datang ke Bilik Kucing Cat Cafe di Depok, Bisa Beli 2 Oleh-oleh Ini

Datang ke Bilik Kucing Cat Cafe di Depok, Bisa Beli 2 Oleh-oleh Ini

Jalan Jalan
Jangan Langsung Percaya Google Maps, Ini Rute Termudah ke Negeri Khayangan Magelang

Jangan Langsung Percaya Google Maps, Ini Rute Termudah ke Negeri Khayangan Magelang

Travel Tips
Itinerary Keliling Yogyakarta Seharian ala Delegasi ATF 2023

Itinerary Keliling Yogyakarta Seharian ala Delegasi ATF 2023

Itinerary
Harga Tiket dan Jam Buka Negeri Khayangan, Wisata Hits di Magelang

Harga Tiket dan Jam Buka Negeri Khayangan, Wisata Hits di Magelang

Travel Tips
Ini Alasan Kenapa Pesawat Punya Kursi Tanpa Jendela

Ini Alasan Kenapa Pesawat Punya Kursi Tanpa Jendela

Jalan Jalan
Tol Khayangan Magelang, Kini Jadi Negeri Khayangan

Tol Khayangan Magelang, Kini Jadi Negeri Khayangan

Jalan Jalan
Kebun Raya Baturraden Purwokerto: Jam Buka, Tiket Masuk, dan Aktivitas

Kebun Raya Baturraden Purwokerto: Jam Buka, Tiket Masuk, dan Aktivitas

Travel Tips
5 Tempat Wisata Populer di Hokkaido Jepang, Bisa Lihat Bunga Lavender

5 Tempat Wisata Populer di Hokkaido Jepang, Bisa Lihat Bunga Lavender

Jalan Jalan
Indonesia Serahkan Kepemimpinan ASEAN Tourism Forum ke Laos

Indonesia Serahkan Kepemimpinan ASEAN Tourism Forum ke Laos

Travel Update
4 Tempat Wisata Populer di Nagano Jepang, Ada Pemandian dengan Monyet

4 Tempat Wisata Populer di Nagano Jepang, Ada Pemandian dengan Monyet

Jalan Jalan
4 Tips ke Bilik Kucing Cat Cafe Depok, Datang Pukul 16.00 WIB

4 Tips ke Bilik Kucing Cat Cafe Depok, Datang Pukul 16.00 WIB

Travel Tips
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+