Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 12/11/2022, 11:36 WIB
Penulis Ulfa Arieza
|

Deklarasi Hari Ayah Nasional Pertama 

Hingga akhirnya, setelah melalui kajian yang cukup panjang, PPIP menggelar deklarasi Hari Ayah Nasional di Indonesia. PPIP pun menetapkan tanggal 12 November sebagai Peringatan Hari Ayah Nasional. 

Deklarasi Hari Ayah Nasional pertama kali dilakukan pada 12 November 2006 di Solo. Deklarasi tersebut digabungkan dengan Hari Kesehatan dengan mengambil semboyan Semoga Bapak Bijak, Ayah Sehat, Papah Jaya. 

Deklarasi pertama Hari Ayah Nasional itu digelar di Pendapi Gede Balaikota Solo yang dihadiri ratusan orang dari berbagai kalangan. 

Baca juga: Hari Sumpah Pemuda, Catat Agenda di Museum Sumpah Pemuda Berikut

Gress Raja, Ketua PPIP kala itu menjelaskan, apabila Hari Ibu diadakan untuk mengenang jasa ibu, maka Hari Ayah Nasional dibuat untuk menghargai bapak atau orangtua secara keseluruhan, agar ada keseimbangan. 

"Bapak dan ibu adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Kita butuh keduanya sebagai keseimbangan kesadaran kita sebagai anak," jelas Raja dikutip dari Kompas.com (12/11/2021).

Baca juga: Hari Batik Nasional, Yuk Kunjungi 5 Museum Batik di Indonesia

Meski terkesan sederhana, ucapan Hari Ayah yang bermakna bisa membantu mempererat relasi dengan ayah sekaligus menyampaikan ungkapan sayang yang mungkin selama ini tak terungkapkan.SHUTTERSTOCK Meski terkesan sederhana, ucapan Hari Ayah yang bermakna bisa membantu mempererat relasi dengan ayah sekaligus menyampaikan ungkapan sayang yang mungkin selama ini tak terungkapkan.

Selain Solo, deklarasi Hari Ayah juga dilakukan di Maumere, Flores, NTT pada waktu yang sama. Dalam deklarasi itu juga diluncurkan buku berjudul Kenangan untuk Ayah yang berisi 100 surat anak dari seluruh Nusantara. 

Buku tersebut merupakan 100 surat terpilih dari sayembara bertajuk Kenangan buat Ayah, 100 Surat Anak Nusantara.

Usai deklarasi, mereka mengirimkan buku tersebut dan piagam deklarasi Hari Ayah kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang kala itu menjadi orang nomor satu di Indonesia. 

Baca juga: 3 Fakta Hari Batik Nasional 2 Oktober, Bermula Dari Pengakuan UNESCO

Buku itu juga dikirimkan kepada bupati di empat penjuru Indonesia, yakni di Sabang, Merauke, Sangir Talaud, dan Pulau Rote.

Setelah deklarasi tersebut, setiap tanggal 12 November ditetapkan sebagai Hari Ayah Nasional. Peristiwa ini pun menjadi tonggak sejarah penetapan Hari Ayah Nasional. 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+