Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Harga BBM Naik, Okupansi Hotel Non-bintang Diprediksi Turun sampai 5 Persen

Kompas.com - 13/09/2022, 05:31 WIB
Wasti Samaria Simangunsong ,
Anggara Wikan Prasetya

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) berdampak sangat signifikan terhadap sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, termasuk perhotelan.

Bahkan, hotel non-bintang dan akomodasi lain sejenis diprediksi mengalami penurunan okupansi sebesar lima persen.

Hal itu diungkapkan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno dalam Weekly Press Briefing Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Jakarta Pusat, Senin (12/9/2022).

Baca juga: Harga BBM Naik, Pelaku Wisata di Yogyakarta Tombok

"Kondisi ini tidak dapat dihindari bahwa industri parekraf identik dengan mobilitas manusia dan mobilitas manusia identik dengan penggunaan energi," kata Sandiaga, Senin.

Tak hanya hotel non-bintang

Hotel bintang yang jadi referensi dan preferensi segmen ekonomi menengah ke atas juga memiliki risiko terimbas, meski lebih rendah dibandingkan hotel-hotel yang ada di strata ekonomi menengah ke bawah.

Ilustrasi kamar hotelPixabay/Ming Dai Ilustrasi kamar hotel

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa dari 700.000 akomodasi yang terdiri dari hotel bintang, non-bintang, dan akomodasi lainnya memiliki rata-rata tingkat hunian sebesar hampir 40 persen.

"Dengan kenaikan harga BBM kali ini, wisatawan yang tetap memiliki daya beli berwisata akan lebih menekan pengeluarannya saat berwisata. Itu kira-kira jumlahnya sekitar 10 persen," kata Sandiaga.

3 Kebijakan Kemenparekraf menyikapi kenaikan harga BBM

Menyikapi kenaikan harga BBM ini, Sandiaga mengatakan bahwa pihaknya telah mengeluarkan tiga kebijakan setelah proses evaluasi berlangsung.

Baca juga: Harga BBM Naik Bikin Industri Perhotelan Tertekan

"Pariwisata menjadi kebutuhan utama, katanya perlu untuk healing, katanya sesekali perlu refreshing, tapi enggak boleh bikin kantung kering, apalagi bikin kepala pening," ujarnya.

Adapun tiga kebijakan itu berupa:

1. Bantuan bimbingan teknis dan pendampingan kepada pelaku usaha parekraf usaha mikro kecil, dan menengah (UMKM) agar bisa mengelola pembiayaan dan biaya operasional lebih baik.

2. Mendorong wisata minat khusus yang berpotensi mengurangi konsumsi BBM, baik secara langsung maupun tidak langsung, seperti sports tourism berupa wisata lari dan gowes.

Ekowisata Sungai Mudal di Kulon Progo. KOMPAS.com/Faqihah Muharroroh Itsnaini Ekowisata Sungai Mudal di Kulon Progo.

Berikutnya adalah dengan mengembangkan wisata minat khusus yang berkaitan dengan ekowisata.

"Jadi kegiatan-kegiatan (sport tourism dan ecotourism) lebih menyatu dengan alam sehingga kegiatan yang menggunakan kendaraan itu bisa dikurangi," tuturnya.

3. Secara jangka panjang, industri parekraf juga harus mulai shifting secara konsisten ke sumber energi baru dan terbarukan.

 
 
 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Kompas Travel (@kompas.travel)

"Bagaimana mereka mengurangi penggunaan dari energi fosil yang sekarang harganya meningkat, tapi mulai menggunakan energi listrik, energi surya, maupun sumber daya bio yang banyak ditemui di destinasi wisata," ujar Sandiaga.

Ia berharap langkah ini bisa membantu sektor wisata, terutama pariwisata domestik dan parekraf dalam menyikapi naiknya harga BBM.

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Harga Tiket dan Jam Buka Pendakian Gunung Lawu via Cemara Kandang

Harga Tiket dan Jam Buka Pendakian Gunung Lawu via Cemara Kandang

Travel Update
Festival Gelar Budaya Hari Nelayan Palabuhanratu Ke-64 di Sukabumi, Ada Atraksi Akrobatik

Festival Gelar Budaya Hari Nelayan Palabuhanratu Ke-64 di Sukabumi, Ada Atraksi Akrobatik

Travel Update
11 Kewajiban Pendaki Gunung Lawu via Cemara Kandang, Patuhi Demi Keselamatan

11 Kewajiban Pendaki Gunung Lawu via Cemara Kandang, Patuhi Demi Keselamatan

Travel Update
6 Tips Berkunjung ke Kebun Binatang dengan Balita

6 Tips Berkunjung ke Kebun Binatang dengan Balita

Jalan Jalan
Aktivitas Seru di Taman Satwa Cikembulan, Catat Jadwal Show

Aktivitas Seru di Taman Satwa Cikembulan, Catat Jadwal Show

Jalan Jalan
Gunung Kelimutu Waspada, Wisata ke Danau Kelimutu Dibatasi

Gunung Kelimutu Waspada, Wisata ke Danau Kelimutu Dibatasi

Travel Update
Cara Menuju ke Taman Satwa Cikembulan Garut Jawa Barat

Cara Menuju ke Taman Satwa Cikembulan Garut Jawa Barat

Jalan Jalan
5 Wisata Sejarah Dekat Candi Borobudur, Destinasi Penggemar Sejarah

5 Wisata Sejarah Dekat Candi Borobudur, Destinasi Penggemar Sejarah

Jalan Jalan
Harga Tiket Masuk Terbaru di Taman Satwa Cikembulan

Harga Tiket Masuk Terbaru di Taman Satwa Cikembulan

Jalan Jalan
Taman Satwa Cikembulan, Kebun Binatang Favorit Keluarga di Garut

Taman Satwa Cikembulan, Kebun Binatang Favorit Keluarga di Garut

Jalan Jalan
4 Wisata Dekat Pasar Kreatif Jawa Barat di Bandung, Wisata Edukasi dan Sejarah

4 Wisata Dekat Pasar Kreatif Jawa Barat di Bandung, Wisata Edukasi dan Sejarah

Travel Update
Hujan Misterius Terjadi di Dalam Kabin Pesawat JetBlue A320

Hujan Misterius Terjadi di Dalam Kabin Pesawat JetBlue A320

Travel Update
Desa Lauterbrunnen di Swiss Akan Pungut Biaya Masuk Akibat Lonjakan Wisatawan

Desa Lauterbrunnen di Swiss Akan Pungut Biaya Masuk Akibat Lonjakan Wisatawan

Travel Update
Spot Sunrise Dekat Candi Borobudur, Sekalian Kunjungi

Spot Sunrise Dekat Candi Borobudur, Sekalian Kunjungi

Jalan Jalan
Jumlah Penumpang di Stasiun Malang Saat Libur Waisak Naik 37 Persen

Jumlah Penumpang di Stasiun Malang Saat Libur Waisak Naik 37 Persen

Travel Update
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com