Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 03/12/2022, 20:31 WIB

KOMPAS.com - Gumuk Pasir Parangkusumo di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta jadi salah satu lokasi foto prewedding pasangan Kaesang Pangarep dan Erina Sofia Gudono.

"Mas @kaesangp dan Mbak Erina prewed di Gumuk Pasir. Kamu kapan?" tulis akun Twitter @pemkabbantul dalam keterangannya, Jumat (2/12/2022) membenarkan Kaesang dan Erina melangsungkan foto prewedding di gundukan pasir kebanggaan warga Yogyakarta ini.

Baca juga:

Yuk simak lebih jauh daya tarik dari indahnya Gumuk Pasir Parangkusumo berikut.

Spot apik berburu siluet matahari terbenam

Keindahan siluet matahari terbenam di Gumuk Pasir Parangkusumo, memang sudah tak diragukan lagi.

Siluet para pemain sandboarding di Gumuk Pasir Parangkusumo, Bantul, Yogyakarta, Minggu (23/8/2015). Atraksi wisata sandboarding merupakan salah pilihan wisata alternatif yang dapat dilakukan ketika mengunjugi Yogyakarta.KOMPAS.com / Wahyu Adityo Prodjo Siluet para pemain sandboarding di Gumuk Pasir Parangkusumo, Bantul, Yogyakarta, Minggu (23/8/2015). Atraksi wisata sandboarding merupakan salah pilihan wisata alternatif yang dapat dilakukan ketika mengunjugi Yogyakarta.

Gradasi warna langit yang perlahan berubah dari biru menjadi semburat kemerahan, menjadi moment favorit para wisatawan untuk mengabadikan dirinya dalam siluet hitam di tengah hamparan luas gumuk pasir.

Waktu terbaik untuk mengunjungi Gumuk Pasir Parangkusumo adalah sekitar pukul 17.00 WIB, pada musim kemarau saat langit bersih dari awan-awan mendung, guna mendapatkan hasil foto yang maksimal.

Baca juga: Longsor Bikin Jalan Yogyakarta-Gunungkidul Macet, Coba 5 Wisata di Bantul Ini

Saking fenomenalnya, wisata yang berjarak sekitar 40 kilometer dari pusat Kota Yogyakarta ini bahkan sudah beberapa kali jadi tempat syuting video klip dan film.

Sebut saja pada lagu "Godai Aku Lagi" yang dinyanyikan Agnes Monica, hingga film ikonis Ada Apa Dengan Cinta (AADC?) 2 yang diperankan oleh Nicholas Saputra dan Dian Sastrowardoyo.

Terbentuknya Gumuk Pasir Parangkusumo

Melansir Kompas.com (24/10/2016), gumuk pasir ini terbentuk karena tumpukan pasir dalam jumlah besar yang mana proses pembentukannya dipengaruhi oleh angin.

Tumpukan pasir itu berasal dari hasil erupsi Gunung Merapi yang endapannya dibawa oleh sungai-sungai yang bermuara di Pantai Selatan, seperti Sungai Opak dan Sungai Progo.

Setelah terendap di pinggir pantai, barulah angin dari Samudera Hindia mengukir tumpukan pasir ini, hingga terbentuklah bentang alam yang unik, yakni Gumuk Pasir Parangkusumo.

Baca juga: Bantul Kembangkan Wisata Sejarah Kerajaan Mataram

Bahkan, Gumuk Pasir di Yogyakarta itu menjadi satu-satunya gumuk pasir yang ada di Asia Tenggara, loh, mengagumkan sekali, bukan?

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+