Kompas.com - 16/11/2022, 09:57 WIB

KOMPAS.com - Tiga jenis tari tradisional menjadi salah satu suguhan budaya saat penyambutan para pendamping Kepala Negara KTT G20 di Spouse Program KTT G20, yang berlangsung di Sofitel Nusa Dua Beach, Bali, Selasa (15/11/2022).

Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf) Angela Tanoesodibjo dalam Konferensi Pers di Media Center G20, Selasa (15/11/2022), menyampaikan, tiga tari tradisional yang ditampilkan adalah Tari Merak, Tari Pendet, dan Tari Tortor.

“Kami menampilkan berbagai tarian, yaitu Tari Merak, Tari Pendet, dan Tari Tortor. Para spouse sangat menikmati dan mengapresiasi keanekaragaman budaya dan tradisi Indonesia,” kata Wamenparekraf Angela, dalam rilis yang diterima Kompas.com, Selasa. 

Baca juga:

Makna dan asal tarian daerah

Tari Merak merupakan tarian tradisional dari Jawa Barat. Kesenian tari ini diambil dari perilaku burung Merak jantan ketika ingin menarik perhatian Merak betina.

Ibu Negara Iriana Joko Widodo bersama para Spouse tengah menikmati tarian yang disuguhkan untuk menyambut kedatangan para pendamping Kepala Negara KTT G20 di Spouse Program KTT G20 yang berlansung di Sofitel Nusa Dua Beach, Selasa (15/11/2022).dok. Media Center KTT G20 Ibu Negara Iriana Joko Widodo bersama para Spouse tengah menikmati tarian yang disuguhkan untuk menyambut kedatangan para pendamping Kepala Negara KTT G20 di Spouse Program KTT G20 yang berlansung di Sofitel Nusa Dua Beach, Selasa (15/11/2022).

Selanjutnya, ada Tari Pendet yang merupakan tari tradisional asal Bali. Pendet ditampilkan pada upacara keagamaan atau sebagai tarian penyambutan. Tarian ini juga melambangkan penyambutan atas turunnya dewata ke alam dunia.

Seiring perkembangan zaman, para seniman Bali mengubah Pendet sebagai sambutan selamat datang, meski tetap mengandung makna yang sakral serta religius.

Baca juga: 5 Pantai Indah di Nusa Dua, Bisa Mampir di Sela KTT G20

Sedangkan Tari Tortor adalah tari tradisional suku Batak. Mulanya, Tortor merupakan tari ritual dan sakral yang dipertunjukkan pada acara pemakaman, upacara penyembuhan, dan upacara tradisional Batak lainnya.

Tari ini menampilkan harapan dan doa. Makna dari gerakan-gerakannya menunjukkan Tortor adalah sebuah media komunikasi, di mana melalui gerakan yang disajikan terjadi interaksi antara partisipan upacara.

Baca juga: 8 Hotel Mewah di Bali yang Disiapkan untuk Delegasi G20

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.