Kompas.com - 22/10/2022, 13:18 WIB

KOMPAS.com - Museum Batik Indonesia yang berlokasi di kawasan Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur ini menyimpan 860 koleksi kain batik dari berbagai wilayah di Tanah Air, yang dipamerkan dalam tujuh ruang sesi berbeda.

Ruang pertama, yakni ruang Sejarah Batik di Indonesia, pengunjung akan menemukan replika sertifikat UNESCO mengenai penetapan Batik Indonesia yang masuk dalam daftar Warisan Budaya Tak Benda UNESCO. Sertifikat aslinya ditandatangani pada 30 September 2009.

Baca juga:

"Karena Batik Indonesia masuk dalam daftar Warisan Budaya Tak Benda UNESCO, pemerintah merasa perlu mendirikan Museum Batik Indonesia sebagai lembaga untuk mewariskan pengetahuan seputar batik," kata Koordinator Museum Indonesia, Archangela yang memandu Kompas.com, Jumat (21/10/2022).

Di Ruang Sejarah Batik kamu bisa melihat asal-muasal batik yang diprediksi sudah ada sejak masa Hindu-Budha.

Ini dapat dilihat dari beberapa replika artefak dan arca di ruang pameran, seperti replika ventilasi sejak zaman Trowulan yang memiliki penggambaran motif kawung dan sampai sekarang menjadi salah satu motif batik paling populer.

Berikutnya, ada pula replika arca dari abad ke-13 yang memiliki motif patola pada kain yang dikenakan. Motif ini kemudian berkembang menjadi motif jlamprang dan nitik.

"Batik sendiri namanya baru dikenal secara jelas setelah ditulis dengan istilah hambatik, ambatik, dalam naskah Babad Sengkala yang berasal dari abad ke-17 dan dalam Hikayat Panji Jaya Lengkara yang ditulis tahun 1770," terang Archangela.

Baca juga: Ingin Tahu Proses Membatik di Kampung Batik Laweyan? Ini Caranya

Ruang berikutnya yaitu Ruang Audio Visual, tempat melihat ilustrasi atau proses pembuatan batik, mulai dari cantingan hingga pewarnaan.

Batik dan kain serupa batik

Bergeser sedikit ke Ruang Khazanah Batik Nusantara, tersimpan berbagai kain batik dari seluruh daerah di Indonesia.

Beberapa kain batik dari sejumlah keraton yang dipamerkan Museum Batik IndonesiaKOMPAS.com/Wasti Samaria Simangunsong Beberapa kain batik dari sejumlah keraton yang dipamerkan Museum Batik Indonesia

Dalam ruangan ini bisa ditemukan kain Ma'a dan Sarita dari Toraja yang bukan batik, tapi menggunakan tekni serupa dengan batik, yakni merintang warna memakai lilin lebah.

Kemudian ada pula kain Sarimbut berwarna merah tua yang dibuat merintang warna mirip batik, tetapi bahannya menggunakan bubur ketan.

Sedangkan untuk kain batik, ada beberapa kain dari sejumlah wilayah seperti Yogyakarta, Solo, Cirebon, Lasem dan Pekalongan. Ada pula dari Madura, Indramayu, Banyumas, Garut, Tasik, dan daerah luar Jawa.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.