Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 22/11/2022, 06:34 WIB

PALEMBANG, KOMPAS.com - Tak hanya Jembatan Ampera yang menjadi ikon Kota Palembang, warung terapung juga menjadi daya tarik wisata lainnya di daerah tersebut.

Perahu alias warung terapung tersebut berlabuh di tepi Sungai Musi, tepatnya di pelataran Benteng Kuto Besak (BKB), mulai sekitar pukul 15.00 hingga malam hari.

Baca juga: 6 Area Wisata di Jembatan Ampera Palembang, Mampir Warung Terapung

Menu utama yang disajikan adalah makanan khas Palembang, yakni pempek. Para pemilik perahu berasal dari Kampung Tanggo Rajo Cindo yang terletak di seberang pelataran BKB.

Selain menjajakan pempek buatan mereka di BKB, sebagian lainnya memasok pempek ke berbagai tempat.

Dalam perjalanan Merapah Trans-Sumatra 2022, Kompas.com sempat menjajal sensasi makan di atas warung terapung ini.

Karena merupakan perahu, maka untuk menaikinya kita harus menyusuri pijakan kayu yang membantu menyeberangi air.

Dianjurkan fokus saat melangkah untuk menghindari terpeleset atau salah pijak. Apalagi, pijakan tersebut kerap bergoyang karena mengikuti kapal yang terdorong ombak.

Pengunjung sedang menaiki pijakan kayu untuk masuk ke warung terapung di pelataran Benteng Kuto Besak tepi Sungai Musi, Palembang, Minggu (20/11/2022).KOMPAS.com/NABILLA TASHANDRA Pengunjung sedang menaiki pijakan kayu untuk masuk ke warung terapung di pelataran Benteng Kuto Besak tepi Sungai Musi, Palembang, Minggu (20/11/2022).

Riuh para pengunjung warung langsung terasa begitu kami menginjakkan kaki di atas perahu. Sebagian bersahut-sahutan memesan makanan, sementara lainnya asyik mengobrol bareng keluarga ataupun teman.

Kami datang pada Minggu sore sekitar pukul 18.00 sehingga mendekati waktu makan malam. Maka tak heran jika suasana warung terapung begitu ramai.

Baca juga: 6 Oleh-oleh Serba Gurih Khas Palembang, Ada Kemplang

Di antara beberapa warung yang ada, kami singgah di warung terapung milik Cek Merry. Kebetulan, pada hari yang sama, kami mampir ke kediamannya untuk melihat proses pembuatan pempek.

Ia mengatakan, pengunjung warungnya memang cukup banyak pada akhir pekan. Meskipun, faktor cuaca juga menentukan.

"Tergantung cuaca juga, sih," kata Cek Merry kepada Kompas.com, Sabtu (20/11/2022).

Baca juga: 25 Tempat Wisata di Palembang, Cocok untuk Liburan

Masuk ke warung terapung, pengunjung bakal langsung disuguhkan sebuah meja panjang tempat makanan disajikan dan para pembeli duduk mengitarinya untuk menyantap hidangan.

Di atas meja sudah tersaji beragam jenis pempek seharga Rp 2.000, seperti pempek tahu, keriting, lenjer, kulit, dan model.

Suasana di dalam warung terapung di pelataran Benteng Kuto Besak tepi Sungai Musi, Palembang, Minggu (20/11/2022).KOMPAS.com/NABILLA TASHANDRA Suasana di dalam warung terapung di pelataran Benteng Kuto Besak tepi Sungai Musi, Palembang, Minggu (20/11/2022).

Selain yang tersaji di atas meja, pengunjung juga bisa memesan pempek lainnya, misalnya pempek berukuran besar seharga Rp 12.000 seperti kapal selam atau menu lain, seperti nasi goreng.

Baca juga: 6 Oleh-oleh Khas Palembang untuk Pencinta Makanan Manis

Saat itu, saya memesan pempek tahu dan keriting, serta kapal selam.

Di antara ketiganya, kapal selam adalah favorit saya karena setelah digoreng punya tekstur pinggiran yang garing dan gurih, tapi empuk di bagian dalam dan tingkat kematangannya pas.

Cuko yang diguyur ke atas pempek membuat rasanya kian sempurna. Rasa cukonya asam dan pedas, tapi tidak terlalu kuat sehingga masih cocok untuk orang-orang yang kurang suka pedas.

Pengunjung sedang menyantap pempek di warung terapung di pelataran Benteng Kuto Besak tepi Sungai Musi, Palembang, Minggu (20/11/2022).KOMPAS.com/NABILLA TASHANDRA Pengunjung sedang menyantap pempek di warung terapung di pelataran Benteng Kuto Besak tepi Sungai Musi, Palembang, Minggu (20/11/2022).

Sembari menyantap pempek, sesekali perahu bergoyang karena ombak sungai. Membuat kita merasakan sensasi seolah benar-benar makan di atas perahu yang sedang berlayar.

