Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 21/11/2022, 17:27 WIB

YOGYAKARTA,KOMPAS.com - Pulau Jumino di pantai Kukup, Tanjungsari, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), sudah kembali dibuka untuk umum.

"Sudah dibuka kembali setelah reka ulang tadi," kata Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah Operasi II Pantai Baron Marjono kepada Kompas.com melalui telepon, Senin (21/11/2022).

Ia melanjutkan bahwa pulau Jumino sering dikunjungi wisatawan Pantai Kukup karena lokasi cocok untuk foto.

Baca juga: 8 Tempat Wisata Dekat Pantai Kukup, Bisa untuk Lihat Sunset 

"Banyak yang berkunjung di sana. Pas ditutup praktis tidak bisa masuk karena ditutup garis polisi," kata Marjono.

Marjono berpesan kepada pengunjung yang nantinya kembali berkunjung ke pantai Kukup untuk mematuhi imbauan petugas yang ada di lapangan.

Penyebab pulau di Pantai Kukup tutup sementara

Adapun pulau di Pantai Kukup, Gunungkidul tutup sementara karena adanya kasusu pembunuhan.

Tutupnya pulau itu dikarenakan adanya rekonstruksi tindakan kriminal. Rekonstruksi dilakukan dua orang tersangka, yakni ERW (24) dan AA (37) warga Sukoharjo, Jawa Tengah. Adegan dilakukan berjumlah 10 adegan yang diperagakan kedua pelaku

Baca juga: Pantai Kukup di Gunungkidul, Satu dari Banyak Pilihan Pantai di Pesisir Selatan

Penutupan dilakukan sampai dilakukan rekonstruksi kasus dan dibuka lagi usai rekonstruksi selesai.

Dari pengamatan Kompas.com di lokasi, pentutupan dilakukan menggunakan garis polisi. Selain itu, juga dipasang bambu penutup.

Pulau di Pantai Kukup ramai pengunjung

Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah Operasi II Pantai Baron, Marjono mengatakan bahwa kawasan gardu pandang tersebut banyak dikunjungi wisatawan.

"Dulu tidak ada jembatannya itu. Karena jadi wisata, dibuat jembatan semi permanen oleh masyarakat. Setelah itu dari pemkab, dibangun permanen begitu pula dengan gardu pandangnya itu," kata Marjono.

Pulau Jumino Pantai Kukup, Tanjungsari, Gunungkidul DI YogyakartaKOMPAS.COM/MARKUS YUWONO Pulau Jumino Pantai Kukup, Tanjungsari, Gunungkidul DI Yogyakarta

"Tahun pembangunannya sudah lupa," kata dia.

Tidak hanya wisatawan yang berkunjung, gardu pandang tersebut juga banyak digunakan untuk terapi anak penderita asma.

"Kalau yang menderita penyakit asma itu kebanyakan pagi-pagi sekali saat subuh diajak ke pulau Jumino. Karena di sana udaranya masih segar kemudian ada uap air laut yang kadar garamnya sangat tinggi," kata Marjono.

Cerita rakyat tentang Gardu Pandang Pantai Kukup

Marjono mengatakan, penamaan gardu pandang puncak Jumino, ada cerita rakyatnya.

"Sesuai informasi simbah-simbah kita, pulau itu ada makna tersendiri. Dulu ada seorang putra bayan atau Dukuh itu setiap hari menangis dari pagi sampai malam," kata dia.

 
 
 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Kompas Travel (@kompas.travel)

Kemudian bayan itu mengajak anaknya ke Pantai Kukup, dan anak itu akhirnya berhenti menangis.

"Anak itu bernama Jumino. Karena itu, pulau tersebut bernama pulau Jumino. Itu cerita dari simbah," kata Marjono.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ada Apa di Museum Taman Prasasti Jakarta?

Ada Apa di Museum Taman Prasasti Jakarta?

Travel Update
5 Tips Berkunjung ke Buana Life Pangalengan, Reservasi Lebih Dulu

5 Tips Berkunjung ke Buana Life Pangalengan, Reservasi Lebih Dulu

Jalan Jalan
ASEAN Tourism Forum 2023 di Yogya Dimulai, Ada Pameran Parekraf Selama 4 Hari

ASEAN Tourism Forum 2023 di Yogya Dimulai, Ada Pameran Parekraf Selama 4 Hari

Travel Update
Strategi Indonesia Pulihkan Pariwisata Pascapandemi, Luncurkan Visa sampai Pameran di Luar Negeri

Strategi Indonesia Pulihkan Pariwisata Pascapandemi, Luncurkan Visa sampai Pameran di Luar Negeri

Travel Update
Kelenteng Hok Tek Tjengsin, Tempat Ibadah 3 Agama di Kuningan Jakarta

Kelenteng Hok Tek Tjengsin, Tempat Ibadah 3 Agama di Kuningan Jakarta

Jalan Jalan
6 Hotel Dekat ICE BSD Tangerang, Ada yang Tinggal Jalan Kaki

6 Hotel Dekat ICE BSD Tangerang, Ada yang Tinggal Jalan Kaki

Travel Tips
Dikunjungi Iriana Jokowi, Ini Kisah Kampung Pathuk di Yogyakarta

Dikunjungi Iriana Jokowi, Ini Kisah Kampung Pathuk di Yogyakarta

Jalan Jalan
5 Aktivitas di Buana Life Pangalengan, Bisa Prewedding

5 Aktivitas di Buana Life Pangalengan, Bisa Prewedding

Jalan Jalan
Ada Vaksin Booster Kedua, Bakal Jadi Syarat Perjalanan?

Ada Vaksin Booster Kedua, Bakal Jadi Syarat Perjalanan?

Travel Update
6 Wisata Malam di Surabaya, Pas untuk Anak-anak dan Dewasa

6 Wisata Malam di Surabaya, Pas untuk Anak-anak dan Dewasa

Jalan Jalan
6 Prediksi Tren Liburan 2023, Staycation hingga Wisata Hemat

6 Prediksi Tren Liburan 2023, Staycation hingga Wisata Hemat

Travel Update
Catat, Daftar Kantong Parkir untuk Pengunjung Cap Go Meh Bogor

Catat, Daftar Kantong Parkir untuk Pengunjung Cap Go Meh Bogor

Travel Update
Buana Life Pangalengan, Restoran ala Rumah Adat Papua di Tanah Sunda

Buana Life Pangalengan, Restoran ala Rumah Adat Papua di Tanah Sunda

Jalan Jalan
Imlek dan Cap Go Meh Singkawang Masuk 10 Besar Event Terbaik KEN 2023

Imlek dan Cap Go Meh Singkawang Masuk 10 Besar Event Terbaik KEN 2023

Travel Update
Kompleks Pagelaran Keraton Yogyakarta Ditutup sampai Akhir Tahun 2023

Kompleks Pagelaran Keraton Yogyakarta Ditutup sampai Akhir Tahun 2023

Travel Update
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+