Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 11/11/2022, 20:38 WIB

KOMPAS.com - Jalur pendakian Gunung Kerinci melalui Kersik Tuo, Kabupaten Kerinci, Jambi dilaporkan tertutup abu vulkanik setebal 3 hingga 5 sentimeter.

Hal itu membuat semua jalur pendakian gunung di perbatasan Jambi dan Sumatera Barat itu masih ditutup.

"Abu menutupi jalur pendakian sampai shelter dua. Ketebalan berkisar 3 sampai 5 sentimeter," kata Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional Kerinci Seblat wilayah I Nurhamidi, seperti dikutip Antara, Jumat (11/11/2022).

Baca juga: 7 Gunung Tertinggi di Pulau Jawa, Seven Summit yang Wajib Didaki

Adapun penutupan jalur pendakian Gunung Kerinci telah dilakukan sejak 19 Oktober 2022. Penutupan dilakukan akibat meningkatnya aktivitas vulkanik gunung tersebut.

Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Kerinci mencatat kenaikan aktivitas vulkanik terjadi sejak awal Oktober 2022.

Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat kini sudah melakikan pembersihan jalur yang tertutup abu vulkanik pada 8 dan 9 November.

Baca juga: 7 Kafe di Kintamani Bali dengan Panorama Gunung Indah, Cocok buat Foto

Namun, aktivitas vulkanik gunung dengan ketinggian 3.805 meter di atas permukaan laut itu dinilai masih membahayakan bagi pendaki.

Di shelter tiga, bau belerang dikatakan cukup terasa sehingga mengganggu indera penciuman.

"Hingga kini jalur pendakian masih ditutup," ujarnya.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Kompas Travel (@kompas.travel)

Adapun Gunung Kerinci masih berada pada level II (waspada). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) merekomendasikan agar masyarakat, pengunjung, atau wisatawan sekitar tidak mendaki kawah yang ada di puncak gunung api tersebut di dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif.

Masyarakat dilarang beraktivitas di dalam radius bahaya yang tertera di dalam peta Kawasan Rawan Bencana III, karena cakupan wilayah itu termasuk zona merah.

Baca juga: Air Terjun Talang Kemulun, Surga tersembunyi di Kerinci

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Sumber Antara
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+