Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 07/11/2022, 18:18 WIB

KOMPAS.com – Longsornya jalan utama Yogyakarta-Gunungkidul pada Sabtu (29/10/2022), membuat sebagian pengendara mencari jalur alternatif lain.

Dikutip dari Kompas.com, Minggu (30/10/2022), ada dua jalur alternatif yang direkomendasikan.

Jalur pertama adalah via Sambeng-Cawas di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah untuk kendaraan dengan berat lebih dari 30 ton.

Baca juga: Jalur Wisata ke Gunungkidul Longsor, Perbaikan Butuh Sekitar 1 Bulan

Jalur kedua adalah via Getas (Playen)-Dlingo dan Jalur Panggang-Siluk melalui Kecamatan Imogiri. Jalan ini untuk kendaraan pribadi.

Sebenarnya, ada satu jalan alternatif lain menuju Gunungkidul, yakni via Cinomati di Kecamatan Pleret, Bantul.

Awas Tanjakan Cinomati yang terjal

Meski jalan ini adalah alternatif terdekat dari Kota Yogyakarta ke Gunungkidul, kondisinya menanjak terjal.

Dikutip dari Kompas.com, Kamis (3/5/2022), wisatawan bahkan sampai diimbau tidak melewati jalan ini.

Baca juga: 5 Wisata yang Dekat Titik Longsor Jalan Utama Yogyakarta-Gunungkidul

"Kalau cinomati medannya curam, kemudian lebar jalan juga tidak mendukung untuk dua arah, banyak kelokan dan kalau malam hari belum dilengkapi secara lengkap sarana lampu penerangan jalan. Sehingga sangat rawan terjadi kecelakaan ketika bus besar melewati di sana," ungkap Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bantul Singgih Riyadi, Selasa (3/5/2022).

Sejumlah motor tidak kuat nanjak di tanjakan Cinomati Bantul, Yogyakarta@arissugiarto22 Sejumlah motor tidak kuat nanjak di tanjakan Cinomati Bantul, Yogyakarta

Terjalnya Tanjakan Cinomati membuat beberapa kendaraan kerap tidak kuat menanjak, sehingga rawan kecelakaan.

Baca juga: 30 Wisata Gunungkidul yang Hits, Bisa Snorkeling hingga Selfie

Biasanya saat sedang ramai, misal musim liburan, petugas akan disiagakan di beberapa titik Tanjakan Cinomati untuk membantu pengendara yang kendaraannya tidak kuat menanjak.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+