Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mengenal Wisata Arsitektur, Jarang Didengar Tapi Unik Dieksplorasi

Kompas.com - 16/09/2022, 19:04 WIB
Wasti Samaria Simangunsong ,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Istilah wisata arsitektur terkadang kurang akrab di telinga, lantaran mungkin dianggap sebatas menikmati desain bangunan saat berkunjung ke suatu tempat yang dirasa unik.

Menurut arsitek Andra Matin, lewat wisata arsitektur-lah seseorang bisa menemukan hal-hal anti-mainstream yang ada di balik sebuah desain.

Baca juga:

"Kita dapat sesuatu yang enggak mainstream, karena arsitektur yang dilihat itu bukan arsitektur yang biasa ada di tur-tur, tapi justru kita eksplorasi dari sesuatu yang memang unik," kata Andra saat ditemui Kompas.com dalam Kompas Travel Fair 2022, Sabtu (10/9/2022).

Tentukan ingin berwisata ke tempat seperti apa

Church of The Light desain Tadao AndoShutterstock/Sira Anamwong Church of The Light desain Tadao Ando

Bila ingin mencoba berwisata arsitektur pertama kalinya, Andra menyarankan untuk mengkurasi terlebih dulu dan melakukan sedikit riset mengenai tempat tujuan, lewat berbagai situs yang mengulas tempat tersebut.

"Masing-masing tempat itu punya karakter sendiri, kita memang harus kurasi dulu dari literasi, destinasi mana yang ingin dituju, karena kan ketertarikan masing-masing orang berbeda, tidak bisa jadi satu patokan," terangnya.

Baca juga: Bandara Banyuwangi Masuk 20 Besar Arsitektur Terbaik di Dunia

Ia pun memberi contoh tur seputar gereja. Setiap bangunan gereja memang punya sejarah, namun apa pengalaman unik yang akan didapat saat mengunjungi gereja itu?

"Oke gereja biasanya memang punya sejarah, tapi begitu kita masuk ke gereja yang didesain oleh Tadao Ando (Church of the Light), itu salibnya ada di ujung, begitu pintunya dibuka, salibnya ada di tengah-tengah danau," ujar arsitek proyek revitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM) ini.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Wahana dan Kolam Renang di Kampoeng Kaliboto Waterboom Karanganyar

Wahana dan Kolam Renang di Kampoeng Kaliboto Waterboom Karanganyar

Jalan Jalan
Gunung Ruang Meletus, AirAsia Batalkan Penerbangan ke Kota Kinabalu

Gunung Ruang Meletus, AirAsia Batalkan Penerbangan ke Kota Kinabalu

Travel Update
Kampoeng Kaliboto Waterboom: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Jam Buka

Kampoeng Kaliboto Waterboom: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Jam Buka

Jalan Jalan
Aktivitas Wisata di The Nice Garden Serpong

Aktivitas Wisata di The Nice Garden Serpong

Jalan Jalan
Delegasi Dialog Tingkat Tinggi dari China Akan Berwisata ke Pulau Padar Labuan Bajo

Delegasi Dialog Tingkat Tinggi dari China Akan Berwisata ke Pulau Padar Labuan Bajo

Travel Update
The Nice Garden Serpong: Tiket Masuk, Jam Buka, dan Lokasi

The Nice Garden Serpong: Tiket Masuk, Jam Buka, dan Lokasi

Jalan Jalan
Cara ke Sukabumi dari Bandung Naik Kendaraan Umum dan Travel

Cara ke Sukabumi dari Bandung Naik Kendaraan Umum dan Travel

Travel Tips
Pengembangan Bakauheni Harbour City di Lampung, Tempat Wisata Dekat Pelabuhan

Pengembangan Bakauheni Harbour City di Lampung, Tempat Wisata Dekat Pelabuhan

Travel Update
Asita Run 2024 Digelar di Bali Pekan Ini, Terbuka untuk Turis Asing

Asita Run 2024 Digelar di Bali Pekan Ini, Terbuka untuk Turis Asing

Travel Update
13 Telur Komodo Menetas di Pulau Rinca TN Komodo pada Awal 2024

13 Telur Komodo Menetas di Pulau Rinca TN Komodo pada Awal 2024

Travel Update
Tanggapan Kemenparekraf soal Jam Kerja 'Overtime' Sopir Bus Pariwisata

Tanggapan Kemenparekraf soal Jam Kerja "Overtime" Sopir Bus Pariwisata

Travel Update
Tip Jalan-jalan Jenius ke Luar Negeri, Tukar Mata Uang Asing 24/7 Langsung dari Aplikasi

Tip Jalan-jalan Jenius ke Luar Negeri, Tukar Mata Uang Asing 24/7 Langsung dari Aplikasi

BrandzView
Vietnam dan China Siap Bangun Jalur Kereta Cepat Sebelum 2030

Vietnam dan China Siap Bangun Jalur Kereta Cepat Sebelum 2030

Travel Update
Libur Lebaran, Tren Kunjungan Wisatawan di Labuan Bajo Meningkat

Libur Lebaran, Tren Kunjungan Wisatawan di Labuan Bajo Meningkat

Travel Update
ASDP Catat Perbedaan Tren Mudik dan Arus Balik Lebaran 2024 Merak-Bakauheni

ASDP Catat Perbedaan Tren Mudik dan Arus Balik Lebaran 2024 Merak-Bakauheni

Travel Update
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com