Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 22/10/2022, 21:07 WIB

KOMPAS.com - Tahukah kamu, ternyata batik yang dihasilkan lewat teknik printing tidak bisa dikatakan sebagai kain batik, melainkan kain bermotif batik.

Menurut Koordinator Museum Batik Indonesia di Jakarta Timur, Archangela, hal itu berkaitan dengan prinsip batik yang adalah sebuah teknik.

Baca juga: Museum Batik Indonesia TMII, Punya Koleksi 860 Kain Batik Seluruh Negeri

"Yang pasti batik itu syaratnya harus menggunakan lilin malam panas dengan alat canting tulis. Batik printing bukan kain batik, karena syarat batik yang pasti adalah menggunakan lilin malam panas waktu menutup warna," kata Archangela saat ditemui Kompas.com, Jumat (21/10/2022).

Sementara itu, Kurator Museum Batik Indonesia, Asri, menambahkan bahwa pada prinsipnya, menorehkan lilin malam panas adalah menutup bagian-bagian kain yang tidak mau diberi warna.

Adapun lilin malam panas ini bisa ditorehkan ke kain melalui dua cara, yaitu menulis dengan canting dan alat cap.

Baca juga: Cara dan Aturan Berkunjung ke Museum Batik Indonesia yang Resmi Dibuka

Nah, kalau batik tulis perlu menggambarkan polanya terlebih dahulu di atas kain. Namun, untuk teknik membatik cap, hanya perlu mengecap motif di atas kain.

Tapi, tentu saja motif cap pun harus menggunakan lilin malam panas. Bila tidak memakai lilin malam panas, maka tidak bisa disebut batik. Proses pembuatan batik cap pun lebih cepat dibanding batik tulis.

Kain simbut dari Banten yang menggunakan bubur ketan sebagai perintang warnaKOMPAS.com/Wasti Samaria Simangunsong Kain simbut dari Banten yang menggunakan bubur ketan sebagai perintang warna

Sebagai informasi, ada juga yang disebut kain serupa batik, namun bukan batik meski menggunakan teknik yang sama dengan membatik.

Misalnya kain ma'a dan sarita yang sakral dari Toraja, dibuat dengan cara merintang warna memakai lilin lebah.

Kemudian ada pula kain simbut berwarna merah tua yang menggunakan bubur ketan sebagai perintang warna.

Baca juga: Batik Sembung di Yogyakarta, Lestarikan Budaya dengan Belajar Membatik

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+