Namun, goyangan tersebut mungkin akan kurang nyaman bagi sebagian orang, terutama jika baru pertama kali datang. Salah seorang teman saya, misalnya, memilih menunggu di luar karena merasa mual dengan goyangan perahu.

Baca juga: Intip Rumah Limas Khas Palembang seperti di Uang Rp 10.000

Salah satu hal yang berbeda dari penyajian pempek di sini, terutama jika dibandingkan dengan pempek yang banyak ditemui di Pulau Jawa, adalah tidak adanya mi kuning dan potongan mentimun. Dua bahan pelengkap tersebut rasanya hampir selalu kita temukan.

Saat menanyakan soal mi kuning, seorang penyaji yang melayani kami justru tidak tahu.

"Oh, enggak ada pakai mi kuning," katanya, lalu diamini oleh seorang pengunjung yang duduk di sebelah saya.

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Kompas Travel (@kompas.travel)

Bagi wisatawan, sensasi makan di atas warung terapung tersebut memberikan pengalaman menarik tersendiri.

Fathan, seorang wisatawan asal Bogor, Jawa Barat, misalnya, memesan lima buah pempek Rp 2.000.

Baca juga: Liburan Singkat di Palembang, Ini Itinerary 2 Hari 1 Malam

Menurutnya, harga pempek di sana murah namun enak. Terutama jika dibandingkan dengan pempek yang ditemukannya di Bogor atau daerah lain di Jawa.

Apalagi, tak hanya makan pempek ia juga mencari pengalaman unik makan di warung terapung.

"Lima hanya Rp 10.000, dengan makan di atas perahu dan suasana seperti ini, worth it banget," ucapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Singapura Sumbang Turis Asing Terbanyak ke Indonesia Tahun 2022

Singapura Sumbang Turis Asing Terbanyak ke Indonesia Tahun 2022

Travel Update
Pemerintah Targetkan Segera Buka Penerbangan Langsung Australia-Labuan Bajo

Pemerintah Targetkan Segera Buka Penerbangan Langsung Australia-Labuan Bajo

Travel Update
Wisatawan Bisa Camping di Negeri Khayangan Magelang, Segini Tarifnya

Wisatawan Bisa Camping di Negeri Khayangan Magelang, Segini Tarifnya

Jalan Jalan
Kemenparekraf Garap Kerja Sama dengan Qatar Airways untuk Promosi Wisata Indonesia

Kemenparekraf Garap Kerja Sama dengan Qatar Airways untuk Promosi Wisata Indonesia

Travel Update
New Small World Purwokerto: Jam Buka, Tiket Masuk, dan Aktivitas

New Small World Purwokerto: Jam Buka, Tiket Masuk, dan Aktivitas

Travel Tips
Cap Go Meh 2023, Tingkat Okupansi Hotel di Singkawang Capai 100 Persen

Cap Go Meh 2023, Tingkat Okupansi Hotel di Singkawang Capai 100 Persen

Travel Update
Indonesia Tutup 2022 dengan Nyaris 5,5 Juta Kunjungan Turis Asing

Indonesia Tutup 2022 dengan Nyaris 5,5 Juta Kunjungan Turis Asing

Travel Update
Cerita Turis dari New York, Datang ke Bogor Lihat Cap Go Meh 2023

Cerita Turis dari New York, Datang ke Bogor Lihat Cap Go Meh 2023

Travel Update
Selain China, Pemerintah Targetkan Gaet Banyak Wisatawan India pada 2023

Selain China, Pemerintah Targetkan Gaet Banyak Wisatawan India pada 2023

Travel Update
Datang ke Bilik Kucing Cat Cafe di Depok, Bisa Beli 2 Oleh-oleh Ini

Datang ke Bilik Kucing Cat Cafe di Depok, Bisa Beli 2 Oleh-oleh Ini

Jalan Jalan
Jangan Langsung Percaya Google Maps, Ini Rute Termudah ke Negeri Khayangan Magelang

Jangan Langsung Percaya Google Maps, Ini Rute Termudah ke Negeri Khayangan Magelang

Travel Tips
Itinerary Keliling Yogyakarta Seharian ala Delegasi ATF 2023

Itinerary Keliling Yogyakarta Seharian ala Delegasi ATF 2023

Itinerary
Harga Tiket dan Jam Buka Negeri Khayangan, Wisata Hits di Magelang

Harga Tiket dan Jam Buka Negeri Khayangan, Wisata Hits di Magelang

Travel Tips
Ini Alasan Kenapa Pesawat Punya Kursi Tanpa Jendela

Ini Alasan Kenapa Pesawat Punya Kursi Tanpa Jendela

Jalan Jalan
Tol Khayangan Magelang, Kini Jadi Negeri Khayangan

Tol Khayangan Magelang, Kini Jadi Negeri Khayangan

Jalan Jalan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+