Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tak Ada Tarif Naik ke Candi Borobudur, tapi Pengunjung Bakal Dibatasi

Kompas.com - 18/12/2022, 11:06 WIB
Nabilla Tashandra

Editor

Sumber Kompas.com

KOMPAS.com - Pemerintah memutuskan untuk tidak menarik tarif tiket naik ke Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah.

Menurut Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, hal itu diputuskan oleh Presiden Joko Widodo.

"Sudah diputuskan oleh bapak presiden bahwa tidak ada tarif (naik ke struktur Candi Borobudur) yang ditetapkan, seperti yang diwacanakan sebelumnya," ucap Sandiaga di Kompleks Candi Borobudur, Magelang, Sabtu (17/12/2022), seperti dikutip dari Kompas.com.

Baca juga: 5 Fakta Relief Lalitavistara di Candi Borobudur

Meski demikian, hingga saat ini wisatawan masih belum diperbolehkan naik ke Candi Borobudur, melainkan hanya sampai di pelataran atau halaman.

Pengkajian dan finalisasi masih dilakukan oleh tim Balai Konservasi Borobudur (BKB) dan PT Taman Wisata Candi Borobudur (TWC), untuk kemudian menjadi masukan bagi Kemenparekraf.

Rencananya, akan diberlakukan pembatasan kapasitas orang yang naik ke struktur candi sebanyak 1.200 orang per hari.

Baca juga: Memahami Makna Relief Candi Borobudur

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu memperkirakan, keputusan tersebut akan diterapkan secepatnya pada kwartal kedua tahun 2023.

"Aspek konservasi sedang dihitung, memang ada carrying capacity yakni 1.200 orang per hari. Ini harus dipastikan dulu, polanya seperti apa. Kemudian dulu ada sandal upanat agar batunya tidak terkikis," tuturnya.

Kabut pagi menyelimuti Candi Borobudur dilihat dari atas bukit yang disebut Punthuk Setumbu, sekitar 3 kilometer barat Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.KOMPAS IMAGES / FIKRIA HIDAYAT Kabut pagi menyelimuti Candi Borobudur dilihat dari atas bukit yang disebut Punthuk Setumbu, sekitar 3 kilometer barat Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.

Sebelumnya, wacana memberlakukan tiket naik ke area stupa Candi Borobudur menjadi Rp 750.000 sempat mengundang perhatian masyarakat, para akademisi, hingga pelaku pariwisata.

Namun, rencana tersebut dibatalkan pada Juni 2022 karena memperhatikan berbagai masukan dan saran masyarakat, seperti dikutip dari Kompas.com (09/06/2022).

Baca juga: 6 Keunikan Candi Borobudur, Dibangun dari 2 Juta Batu 

Ada beragam pendapat yang disampaikan masyarakat, mulai dari harga yang dinilai terlalu tinggi, hanya untuk komersialisasi, menyulitkan wisatawan dan umat Buddha, hingga membandingkan dengan harga tiket masuk situs-situs bersejarah di negara lain.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Sumber Kompas.com
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Wahana dan Kolam Renang di Kampoeng Kaliboto Waterboom Karanganyar

Wahana dan Kolam Renang di Kampoeng Kaliboto Waterboom Karanganyar

Jalan Jalan
Gunung Ruang Meletus, AirAsia Batalkan Penerbangan ke Kota Kinabalu

Gunung Ruang Meletus, AirAsia Batalkan Penerbangan ke Kota Kinabalu

Travel Update
Kampoeng Kaliboto Waterboom: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Jam Buka

Kampoeng Kaliboto Waterboom: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Jam Buka

Jalan Jalan
Aktivitas Wisata di The Nice Garden Serpong

Aktivitas Wisata di The Nice Garden Serpong

Jalan Jalan
Delegasi Dialog Tingkat Tinggi dari China Akan Berwisata ke Pulau Padar Labuan Bajo

Delegasi Dialog Tingkat Tinggi dari China Akan Berwisata ke Pulau Padar Labuan Bajo

Travel Update
The Nice Garden Serpong: Tiket Masuk, Jam Buka, dan Lokasi

The Nice Garden Serpong: Tiket Masuk, Jam Buka, dan Lokasi

Jalan Jalan
Cara ke Sukabumi dari Bandung Naik Kendaraan Umum dan Travel

Cara ke Sukabumi dari Bandung Naik Kendaraan Umum dan Travel

Travel Tips
Pengembangan Bakauheni Harbour City di Lampung, Tempat Wisata Dekat Pelabuhan

Pengembangan Bakauheni Harbour City di Lampung, Tempat Wisata Dekat Pelabuhan

Travel Update
Asita Run 2024 Digelar di Bali Pekan Ini, Terbuka untuk Turis Asing

Asita Run 2024 Digelar di Bali Pekan Ini, Terbuka untuk Turis Asing

Travel Update
13 Telur Komodo Menetas di Pulau Rinca TN Komodo pada Awal 2024

13 Telur Komodo Menetas di Pulau Rinca TN Komodo pada Awal 2024

Travel Update
Tanggapan Kemenparekraf soal Jam Kerja 'Overtime' Sopir Bus Pariwisata

Tanggapan Kemenparekraf soal Jam Kerja "Overtime" Sopir Bus Pariwisata

Travel Update
Tip Jalan-jalan Jenius ke Luar Negeri, Tukar Mata Uang Asing 24/7 Langsung dari Aplikasi

Tip Jalan-jalan Jenius ke Luar Negeri, Tukar Mata Uang Asing 24/7 Langsung dari Aplikasi

BrandzView
Vietnam dan China Siap Bangun Jalur Kereta Cepat Sebelum 2030

Vietnam dan China Siap Bangun Jalur Kereta Cepat Sebelum 2030

Travel Update
Libur Lebaran, Tren Kunjungan Wisatawan di Labuan Bajo Meningkat

Libur Lebaran, Tren Kunjungan Wisatawan di Labuan Bajo Meningkat

Travel Update
ASDP Catat Perbedaan Tren Mudik dan Arus Balik Lebaran 2024 Merak-Bakauheni

ASDP Catat Perbedaan Tren Mudik dan Arus Balik Lebaran 2024 Merak-Bakauheni

Travel Update
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com