Kompas.com - 15/11/2022, 10:03 WIB

KOMPAS.com - Iriana Jokowi menerima kedatangan Ibu Negara Republik Korea, Kim Keon-hee di Hotel The Apurva Kempinski, Bali, pada Senin (14/11/2022).

Dikutip dari keterangan tertulis Sekretariat Presiden, tiba sekitar pukul 16.30 Wita, Iriana menyambut langsung kedatangan Kim Keon-hee di lobi kedatangan.

Baca juga:

Selanjutnya, keduanya menuju pendopo hotel untuk melakukan sesi foto bersama, dan melihat sejumlah penampilan budaya Indonesia berupa Gamelan Bali dan Tarian Penyambutan Panyembrama.

Dalam kesempatan tersebut, Iriana turut mengajak Kim melihat sejumlah kain tenun Endek Bali dan kerajinan silver Bali yang ditampilkan di sebuah gebyok.

Seorang pengunjung pameran kerajinan di Buleleng Festival 2015, Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali, Kamis (6/8/2015), memilih kain tenun endek mastuli. Tiga tahun terakhir, endek mastuli kembali digemari setelah tahun 1990-an sempat surut. Pemerintah setempat berupaya menghidupkan kembali perajin tenun mastuli tersebut di daerah Seririt melalui bantuan alat tenun hingga pemasaran. KOMPAS/AYU SULISTYOWATI Seorang pengunjung pameran kerajinan di Buleleng Festival 2015, Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali, Kamis (6/8/2015), memilih kain tenun endek mastuli. Tiga tahun terakhir, endek mastuli kembali digemari setelah tahun 1990-an sempat surut. Pemerintah setempat berupaya menghidupkan kembali perajin tenun mastuli tersebut di daerah Seririt melalui bantuan alat tenun hingga pemasaran.

Adapun tenun Endek Bali dibuat dengan sistem tenun ikat, yakni dengan mengikat benang pakan dan benang lungsi. Untuk itu, kain ini juga dikenal sebagai tenun ikat Bali.

Melansir Kompas.com (25/9/2022), motif yang digunakan untuk membuat endek Bali adalah motif geometris, flora, fauna, dekoratif, dan figuratif.

Kata Endek berasal dari kata gendekan atau ngendek yang artinya diam atau tetap, tidak berubah warna. Kata tersebut digunakan saat pembuatan motif endek, yakni dengan cara diikat.

Baca juga: Endek Bali Jadi Suvenir untuk Delegasi GPDRR 2022

Pembuatan kain ini bisa ditemukan di sejumlah wilayah Bali seperti Karangasem, Klungkung, Gianyar, Buleleng, Denpasar.

ilustrasi gebyok kayu jati.Kompas.com/Retia Kartika Dewi ilustrasi gebyok kayu jati.

Sedangkan gebyok merupakan partisi rumah dan bagian dari Rumah Adat Kudus (RAK) yang muncul dan berkembang dari Rumah Adat Jawa tipe Joglo di Kudus.

Sebagaimana dikutip Kompas.com (03/05/2020), gebyok adalah hasil sebuah proses akumulasi perjalanan sejarah, pertemuan budaya, agama, dan kearifan lokal bangsa Indonesia.

Baca juga: Itinerary 1 Hari di Pekalongan Jawa Tengah, Wisata Alam dan Glamping

Oleh karena keistimewaannya, RAK telah tercatat sebagai warisan budaya tak benda di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 2016.

"Selain lihat tenun Endek di gebyok, Iriana dan Kim juga mengajak Kim mendengarkan sejumlah lagu-lagu Tanah Air dengan iringan alat musik biola dan Sasando," tulis keterangan resmi Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden yang Kompas.com terima, Senin (14/11/2022).

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.